Home » , » Nabi Ibrahim Adalah Leluhur Nusantara Indonesia

Nabi Ibrahim Adalah Leluhur Nusantara Indonesia

Teori Yang menyatakan, bahwa puak Jawa atau Bani Jawi alias rumpun Nusantara ini adalah keturunan Nabi Ibrahim dari rahim isteri ketiganya, yakni Dewi Kesturah atau Dewi Katura atau Qantura atau Kamfura. Ada teori, yang menyatakan, bahwa puak Jawa atau Bani Jawi alias rumpun Nusantara ini adalah keturunan Nabi Ibrahim dari rahim isteri ketiganya, yakni Dewi Katura atau Qantura atau Kamfura. Yang merupakan keturunan umat Nabi Nuh AS yang selamat dari banjir besar dunia.

Kantura atau Kamfura artinya adalah “Wanita yang harum baunya”, dan memang “Kamfura” alias kamper alias kapur barus atau dupa wangi pada zaman dulu , tumbuhannya hanya ada di pulau-pulau Nusantara, tidak ada di negara lain. Bahkan terutama, adanya adalah di daerah Barus, Sumatera.

Dewi Ketura atau Siti Ketura atau bisa juga “Kamfura” (bahasa Ibrani: קְטוּרָה, Ktura ,Qəṭûrā, artinya "dupa atau kemenyan"; bahasa Inggris: Keturah) adalah istri ke-3 (atau selir) Abraham (Nabi Ibrahim AS) menurut Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama Alkitab Kristen/Injil/Bible.

Siti Ketura berasal dari Nusantara. Sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu, memang Nusantara sudah berhubungan dengan daerah Mediteranian Kuno, Timur Tengah dan Afrika. Orang-orang Nusantara, setelah masa banjir besar berlalu, memang telah akrab dengan perahu-perahu arung laut atau kapal laut. Kapal-kapal orang Nusantara lebih tangguh dari kapal-kapal produksi orang Mediteranian Kuno (termasuk Turki Kuno) yang belayar disekitar Laut Tengah dan Laut Hitam. Hal ini menunjukan bahwa, secara genetika orang Nusantara ilmu perkapalannya terhubung langsung dengan Nabi Nuh AS yang mampu membuat kapal kayu raksasa.

Maka tidaklah mengejutkan bagi arkeolog, bahwa rempah-rempah, oleh pedagang/ pelaut Nusantara telah di perdagangkan hingga ke Mesir Kuno (lihat proses Mummy Fir’aun), dan Mediterian Kuno pada 3000 tahun sebelum Masehi. (Mediterania-Iraq, tempat tinggal pertama Nabi Ibrahim AS sebelum akhirnya mengembara ke Mekkah dan Palestina). Bukti gambaran kapal laut Nusantara kuno saat ini bisa kita saksikan pada relief Borobudur.

Abraham mengambil Ketura sebagai istrinya setelah Sara meninggal dan sebelum Ishak dan Ribka mempunyai anak, sebab Ribka pada mulanya dianggap mandul, dan baru melahirkan anak-anak ketika Abraham berusia 160 tahun (sedang Ishak berusia 60 tahun).

Ketura melahirkan 6 putra untuk Abraham:

  1. Zimran
  2. Yoksan, yang memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum.
  3. Medan
  4. Midian, yang memperanakkan Efa, Efer, Henokh (atau Hanokh), Abida dan Eldaa.
  5. Isybak
  6. Suah

Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari selir-selirnya ia memberikan pemberian yang cukup; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu Abraham hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur. Keturunan anak-anak Ketura menjadi suku-suku Arab yang tinggal di selatan dan timur Kanaan. Dan ada juga tafsir yang menyebut mereka pergi ke Nusantara / Tanah Jawi.

