Home » , , , » Misteri Gunung Lawu Dan Sumur Jolotundo

Misteri Gunung Lawu Dan Sumur Jolotundo

Puncak Gunung Lawu, hingga saat ini masih meninggalkan ragam pertanyaan yang sampai saat ini menyisakan tanda tanya. Bisa dibilang banyak yang belum terungkap. Cerita dan kisah yang masih berjalan dan menyambung mulut ke mulut, seakan tidak ada habisnya.

Puncak Lawu masih meninggalkan beragam tanya yang sampai saat ini belum banyak yang terungkap. Cerita yang berkembang di masyarakat lereng Gunung Lawu seakan tiada habisnya.

Misteri Lawu

Selain banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, Lawu juga menjadi tempat pariwisata yang indah. Kearifan budaya lokal yang terjaga, membuat Lawu tetap lestari hingga saat ini.

Disebut juga gunung purba, meski demikian ekosisitem dan keindahan sungguh terjaga. Gunung yang memisahkan dua provinsi tersebut banyak juga yang menyebutkan dengan nama, gunung seribu misteri, seribu jamu dan seribu bunga. Nama-nama tersebut pantas disandangkan untuk gunung tersebut.
"Berbagai macam spesies bunga langka ada di sini, termasuk anggrek hitam Lawu yang sangat langka ada di Lawu. Demikian juga banyak tanaman obat juga tumbuh subur di hutan ini," jelas Karwo, juru kunci Gunung Gandul, Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014). 
Dulu, awal nama Lawu adalah Wukir Mahendra, mempunyai puncak yang datar. Keadaan tersebut terjadi karena erupsi hebat beribu-ribu tahun yang lalu. Sumur misterius juga terdapat di puncak Lawu.

Menurut Karwo (Juru Kunci), itu sumur bukan sembarang sumur. Sumur yang bernama Jalatundha ini mempunyai jalur sampai ke laut selatan.
"Meski namanya sumur namun bentuknya adalah sebuah gua kecil yang disebut Sumur Jolotundo. Gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam lima meter lebih dan berbentuk seperti obat nyamut atau berbentuk seperti spiral," terangnya.
Sumur tersebut dikeramatkan oleh masyarakat sekitar dan tempat tersebut sering sekali digunakan untuk menyepi. Detail bentuk adalah lubang diameter 3 meter. Untuk menuruninya masuk ke-dalam harus menggunakan tali dan penerangan lampu senter karena gelap. Di dalam terdapa pintu, pintu goa dengan memiliki garis tengah 90 centimeter. Anehnya, dari sana bisa terdengar deburan ombak. Konon itu adalah suara deburan ombak berasal dari pantai selatan.

Karwo menerangkan, bahwa meski orang awam sekalipun, dapat mendengar deburn ombak dari sumur Jolotundo. Malangbot/hembusan bafas Lawu berada di Pacitan Jawa Timur.

"Artinya gunung itu memang diam, tapi di dalamnya ada rongga atau lempeng dan berada di Pacitan," jelasnya. 
Puncak, berjumlah tiga yakni, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Kini memang jalur tersebut dijadikan jalur komersil bagi para pencinta alam. Pada bulan Suro, biasanya banyak pendaki yang berdatangan dan mendaki.

Sebenarnya pintu masuk ke Gunung Lawu, berawal dari Candi Cetho, Ngargoyoso, Karanganyar. Sedang jalur pendakian ke puncak gunung tersebut yaitu Cemoro Kandang, Tawangmangu Karangnyar, dan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur. Kalau dibaratkan rumah merupakan bagian belakang dapur.

"Kan ada itu tradisi turun temurun nek munggah ki metua lor yen mudhun metu kidul. (jika naik Lawu lewat utara dan turunnya lewat Selatan," ujar Karwo.

Satu lagi hal menarik dan misterius dari Wukir Mahendra, Diambil dari manapun dan sudut sebelah manapun, Gunung tersebut akan memiliki bentuk sama dan tidak berubah.


0 komentar:

Post a Comment