Home » , » Kapal Hantu Muncul Di Jepang Dan Penyebabnya Sangat Menyedihkan

Kapal Hantu Muncul Di Jepang Dan Penyebabnya Sangat Menyedihkan

Kapal hantu atau cerita tentang kapal miterius hanya berhenti dan populer di cerita karangan atau fiksi. Kisah kapal juga dibuat novel dan juga cerita horor. Namun siapa sangka, dikehidupan nyata ternyata ada kapal-kapal hantu tapi tidak mendapat perhatian banyak publik pada bulan November tanggal 27 kemarin, tahun 2017, ada satu lagi kapal yang didalamnya berisi 8 kerangka manusia terbawa arus ke perairan Jepang, lokasi tepatnya di Prefektur Akita. Walau berita tersebut menghebohkan dan viral menjadi kisah misteri di negara lain, pada kenyataannya siapa sangka, hal ini sering terjadi di berbagai wilayah Negara Jepang.

Telah dilansir oleh BBC, beberapa hari sebelum penemuan tersebut, ada kapal serupa yang telah diketemukan dengan kondisi kru kapal masih hidup, namun naasnya mereka kelaparan dan kedinginan. Sejak pada tahun 1980-an, kapal-kapal yang berisi mayat atau bercampur dengan orang berkondisi kelaparan, sering sekali ditemukan di Jepang dan disekitar perairan. Keberadaan kapal - kapal misterius ini jelas dan pasti menimbulkan pertanyaan, akan tetapi lama-kelamaan para ahli dan peneliti yakin kalau mereka come from Korea Utara.

Banyak warga Korea Utara yang diperkirakan melarikan diri menggunakan kapal. Namun sejak ada pemimpin baru Negara Kora Utara, semakin banyak kapal hantu bermunculan. Ada yang membelot dan ada juga warga KorUt dipaksa untuk melaut mencari ikan. Sungguh kasihan dan tragis. Simak ya pembaca? Conggado, akan membeberkan kisah menyeramkan dan menyedihkan.

Dari Japanese Coast Guard, Data menyebutkan sejak tahun 2011, emakin banyak bermunculan kapal berjumlah puluhan, diduga datang dari KorUt. Mengenaskan sekali, sebagian kru sudah menjadi mayat.  Tercatat sudah sebanyak 57 kapal hantu, sepanjang tahun 2011 pernah berlabuh, beberapa diantaranya mereka adalah pembelot. Motif mereka melarikan diri dengan menggunakan kapal, dugaan adalah karena krisis pangan yang terjadi di Korea Utara.. 

Pada Tahun 2013, jumlah kapal hantu ditemukan sebanyak 80 kapal. Ambisi KorUt di sektor bidang perikanan diduga kuat sebagai banyaknya kapal yang terdampar. Banyak nelayan yang dipaksa untuk melaut walau cuaca ekstreem dan dengan menggunakan peralatan minimum. Padahal pada tahun 2012 menurun sebanyak 47 kapal. Peningkatan tajam memang terliht tahun 2013. Satoru Miyamoto, ahli dari Korea Utara meyakinkan bahwa kapal kapal hantu yang datang ke Jepang berasal dari KorUt, ini merupakan imba dari pernyataan Kim Jong-Un untuk memperluas industri perikanan.

Kapal yang mereka gunakan tidak canggih dan megah. Japanese Coast Guard menemukan sebagian besar kapal, tidak layak untuk digunakan untuk nelayan mencari ikan. Satoru Miyamoto, sekali lagi menyatakan, penangkapan hasil laut yang dilakukan oleh para awak kapal yang kurang ahli dalam berlayar. Pemetaan kondisi cuaca buruk adalah salah satu penyebab kenapa banyak nelayan dari KorUt terdampar mengenaskan hingga di perairan Negara Jepang.

Kapal Hantu yang berlabuh ke Jepang, berisikan sekelompok pembelot yang mempunyai misi ingin merdeka dari KorUt. Kasus ini sudah dari tahun 1987 sampai 2011, meski belum pasti jumlah pembelot yang berhasil melarikan diri. Sekitar 24 pembelot yang melarikan diri. sebagian ada yang memmang terbawa arus dan sebagian ada yang memang bertujuan ke Jepang.

Setelah dilakukan analisis, berupa penggeledahan kapal, ditemukan robekan bendera yang mirip bendera Negara KorUt. Bahkan ada yang bertuliskan militer KorUt. Analisis terebut emakin memperkuat bahwa ambisi peluasan industri perikanan dilakukan untuk memperkuat militer.

Kapal Hantu  yang ditemukan 15 November  sampai 27 November, ada 4 kapal yang terdampar ke Jepang. Beberapa awak selamat berjumlah 11, dan lainya tewas menjadi mayat dan ada juga yang menjadi tulang belulang. Interogasi dilakukan, kebanyakan mereka mengaku sebagai nelayan mengalami kerusakan pada kapal karena cuaca buruk.

Krisis Maknan terjadi dibeberapa daerah KorUt. Ini diduga menjadi penyebab banyaknya nelayan yang melarikan diri lewat jalur laut. Indikasi kerisis makanan dan kelaparan dijadikan pembelot melarikan diri. Komunitas Internasional juga telah membebani KorUt dan sanksi embargo. Ini menyebabkan sumber pangan tersendat sementara Pyongyang harus melunasi ambisinya mewujudkan militer yang mereka impikan. Warga sipil KorUt yang menjadi korban, dan menanggung dampak terparah dari ambisi yang elit KorUt tersebut.

0 komentar:

Post a Comment