Home » , » Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Adanya eksploitasi hutan tropis menjadi lahan pertanian dan penggundulan hutan, berdampak besar pada proses hilangnya sumber daya alam hayati. Indonesia memiliki daftar terpanjang jenis tumbuhan dan hewan yang terancam kepunahan. 

Sudah tercatat paling tidak, ada 126 jenis burung, 63 jenis hewan mamalia, dan 21 jenis hewan melata yang dinyatakan terancam punah. Populasi kayu ramin menipis, kayu gaharu, dan kayu cendana terancam punah.


Dengan menurunnya keanekaragaman hayati, manusia perlu melakukan upaya dan aktivitas yang dapat melestarikan dan mengembangkan keanekaragaman hayati. Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian In situ dan Ek situ.


Pelestarian In situ, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. Contohnya sebagai berikut.
  • Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.
  • Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.
  • Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
  • Pelestarian terumbu karang di Bunaken.
  • Pelestarian ek situ, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupannya. Contohnya sebagai berikut.
  • Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nuftah.
  • Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.


Featured Post

Rumah Sederhana Ala Jepang - Small House Design Interior Photos

Lahan sempit untuk membuat rumah bukan kendala untuk menciptakan tempat untuk dihuni. Banyak sekali model rumah minimalis yang bisa anda c...