Kinanthi Bertema Asmara Atau Percintaan Dalam Bahasa Jawa Lengkap Terjemahan Dan Makna

Lirik atau cakepan Kinanthi kali ini bertemakan tentang asmara atau percintaan. Bisanya cakepan ini digunakan untuk gerongan pada sebuah gendhing. Misalnya ladrang Lipursari. Lirik yang akan Conggado.com bahas kali ini memiliki pupuh berjumlah tiga. 

Dalam setiap pupuh cakepan mempunyai makna dan arti yang berbeda-beda, namun memiliki kesinambungan (berhubungan).

Penting diketahui bahwa Sekar Kinanthi adalah termasuk Macapat yang mempunyai guru garta bejumlah 6, kemudian memiliki guru wilangan dan guru lagu sebagai berikut: 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i.

Watak Kinanti adalah kasih sayang, cinta, peduli. Karena nama kinanthi memilki arti bergandengan. Selain itu tembang ini sangat cocok digunakan di suasana mesra, suasana penuh cinta dan bahagia,

Video Kinanthi



Berikut ini adalah ketiga pupuh Tembang Kinanthi:

Pupuh 1

Pradangga hangannyut-anyut
ing driya yayah rinujit
ngumandhang sang laras maya
mayungi temanten kekalih
kang nembe dhaup mangkana
manjing jro wisma kinanthi

Terjemahan;

Suara indah terdengar sayup-sayup
sangat mengena didalam hati
terdengar sang Laras Maya
memayungi kedua pengantin
yang telah menikah
masuk kedalam rumah bergandengan


Pupuh 2

Prapteng hunggyaning kang tinamtu
gya lenggah satata sami
penganten kawit kawuryan
lir Komajaya lan Ratih
Sang laras maya memuja
manggiya basuki

Terjemahan:

Tiba ditempat yang sudah ditentukan
segera duduk bersama
pengantin terlihat indah
seperti Dewa Komajaya dan Dewi Ratih
Sang Laras Maya berdoa
Semoga selalu selamat


Pupuh 3

Tulus widada rahayu
wibawa salami-lami
ing donya prapteng delahan
tan ana suwaleng kapti
rukun kebegan sih tresna
dadya sudarsono yekti

Terjemahan:

Tulus, Selamat dan bahagia
wibawa selama-lamanya
di dunia dan di akherat
tidak ada halangan apapun
rukun dan penuh cinta
jadi contoh utama


Makna yang terkandung dalam lirik ini sangat bagus, karena melukiskan dua mempelai penganten yang resmi menikah dan mereka bergandengan masuk ke kehidupan yang baru. Doa dan puji untuk kedua orang yang mencintai semoga selamat, rukun dan penuh cinta jauh dari godaan.

Baca Juga Ya:

Semoga bermanfaat, jangan lupa like dan share terimakasih.

Sinom Danghyang Praja Surakarta Lengkap Bahasa Jawa Dan Terjemahan

Sinom adalah termasuk golongan tembang macapat, mempunyai filosofi tentang seorang anak manusia, yang tumbuh menjadi dewasa dan akhirnya mereka belajar untuk mencari ilmu yang bermanfaat.

Watak yang dimiliki Sinom adalah sebagi berikut: Ethes, kenes, susah, trenyuh, luruh ( Lincah, Cantik, Susah, Terharu, Kalem), adapaun Kegunaannya: Mulang, Nggambara kenkalimpatan ( Mengajar, Berkelana Mencari Ilmu).

Sinom mempunyai guru gatra berjumlah 9 dan guru wilangan serta guru lagu sebagai berikut: 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a.

Kali ini Conggado.com akan memberikan suatu tembang dari buku Kidungan Jangkep dari serat Danghyang Praja Surakarta memiliki hanya satu Pupuh lengkap dengan bahasa Jawa dan Terjemahan Bahasa Indonesia.

Sinom Danghyang Praja Surakarta

Gantya ingkang winursita

danghyang kang ngreksa nagari

jroning praja Surakarta

ingkang pinurwa ing kawi

Andana pangreksaning

kang ngripta wilapa kidung

Kyai Rangga Sutresna

ngemban timbalan Sang Aji

kang jumeneng Pakubuwana ping lima


Terjemahan:
Berganti cerita/kisah
Danhyang yang menjaga negara
Didalam praja Surakarta
Yang bermula sejak jaman dahulu
Andana penjaga
kang membuat/menulis kidung wilapa
Kyai Rangga Sutresna
mengemban panggilan Sang Aji
yang bertahta Pakubuwana ke lima

Video Macapat Sinom


Baca Juga Ya:

Semoga tembang diatas menambah kosa kata dalam koleksi lirik dalam tembang macapat. Jangan lupa share ya. Semoga bermanfaat terimakasih.

Maskumambang Tema Kerukunan Dan Persatuan

Tembang Maskumambang kali ini memiliki tema kerukunan dan persatuan. Lirik tembang cakepan kali ini berjumlah 9 pupuh, kemudian setiap pupuh memiliki makna dan isi yang bijak serta ajakan kepada kebaikan.

Maskumambang Tema Kerukunan Dan Persatuan

Cakepan tembang dibawah ini berbahasa Jawa, lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia. Telah dibahas sebelumnya tentang guru gatra, guru wilangan dan guru lagu tembang macapat Maskumambang disini: Arti Dan Makna Tembang Maskumambang Beserta Contoh


9 Pupuh Maskumambang Bertema Kerukunan dan Persatuan Berbahasa Jawa

Pupuh 1

'Arukuna lawan kadangira sami,
Aywa na sulaya,
Miwah panasten ing batin,
Maring kang akeh darbeknya.'

Terjemahan:
Rukunlah dengan saudaramu
Jangan ada pertikaian
Dan juga panas di hati
Kepada yang memiliki banyak harta


Pupuh 2

'Den abisa amenggak napsuning ati,
yen ana kapesan,
karya kaluputan yekti,
katarima lakunira.'

Terjemahan:
Harus bisa menahan hawa nafsu hati
bila tidak beruntung
pasti akan membuat kesalahan
akan berakibat dalan perjalananmu


Pupuh 3

'Yen kalakon ana kang sulaya budi,
yen ana kapesan,
karya kaluputan yekti,
katarima lakunira.'

Terjemahan:
Jika terjadi karena buruknya budi pekerti
bila tidak beruntung
akan terjadi kesalahan
berakibat pada langkahmu


Pupuh 4

'Apa dene darbe cipta amalesi,
dahat tan prayoga,
manawa ana prakawis,
kang andadekken sulaya.'

Terjemahan:
Apa bila ada yang ingin membalas
itu tidak baik
jika ada masalah
yang menjadikan pertikaian


Pupuh5

'Kapasrahna ing para mitra kang sami,
temen-temen ing tyas,
mitra sakaliyaneki,
kang minangka dadi jeksa.'

Terjemahan:
Serahkan kepada mitra yang
benar-benar suci hatinya
mitramu sekalian
yang menjadi jaksa


Pupuh 6

'Supayane karampungana tumuli,
dening para mitra,
sarampungira supadi,
atuta malih dadinya.'

Terjemahan;
Agar supaya mendapat penyelesaian
oleh para kerabat
setelah selesai kamu lalui
maa selesai dengan tuntas


Pupuh 7

'Akaryaa raharjaningakeh sami,
aywa kongsi ngarah,
kauntungannya pribadi,
kang lantaran tan prayoga.'

Terjemahan:
Membuat sejahtera para sesama
janganlah kamu mencari
keuntungan pribadi
dengan jalan yang tidak pantas


Pupuh 8

'Tetulunga marang sagung pekir miskin,
aywa angsi ana,
kawisesa ing priyayi,
kang duduk sabenerira.'

Terjemahan:
Berikan bantuan kepada semua fakir miskin
janganlah sampai ada
pemimpin/ditemani oleh orang
yang bukan orang baik


Pupuh 9

'Den awani sabar sabarang kang dadi,
kasangsaranira,
sentosa sajroning ati,
tawekal sarta narima.'

Terjemahan:
Bersabarlah dengan semua yang terjadi
kesengsaraanmu
tegarlah di dalam hatimu
Tawakal dan Narima



Baca Juga Ya:

Contoh Video 




Semoga Bermanfaat jangan lupa share ya. Terimakasih

Maskumambang Serat Rangsang Tuban

Conggado.com kali ini akan menuliskan beberapa cakepan atau lirik dari Tembang Macapat, yaitu Maskumambang. Diambil dari  Serat Rangsang Tuban yang menceritakan kisah seorang tokoh dari dukuh Sumbereja bernama Ki Buyut Wulusan.

Tembang ini menceritakan Ki Buyut menemukan seorang bayi berada didalam kendaga, yang terbawa di sebuah bengawan ketika ia sedang mencari ikan. 

Berikut ini adalah lirik dengan jumlah 10 pupuh dari Tembang tersebut dalam bahasa Jawa lengkap dengan Terjemahan bahasa Indonesia.

Maskumambang Serat Rangsang Tuban

Pupuh 1
Munggah marga mudhun jurang ngiring-ngiring,
(Naik turun jalan dan jurang beriring-iringan)

nasak wana wasa,
(masuk ke dalam hutan belantara)

ngupaya marganing lalis,
(mencari jalan yang mulus)

sampun lepas lampahira
(sudah berhasil dia berjalan)


Pupuh 2

Kuneng gantya ingakang cinarita mangkin,
(Demikian berganti kisah cerita)

Ki Buyut Wulusan,
(Ki Buyut Wulusan)

dhukuh Sumbereja nguni,
(Dari Desa Sumbereja dahulu)

juru pamiyasa ulam
(juru nelayan Ikan)


Pupuh 3

Nuju nambutkarya neng tengah benawi,
(Ketika sedang bekerja di tengah bengawan)

kagyat wring kendhaga,
(terkejut dengan sebuah kendhaga)

winot ing giyota milir,
(terbawa arus air yang mengalir)

baita glis cinendhangan."
(perahu segera dihentikannya)


Pupuh 4

Wus binuka kendhaga isi babayi,
(telah terbuka kendhaga yang berisi seorang bayi)

katon tejanira,
(terlihat wajahnya yang berseri-seri)

Ki Buyut eram ningali,
(Ki Buyut terkesima melihatnya)

narka bayi naking jina
(dan mengira bayi dari hubungan gelap)


Pupuh 5

Kang ayoga merang kinelekken nuli,
(Si jabang bayi di hanyutkan di bengawan)

ki buyut Wulusan,
(ki Buyut Wulusan/berkata dalam hati)

yen keni ingurip-urip,
(dia akan mengurus bayi tersebut)

sukur bisa dadi mulya
(semoga bayi bisa menjadi orang yang mulia)


Pupuh 6

Kapinujon mbokne bayek wus kaping tri
( kebetulan istrinya melahirkan sudah tiga kali)

nggonira susuta,
(namun ketika dia memilikinya)

nora nana urip siji
(tidak ada yang hidup satupun)

iki kinarya lanjaran
(ini bisa menjadi lantaran/anak pancingan)


Pupuh7

Gya bonopong ni jabang binekta mulih,
(segera bayi tersebut dibawa pulang)

winehken ing semah,
(diberkan kepada istrinya)

nyi buyut kagyat ningali,
(Nyi Buyut terkejut melihatnya)

kang jaler mbekta bayi bang
(sang suami membawa seorang bayi masih merah)


Pupuh 8

Mulung tangan nyi buyut tatanya aris,
(segera dia menggendongnya dan bertanya)

ing endi nggonira,
(dimana ki Buyut mendapatkannya)

oleh jabang bayi iki,
(menemukan jabang bayi ini)

