Home » , , » Cerita Mistis !!! Gunung Pegat Jalan Ngadirojo-Baturetno

Cerita Mistis !!! Gunung Pegat Jalan Ngadirojo-Baturetno

Siapa yang tidak mengenal jalan Gunung Pegat?, jalan tersebut adalah jalan Ngadirojo-Baturetno, tepatnya di daerah desa Ngadiroyo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Konon bila ada pengantin baru yang melewati jalan tersebut maka hubungan mereka tidak akan langgeng alias bercerai.

Dari cerita rakyat sekitar gunung Pegat, dulu ada seseorang bernama Mbah Glondor yang meninggal disitu, Mbah Glondor sakit hati dan menjadi duda karena ditinggal menikah oleh kekasihnya. Dia berjanji tidak akan menikah dan menjadi duda hingga akhir hayatnya, disinilah katanya arwah Mbah Glondor akan mengganggu pengantin baru yang melewati gunung tersebut hingga berpisah.

Konon Mbah Glondor juga usil mengganggu pasangan muda-mudi, anehnya setiap pasangan yang lewat berujung ribut, pertengkaran mulut dan berpisah. Begitu juga pasangan pengantin baru mereka bertengkar dan akhirnya berpisah.

Arti Nama Gunung Pegat
Kata pegat adalah salah satu bahasa Jawa, dalam bahasa Indonesia mempunyai arti pisah/bercerai/belah. Nama Gunung Pegat ini karena dulu untuk melewati Jalan Ngadirojo Dari Ngadirojo ke arah Baturetno/Pacitan harus melewati gunung, karena itu Progam Pemerintah gunung tersebut dibelah untuk dijadikan Jalan.


Karena dulu tahun 1980-an Wonogiri terkena banjir dan akhirnya dibuat Waduk Wonogiri. Sehingga akses jalan dari Ngadirojo ke Pacitan dibuat kan jalan dengan membelah gunung yang hingga sekarang terkenal dengan Gunung Pegat.

Cerita Mistis
Cerita mistis juga banyak terdengar di Gunung tersebut. Kami menemui seorang Juru Kunci Gunung Pegat bernama Mbah Suratno (58), beliau juga seorang paranormal rumahnya tidak jauh dari Gunung Pegat, sekitar hampir 1 Km. Menurut Cerita Beliau, digunung Pegat ada pintu menuju kerajaan Gaib. Pintu tersebut terletak disebelah Utara jembatan yang menghubungkan jalan. Sekitar 300 meter ke utara disana terdapat sebuah batu, disitulah pintu Gaib berada.

Baca Juga :

Mbah Surat sendiri tidak membenarkan adanya cerita tentang pengantin baru / pasangan yang berpisah bila melewati gunung Pegat, itu tergantung dari persepsi dan kepercayaan individu. Namun soal pintu gaib Mbah Suratno membenarkan, entah diantara percaya atau tidak. Mbah Suratno juga sering kalau malam Jumat Kliwon begadang diutara Jembatan tersebut. 

Mbah Suratno Juga bercerita sering ada  penampakan hantu berwujud peri, terkadang hantu tersebut membonceng orang lewat dijalan tersebut, dan sesampainya di batas gunung Pegat atau jembatan, hantu tersebut lalu menghilang.

Mas Abdul salah satu warga juga mengatakan banyak kejadian, orang lewat disitu melihat peri tersebut sedang berjalan di samping jalan.

Walaupun banyak cerita miring dan mistis, hendaknya kemanapun kita pergi selalu berdoa dan memohon perlindungan terhadap Tuhan. Tidak dapat dipungkiri kita manusia tidak hidup sendiri, tetapi juga bersanding dengan hal gaib dan para jin. Tetap waspada dan pasrah pada Tuhan adalah kunci utama. 

Baca Juga :