Home » , , , » Misteri Rumah Tiban Desa Semen Jatisrono Wonogiri

Misteri Rumah Tiban Desa Semen Jatisrono Wonogiri




Desa Semen yang terletak paling timur wilayah Kecamatan Jatisrono, Wonogiri. Desa tersebut berbatasan wilayah dengan kecamatan Sologohimo. 

Desa setempat, tepatnta RT 02 RW 03, disana terdapat rumah tiban yang sudah lawas. Mbok Sinem ( 83 ) atau yang sehari - hari para warga menyebutnya Mbok Darno adalah juru kunci rumah tiban saat ini.

Mbok Darno bersama-sama dengan suaminya, Darno adalah generasi ketiga yang memegang sebagai juru kunci rumah tersebut. Mbah Darno mewarisi dari ayahnya. 

Namun kini Mbok Darno hidup dirumah itu seorang diri, karena suaminya, Darno telah meninggal, setahun yang lalu pada usia 98  tahun. Rumah Tiban yang dikeramatkan oleh warga tersebut sudah berada di desa Semen sejak 400 tahun atau 4 abad silam.

Baca Juga

Mbok Sinem menceritakan, rumah ini merupakan peninggalan Wali Songo, itu kenapa sebabnya rumah tersebut disebut dengan nama Rumah Tiban. 


Bagian Rumah Yang Angker Dan Keramat


Susunan atap rumah ini terbuat dari daun alang - alang yang tumbuh dipekarangan belakang rumah. Pada susunan kerangka rumah ini, tiang tengah berjumlah empat (soko) menurut cerita adalah bagian yang paling keramat. Sama sekali keempat cagak tersebut belum pernah diganti sama sekali. Tiang -tiang tersebut memiliki warna gelap dan hitam, dan dibungkus dengan kain warna putih.


Keterangan Warga

Misteri Rumah Tiban Desa Semen
Add caption
Menurut Kasinem salah satu warga setempat, memberikan keterangan bahwa rumah tersebut angker. Bila daun atap/daun alang-alang tersebut dipakai selain atap rumah tiban maka penghuninnya akan mati. Begitu juga apa bila daun tesebut digunakan untuk memberi makan ternak, maka ternak juga akan mati.

Mbok Darno memiliki anak sebanyak 10 orang, yaitu 5 putra dan 5 putri. adapun nama mereka adalah Tarmi, Wiwik, Prihati, SArjumi, Warto, Partu, Sumar, Suryatin, Prihatin dan Parti. Mbok Sinem juga memiliki cucu sejumlah 5 orang anak.

Baca Juga

Banyak juga tamu yang berkunjung di ruah tiban desa Semen terebut, ada dari Semarang, Ponorogo, Surakarta dan kota-kota luar lainnya. Adapun rumah tersebut ramai pada setiap malam Jumat. Tujuan para tamu disinyalir mempunyai keinginan dan kebutuhan, meminta dan memohon agar dapat terwujud.

0 komentar:

Post a Comment