Gambar silsilah bani Jawi Nusantara

Tafsiran
Sejumlah filsuf Yahudi menganggap Ketura sama dengan Hagar, dimana Abraham mengambilnya kembali menjadi istrinya setelah Sara mati. Tafsiran ini dicatat pada catatan Midrash dan didukung oleh rabi-rabi Rashi, Gur Aryeh, Keli Yakar, dan Obadiah dari Bertinoro. Tafsiran yang berlawanan, menyatakan bahwa Ketura berbeda dengan Hagar, didukung oleh rabi-rabi Rashbam, Abraham ibn Ezra, Radak, dan Nahmanides (atau Ramban). Silsilah Ketura and Hagar di “Kitab 1 Tawarikh” jelas berbeda.

Penganut ajaran Bahá'í percaya bahwa pendiri kepercayaan ini, Bahá'u'lláh, adalah keturunan baik Ketura maupun Hagar. Sejumlah penulis di abad ke-18 beranggapan keturunan Ketura adalah orang-orang Afrika. Olaudah Equiano mengutip teolog John Gill yang menganut paham ini dalam bukunya.

Filsuf Reb Yakov Leib HaKohain dalam pengajaran “Donmeh West dari Neo-Sabbatean” menyebutkan bahwa keturunan Ketura pindah ke timur dan menjadi pendiri agama Hindu, Buddha dan Shinto, yang bisa dianggap sebagai agama-agama yang berasal dari ajaran Monotheisme Abraham.Tentu saja agama-agama itu kini sudah berubah dari ajaran awal Abraham karena proses sejarah kehidupan selama ratusan ribu tahun menghasilkan penyelewengan-penyelewengan dan perusakan akidah dan ritual.

Baca Juga : Sejarah dan Biografi Sisingmangraja XII

Keturunan dari istri ke 3 Abraham
Menurut sebuah manuskrip kuno, bangsa Melayu berasal dari keturunan Nabi Ibrahim dgn isteri ketiga beliau bernama Siti Qatura/Keturah. Setelah kewafatan Sarah, Nabi Ishak AS telah merayu Nabi Ibrahim AS untuk berkahwin dengan ibu angkat beliau dari kerajaan Champa Kuno (bukan Champa Baru di era Angkor).

Akhirnya Nabi Ibrahim AS bersetuju dan berkahwin dengan Siti Keturah dan telah dikurniakan Allah 6 orang anak : - Zimran, Jokshan, Medan, Midian, Ishbak dan Shuah. Anak-anak mereka inilah menjadi nenek moyang dari bangsa Melayu/ Nusantara/Bani Jawi. Melayu diambil dari perkataan 'Mala' (nama bangsa asli Keturah). Nama ini sama dengan nama yang tertulis dalam manuskrip yang diteliti oleh Ralph Olssen.

Bukan itu saja, keturunan Keturah inilah yang banyak tinggal diTanah Melayu, Sumatera, Jawa, Borneo, Sulawesi dan Mindanao. Kesemua tempat ini merupakan tempat yang mempunyai tulisan kuno yang diadaptasi dari tulisan Semitik kuno. Tulisan Rencong adalah tulisan resmi Melayu.

Jawa dan Bugis juga mempunyai tulisan yang hampir serupa. Agama resmi Melayu adalah agama Jawi. Agama Jawi adalah agama Monotheisme Nabi Ibrahim a.s. Penggalian di sebuah daerah di Jordania menemukan kota purba yang bernama Jawi/Jawa. Keturah bukanlah ber-etnis Melayu. Walaupun beliau melahirkan bangsa Melayu, Keturah adalah dari bangsa Mala. Melayu adalah bangsa Mala yang mempunyai darah keturunan Nabi Ibrahim AS.

Semua bangsa seperti Jakun, Iban, Kadazan, Melanau, Bajau, dan seumpamanya adalah merupakan bangsa asal Mala. DNA bagi bangsa ini adalah 01m-19a. Ini menerangkan Keturah mungkin berasal dari satu kerajaan purba yang dulu pernah ada di Timur ketika zaman Nabi Ibrahim AS. Bagaimana Ptolemy dari Yunani-Romawi kuno dapat mengetahui peta lengkap Semenanjung Tanah Melayu pada abad kedua Sebelum Masehi berserta gelaran Golden Chersonese (Semenanjung Emas-Swarnabhumi) padahal kalau mengikuti sejarah modern orang-orang Barat hanya baru sampai di dunia sebelah sini selepas ekspedisi penjelajah Spanyol dan Portugis seperti Magellan?