Ki Buyut mangsuli sigra
(Ki Buyut segera menjawab)


Pupuh 9

Bocah nggonku candhang ing benawi nyai,
(bayi ini aku temukan di bengawan nyai)

nyi buyut Wulusan,
(Nyi Buyut Wulusan)

narka anaking pawestri,
(menduga seorang gadis)

kenya kang alaku Jina
(Wanita yang melakukan hubungan gelap)


Pupuh 10

Ki Wulusan anduga ywan jabang bayi,
(Ki Wulusan menduga juga seperti itu)

dede sok rareya,

wadhah kang mangka panitik,
(tempat yang menjadi tanda)

dene winoting kendhaga
(yang merupakan kendaga)

Isi cerita dari Maskumambang sudah disinggung diatas, bahwa Ki Buyut menemukan seorang bayi didalam sebuah kendaga, yang ketika itu hanyut dibawa oleh arus air yang mengalir di bengawan. Ketika dilihatnya isi dalam wadah, ada sebuah bayi yang kemudian dibawa pulang. 

Istrinya, Nyi Buyut terkejut karena sang suami membawa seorang bayi, kebetulan Nyi Buyut sudah tiga kali mengandung dan melahirkan, namun tidak ada yang hidup lama. 

Mereka berdua mengira bahwa bayi tersebut dibuang karena hubungan yang tidak resmi. Akhirnya mereka merawatnya.

Makna yang terkandung di dalam tembang tersebut adalah agar kita jauhi perbuatan yang dilarang, salah satunya hubungan yang tidak resmi. Selain itu janganlah sia-sia kepada anak, karena diluar sana banyak orang yang mengharapkan seorang anak hadir dalam kehidupan keluarga mereka. 

Baca Juga Ya:


Semoga tembang kali ini bermanfaat bagi kita semua, silahkan share dan like FanPage Facebook kami. Terimakasih


Dhandanggula Tema Persatuan/Nasionalisme Bahasa Jawa Lengkap Terjemahan Dan Makna

Conggado.com kali ini akan memberikan contoh Tembang Dhandanggula buatan atau karya dari admin Conggado sendiri.

Dhandanggula Tema Persatuan/Nasionalisme Bahasa Jawa Lengkap Terjemahan Dan Makna

Adapun tema yang dimiliki oleh tembang ini, adalah tema nasionalisme dan persatuan.

Tembang ini dengan bahasa Jawa, dan lengkap serta dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Kesimpulan makna juga disediakan untuk penggambaran garis besar arti dalam tembang.

Guru gatra Dhandanggula adalah 10, guru wilangan dan guru lagu sebagai berikut 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a.

Dhandanggula Nasionalisme

Ayo bangkit Padha mbangun Negri
(Mari bangkit untuk membangun Negeri)

Negri kita, ya Indonesia
(Negeri kita, Indonesia)

Ingkang endah sarta sae
(Yang indah dan baik)

Yo maju, maju, maju
(Ayo maju, maju, maju)

Saya tentrem lan edi peni
(makin tentram dan asri)

Adohna ing rubeda
(Jauhkanlah dari pertikaian)

Adohna ing bêbêndu
(Jauhkanlah dari bahaya)

Dadya rukun salaminya
(Menjadi rukun selamanya)

Indonésia widada lan lestari
(Indonesia selamat dan lestari)

Berdasar Pancasila
(Berdasarkan Pancasila)   (karya asli admin Conggado.com- S.J)
     
Tembang ini bermakna, mengajak rakyat Negara Indonesia untuk selalu bersatu, Rukun dan damai. Demi persatuan dan pekembangan negara untuk mencapai kesejahteraan serta rasa aman berada di Indonesia  yang Indah, kaya dan Lestari.

Baca Juga ya:

Semoga tembang ini juga menjadi doa kita bersama. Silahkan share terimakasih.