Macam Epitel Hewan Lengkap Dengan Jenis, Ciri-ciri, Beserta Fungsinya

Apa Itu Jaringan Epitel?

Jaringan epitel (epitelium) merupakan jaringan pembatas serta pelapis yang melapisi pada permukaan organ, rongga, saluran, dan bagian luar ataupun bagian dalam pada tubuh.


Contoh jaringan epitel pada hewan yang dapat diamati secara langsung ialah kulit. Kulit memiliki fungsi untuk melindungi hewan dari berbagai macam pengaruh dari luar misalnya suhu, panas, cahaya, benda tajam dan lain sebagainya.



Jaringan epitel adalah salah satu dari empat jaringan dasar yang terdapat pada hewan. Tiga jaringan yang lain adalah 

  • Jaringan ikat (darah)
  • Jaringan otot 
  • Jaringan saraf
Pembahasan selanjutnya adalah jaringan epitel.


Jaringan epitel merupakan pekembangan yang berasal dari ektoderm, mesoderm atau endoderma.

Jenis Jaringan Epitel

Menurut posisi letak, jaringan epitel terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1.     Epidermis, jaringan epitel melapisi lapisan luar tubuh
  2.     Endotelium, jaringan epitel yang membatasi organ dalam
  3.     Mesotelium, jaringan epitel yang membatasi rongga.

Gambar Bentuk Jaringan Epitel


Pada gambar ini kita bisa amati terdapat beberapa jenis, yakni
  • Epitel silindiri 
  • Epitel pipih 
  • Epitel pipih berlapis
  • pitel silindris berlapis
Ciri-ciri Pada Jaringan Epitel
  • Sel-sel memiliki susunan sangat rapat, hampir tidak ada ruang antar sel.
  • Jaringan epitel tidak mengandung pembuluh darah, namun mengandung ujung saraf.
  • Jaringan epitel mempunyai kemampuan regenerasi yang bisa dibilang cukup tinggi. Ada pula yang dapat rusak akibat zat yang dihasilkan oleh bakteri, asam, atau asap.
Fungsi Yang Dimiliki Jaringan Epitel
Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung untuk jaringan dibawahnya dari pengaruh lingkungan luar. Jaringan tersebut fungsinya sesuai dengan struktur atau bentuknya.

Terdapat struktur yang menjari, bersilia (berambut), dan ada pula yang diselaputi oleh lendir atau mukosa. Semua struktur tersebut memiliki fungsi untuk melakukan perlindungan jaringan dibawahnya.

Pengelompokkan Jaringan Epitel
Terlepas berdasarkan letak, jaringan epitel dikelompokkan berdasar pada bentuk dan jumlah lapisan. Berdasarkan lapisannya dibedakan menjadi epitel selapis dan epitel berlapis.

Epitel selapis  
Epitel selapis memiliki susunan atas selapis sel yang sama. Terdiri dari epitel pipih selapis, kubus selapis, batang selapis, serta batang berlapis semu.
  • Epitel pipih selapis
Epitel pipih selapis terdiri dari selapis sel yang memiliki bentuk pipih. Epitel tipe tersebut mempunyai model tipis dan sifatnya permeable (dapat ditembus) untuk dilalui molekul atau ion terlarut secara difusi.

Misalnya adalah endotelium yang licin untuk meminimalisasikan gesekan pada organ sirkulasi, seperti pembuluh darah, pembuluh limfa, dan jantung.

  • Epitel kubus selapis

Epithelium kubus selapis terdiri atas selapis sel berbentuk kubus. Epitel kubus selapis terdapat pada saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan saluran pada ginjal. Memiliki peran dalam sekresi dan absorpsi.
  • Epitel batang selapis
Epitel batang berlapis terdiri dari selapis sel yang bentuknya memanjang. Epitel tersebut memiliki fungsi dalam gerakan aktif molekul, seperti absorpsi, sekresi, dan transport ion.

Misalnya pada usus halus. Epitel batang selapis ada yang memiliki silia, misalnya yang terdapat di lapisan sebelah dalam saluran rahim. Silia membantu ovum bergerak menuju rahim.

  • Epitel batang berlapis semu

Tinggi sel epitel jenis ini bervariasi. Semua sel melekat pada membrane dasar, namun hanya sel yang tinggi yang dapat mencapai permukaan apikal epithelium. Nukleus sel terdapat pada ketinggian berbeda, sehingga tampak seperti epitel ini berlapis.

Sel ini terdapat misalnya pada bagian pada saluran pernapasan, dan berfungsi mengeluarkan debu yang terperangkap pada lender dari paru-paru.

Epitel Berlapis
Epitel berlapis tersusun dari dua bahkan lebih lapisan sel. Sel-sel ini beregenerasi di lapisan bawah; artinya, sel bagian bawah terbelahh dan terdorong ke atas untuk menggantikan sel di atasnya yang lebih tua. Epitel berlapis memeliki fungsi penting yakni sebagai pelindung.

Epitel berlapis terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

  • Epitel pipih berlapis

Epitel pipih berlapis terdiri dari banyak lapisan sel dan sel di permukaannya memiliki bentuk pipih. Sel-sel di lapisan yang lebih dalam berbentuk kubus atau batang. Tipe ini berbentuk epidermis kulit, bagian dalam mulut, esofagus, dan vagina.
  • Epitel kubus dan batang berlapis
Epitel kubus dan batang berlapis jarang terdapat pada tubuh. Epitel jenis tersebut hanya ada pada saluran besar dari beberapa kelenjar, misalnya kelenjar susu, kelenjar ludah, dan pangkal esofagus, dan berperan dalam sekresi.

  • Epitel transisional

Epitel transisional ialah jaringan epitel berlapis yang bentuk sel-selnya dapat berubah-ubah. Epitel jenis ini terdapat pada organ urinari, misalnya ureter dan bagian dalam ginjal.

Fungsi epitel transisional adalah sebagai transisi ketika terjadi penumpukkan, penggelembungan dan pembesaran jaringan.

  • Epitel kelenjar

Epitel kelenjar adalah epithelium yang terdapat pada kelenjar. Ada dua jenis kelenjar, yakni kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Pada kelenjar endokrin, sel epithelium yang menghubungkan antara kelenjar dan permukaan epitel menghilang. misalnya adalah kelenjar tiroid.

Berdasarkan bentuk dan strukturnya, kelenjar eksokrin dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Kelenjar tubular sederhana. Contohnya adalah kelenjar Lieberkuhn pada usus vertebrata
  • Kelenjar tubular bergulung sederhana. Contohnya adalah kelenjar keringat 
  • Kelenjar tubular bercabang sederhana. Contohnya adalah kelenjar di lambung
  • Kelenjar alveolar sederhana. Contohnya adalah kelenjar mukus pada kulit katak 
  • Kelenjar tubular majemuk. Contohnya adalah kelenjar brunner di usus halus
  • Kelenjar alveolar majemuk. Contohnya adalah kelenjar susu
  • Kelenjar alveolar dan tubular majemuk. Contohnya adalah kelenjar ludah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel