Home » » Istilah Pada Biologi Molekuler Dan Tehniknya

Istilah Pada Biologi Molekuler Dan Tehniknya

Biologi Molekuler adalah cabang dari ilmu biologi yang kajiannya berfokus dalam bidang makromolek, protein, lipid dan komponen molekul lain dari sel. DNA adalah salah satu kajian dalam biologi molekuler.  

Untuk pembahasan lebih lanjut mari kita ulas istilah-istilah dalam Biologi Molekuler.

Apa Itu RNA?
RNA adalah salah satu kajian dalam biologi molekuler. Molekul RNA adalah asam nukleat unik yang memiliki fungsi penting dalam sintesis protein. Terbagi dalam tiga kelas utama molekul RNA, yaitu
  • RNA, 
  • RNA transfer
  • RNA ribosom
Polimer
Polimer adalah salah satu bidang kajian biologi molekuler
Polimer ialah molekul besar atau makromolekul yang terdiri dari banyak molekul kecil yang sama terkait bersama-sama. Molekul-molekul yang berukuran lebih kecil individu dinamakan monomer.

Difusi, Transportasi Pasif, dan Osmosis
Difusi dan Osmosis terjadi pada cairan yang memiliki konsentrasi berbeda. Difusi ialah kecenderungan molekul untuk melakukan penyebaran ke ruang tersedia. Tanpa ada kekuatan luar dan berbeda pada area kerja, zat akan melakukan pergerakan atau berdifusi dari lingkungan yang memiliki konsentrasi tinggi ke lingkungan yang mempunyai konsentrasi lebih rendah.

Protein
Protein merupakan molekul yang sangat penting dalam sel. Mereka mempunyai fungsi banyak ragam dan semua pada umumnya dibangun dari satu set duapuluh (20) asam amino.

Fungsi Protein
Protein merupakan molekul penting dalam sel kita. Setiap protein pada tubuh mempunyai fungsi yang spesifik. Protein juga memiliki fungsi guna membentuk tubuh.

Asam Nukleat
Asam nukleat memungkinkan organisme untuk melakukan transfer informasi genetik dari generasi satu kepada generasi selanjutnya.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu dari empat kelas utama senyawa organik pada sel hidup. Karbohidrat istilah yang digunakan saat mengacu pada sakarida atau gula serta turunannya.

Lipid atau Lemak
Lipid mempunyai banyak ragam, baik pada struktur serta fungsi masing-masing. Misalnya lipid termasuk lemak, fosfolipid, steroid dan malam.

Fosfolipid
Fosfolipid adalah bagian pada lipid polimer biologis. Satu fosfolipid terdiri dari dua asam lemak, unit gliserol, gugus fosfat dan molekul polar.

Karbon Monoksida
Informasi dan sumber daya yang berhubungan dengan efek dari karbon monoksida serta keracunan karbon monoksida.

Antibodi
Antibodi merupakan protein khusus melindungi terhadap zat-zat asing di dalam tubuh. Antibodi dibuat oleh sel-sel darah putih yang disebut sebagai sel B yang melakukan perkembangan dari sel-sel induk sumsum tulang.


Tehnik Pada Biologi Molekular (Source: Wikipedia)


Kloning ekspresi
Salah satu teknik dasar biologi molekular adalah kloning ekspresi, yang digunakan misalnya untuk mempelajari fungsi protein. Pada teknik tersebut, potongan DNA penyandi protein yang diinginkan ditransplantasikan ke suatu plasmid (DNA sirkuler yang biasanya ditemukan pada bakteri. Dalam teknik ini, plasmid disebut sebagai vektor ekspresi).

Plasmid yang telah mengandung potongan DNA yang diinginkan tersebut kemudian dapat disisipkan ke dalam sel bakteri atau sel hewan. Penyisipan DNA ke dalam sel bakteri disebut transformasi, dan dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti elektroporasi, mikroinjeksi, dan secara kimia. 

Polymerase Chain Reaction (PCR)
Polymerase chain reaction adalah teknik yang berfungsi pada proses membuat salinan DNA. PCR memungkinkan sejumlah kecil sekuens DNA tertentu disalin hingga jurtaan kali untuk diperbanyak , untuk memudahkan analisis, atau dimodifikasi secara tertentu. 

Proses PCR untuk memperbanyak DNA melibatkan serangkaian siklus temperatur yang berulang dan masing-masing siklus terdiri atas tiga tahapan. 
  • Tahapan yang pertama adalah denaturasi cetakan DNA (DNA template) pada temperatur 94-96 °C, yaitu pemisahan utas ganda DNA menjadi dua utas tunggal. Sesudah itu, dilakukan penurunan temperatur. 
  • Tahap kedua sampai 45-60 °C yang memungkinkan terjadinya penempelan (annealing) atau hibridisasi antara oligonukleotida primer dengan utas tunggal cetakan DNA. Primer merupakan oligonukelotida utas tunggal yang sekuens-nya dirancang komplementer dengan ujung fragmen DNA yang ingin disalin; primer menentukan awal dan akhir daerah yang hendak disalin. 
  • Tahap ketiga ialah tahap ekstensi atau elongasi (elongation), yaitu pemanjangan primer menjadi suatu utas DNA baru oleh enzim DNA polimerase. Temperatur pada tahap ini bergantung pada jenis DNA polimerase yang digunakan. Pada akhirnya, satu siklus PCR akan menggandakan jumlah molekul cetakan DNA atau DNA target, sebab setiap utas baru yang disintesis akan berperan sebagai cetakan pada siklus selanjutnya.

Elektroforesis Gel
Elektroforesis gel adalah salah satu teknik utama dalam biologi molekular. Prinsip dasar teknik ini adalah bahwa DNA, RNA, atau protein dapat dipisahkan oleh medan listrik. Dalam hal ini, molekul-molekul tersebut dipisahkan berdasarkan laju perpindahannya oleh gaya gerak listrik di dalam matriks gel. 

Laju perpindahan tersebut bergantung pada ukuran molekul bersangkutan. Elektroforesis gel pada umunya dilakukan guna untuk analisis, tapi dapat pula digunakan sebagai teknik preparatif untuk memurnikan molekul sebelum digunakan dalam metode-metode lain, contohnya spektrometri massa, PCR, kloning, sekuensing DNA, atau immuno-blotting adalah merupakan metode-metode karakterisasi lebih lanjut.