Sama seperti Piri Reis yang membuat peta paling misterius di dunia berdasarkan manuskrip peta-peta kuno, Ptolemy juga tampaknya mendapat sumber yang sama, yaitu dari manuskrip peta-peta kuno lama sebelum era Yunani, sebahagiannya dari era Firaun kuno.

Rumpun Arya atau Aryan :
Suku kaum Aryan ini adalah kaum pahlawan yang memiliki kepakaran dalam Kesusasteraan Weda atau Vedic India/Parsi.Para sarjana geneologi dan antropologi telah mengkaji kaum Aryan ini sejarahnya dapat ditelusuri sehingga kerajaan purba Scythia iaitu satu kawasan yang melewati perbatasan Parsi-India,lebih utara dari Bactria.

Banyak sarjana mempercayai agama purba Zoroaster/Zaradhustra berasal dari timur Iran di mana kaum Kamboja/Champa berasal. Beberapa sarjana telah menjejaki misteri kaum Aryan ini sehingga ke inkripsi purba Iran yang ada menyebut nama Kambujiya,satu keturunan diraja/kerajaan Kambujiya.

Kambujiya adalah nama dalam ranah Parsi Kuno. Nama Kambujiya di dalam bahasa Yunani ialah Cambyses. Kambujiya atau Kambaujiya adalah nama kepada beberapa raja-raja Parsi dalam dinasti Achaemenid. Emperor/kekaisaran Cambyses/Kambujiya adalah warisan dari Madayu (Mada,Medes, Madyan, Midian,Medea) yang telah memerintah lebih lama sebelum Kaisar Cyrus The Great menaiki takhta. Lihat susunan dibawah ini:

  1. Keturah,
  2. Nabi Ibrahim,
  3. Jawi,
  4. Cambyses
  5. Kambuja
  6. Scythia
  7. Manessah
  8. Mala
  9. Malai
  10. Mada
  11. Mada-yu
  12. Mala
  13. Mala-yu

Siapakah The Lost Tribe of Mala? Apa kaitan The Lost Tribe of Israel
(Manessah dari jurai keturunan Joseph/Nabi Yusof) dengan bangsa Mala?
Apakah yg terjadi antara bangsa Melayu dan Yahudi 2,000 tahun sebelum masehi?

Jika Red Indian dan Tanah Amerika bukan 'The Promised Land' jadi dimanakah 'The Promised Land' atau “Tanah yang dijadikan” sebenarnya? Mungkinkah Nusantara adalah “tanah yang dijanjikan” itu? Karena Nusantara adalah tanah yang subur makmur gemah ripah loh jinawi .

"Menurut Ibnu Athir, seorang ahli sejarah Islam terkenal, bangsa Melayu dikatakan berasal dari keturunan Nabi lbrahim AS. Bangsa Melayu, menurut beliau, ialah Bani Jawi, yaitu keturunan lbrahim AS, dari isterinya yang ketiga bernama Qatura. Bagi anak-anak dari keturunan Qatura ini, baginda telah memerintahkan agar berpindah ke timur dengan memberikan bekalan-bekalan yang perlu bagi memulakan hidup baru, maka mereka pun meninggalkan Tanah Kanaan untuk berpindah ke Timur. Dikatakan bahwa Nabi Ibrahim AS, itu melahirkan tiga keturunan yang besar, pertama ialah bangsa Arab, dari keturunan anaknya Ismail AS.

Kedua ialah bangsa Israel dari keturunan Ishak AS, dan ketiga ialah bangsa Melayu (Bani Jawi) dari keturunan anaknya hasil perkahwinan dengan Qatura. Sejak dari zaman dahulu , orang-orang Arab memanggil kepulauan Tanah Melayu ini sebagai Tanah Jawi. Bani itu berarti anak-anak atau keturunan, sebagaimana juga nama Bani Lavi (Levi) dari puak Israel ."

0 komentar:

Post a Comment