Home » » Pemahaman Proses Transportasi Zat Melalui Membran Sel

Pemahaman Proses Transportasi Zat Melalui Membran Sel

Sel dapat melakukan kegiatan pertukaran gas ketika respirasi, menyerap vitamin, nutrisi serta mengeluarkan cairan air, dan membuang produk ekskresi. Proses keluarnya zat ini dinamakan transportasi zat. Jika begitu definisi Transportasi zat ialah proses keluar masuknya suatu zat melalui membran.

Transportasi zat bisa terjadi melalui dua cara, yakni aktif atau pasif. Saat transportasi pasif terjadi tidak membutuhkan energi, akan tetapi transportasi aktif butuh dan menggunakan energi.  


Energi ini disebut ATP. ATP tersebut digunakan guna melawan perbedaan kosentrasi. Proses zat ketika melewati membran mencakup difusi, osmosis, transportasi aktif, endositosis, dan eksositosis.




Difusi
Bila kita menuangkan satu tetes tinta ke dalam botol yang terisi air bening, maka pada waktu singkat tinta tersebut akan menyebar ke seluruh bagian cairan air. Nah, kejadian ini adalah salah satu dari contoh yang dinamakan difusi.

Difusi ialah peristiwa mengalir atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut berawal dari bagian berkonsentrasi tinggi hingga pada bagian berkonsentrasi lebih rendah. 


Gerak difusi termasuk pasif, dan ini tidak memerlukan energi. Proses difusi terjadi sebab gerak acak molekul yang berdifusi.

Pada semua sel di dalamnya terjadi proses difusi melalui membran sel. Syarat yang harus dimiliki yakni partikelnya sederhana, memiliki ukuran kecil, serta dapat larut pada air dan lemak. 

Bila cairan di sekeliling sel memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada cairan yang berada dalam sel, kejadian otomatis cairan disekeliling membran sel dapat berdifusi masuk ke dalam sel.

Terjadinya Difusi berjalan secara lambat, lalu diantara tiga jenis zat (cair, padat, dan gas), molekul gas merupakan zat yang paling mudah berdifusi. Hal-hal yang berpengaruh terhadap kecepatan difusi ialah jarak, area, dan struktur lokasi terjadi difusi.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Struktur Dan Fungsi Kromosom


Membran sel memiliki dua lapis lemak yang berfungsi sebagai penghalang molekul besar. Sebab itu, ketika melewati membran molekul sering melakukan difusi dengan bantuan protein dari membran khusus. Proses tersebut dinamakan difusi terfasilitasi. 

Protein berfungsi hanya membantu molekul yang beran rukubesar dan yang memiliki sifat hidrofilik. Protein disebut juga dengan protein kanal dan pembawa. Tentang kecepatan difusinya, ini tergantung oleh perbedaan konsentrasi dan jumlah protein yang membantu.


Contoh dari difusi terfasilitasi, adalah difusi ADP ke dalam dan difusi ATP keluar dari dalam mitokondria atau transpor glukosa pada sel darah merah.

Osmosis
Osmosis ialah perpindahan cairan air melalui membran selektif permeabel dari bagian yang lebih encer ke pada bagian yang lebih pekat. Membran semi permeabel harus mampu ditembus oleh pelarut, namun tidak oleh zat terlarut. Akibatnya, ada tekanan sepanjang membran. 

Osmosis merupakan proses fenomena alami, namun dapat dihambat dengan cara buatan yaitu dengan meningkatkan tekanan di bagian yang berkonsentrasi pekat berubah menjadi melebihi bagian yang mana konsentrasinya lebih encer. Proses osmosis dapat berhenti jika konsentrasi kedua zat sama (isotonis).

Contohnya sel darah merah ditempatkan di larutan cair yang lebih encer, maka air dapat masuk ke dalam sel darah merah, lalu sel darah merah akan menggembung atau pecah. 

Tapi, jika darah ditempatkan pada larutan berkonsentrasi lebih pekat, yang terjadi sel darah merah akan mengerut sebab air di dalam darah akan tersedot pada larutan tersebut. Cotoh larutan pekat adalah air garam.


Pada osmosis, molekul yang masuk akan menambah volume dan tekanan. Tekanan tersebut dinamakan tekanan osmosis karena ditimbulkan oleh pergerakan air dengan cara osmosis. Kegiatan pergerakan air pada sistem osomosis terkendali oleh energi bebas pelarut. Sehingga semakin pekat larutan, maka akan semakin kecil energi bebas. 

Air akan bergerak dari larutan yang berenergi bebas lebih besar (encer) ke dalam larutan yang lebih pekat. Tekanan Osmosis kepada dinding sel disebut dengan tekanan turgor.

Pompa ATP ( Transfor Aktif )
Tidak semua molekul dapat ditransport secara pasif disebabkan karena ukuranya, jadi memerlukan sistem transpor berbeda yakni transpor aktif.  

Transpor aktif ialah kegiatan pergerakan molekul zat menembus membran dengan menggunakan energi. Sumber energi tersebut berasal dari metabolik yang dihasilkan dalam bentuk ATP.

Tidak hanya membutuhkan energi saat transpor aktif, proses ini juga membutuhkan protein membran sebagai pembawa. Apa saja kelebihan transpor aktif?
  • Dapat membawa molekul yang besar.
  • Dapat melawan konsentrasi yang tidak sama.
  • Zat yang dibawa/diangkut ditimbun di dalam sel.
Eksositos Dan Endositosis
Eksositos Dan Endositosis adalah cara molekul besar melewati membran. Cara tersebut dibantu oleh lipid bilayer, yakni dengan cara menyelubungi partikel sehingga sel didalamnya terdapat dilur akan masuk ke dalam. 

Endositosis terdiri dari dua macam yakni

  • Fagositosis (penelanan bulat)  
  • Pinositosis (penelanan cair).
Eksositosis adalah penyelubungan partikel yang akan dibuang dengan membran lipid bilayer. Setelah itu membran yang terselubung partikel akan menyatu dengan membran sel, ini menyebabkan partikel di dalamnya terbebas keluar. Eksositosis digunakan untuk menyekresi sekres. Misalnya adalah insulin/neurotransmitter dari neuron.

Baca Juga: