Home » , » 5 Pengertian Tembang Macapat Dan Strukturnya

5 Pengertian Tembang Macapat Dan Strukturnya

Pengertian Tembang Macapat Dan Strukturnya - Tembang macapat adalah tembang yang memilik pengertian beraneka ragam. Disini kita akan membahas 5 pengertian Macapat dan Strukturnya. Dalam Jawa 5 pengertian tersebut dinamakan Panca Grahita. Selain itu pada postingan lain ada pembahasan tentang, Watak, Macam dan Kegunaan serta apa itu Sasmita Macapat.

Tembang Macapat

Macapat sementara orang, mengatakan dari kata "maca-papat-papat", yang berarti membaca empat-empat, pengertian seperti. ini sudah "salah kaprah", keliru tetapi dianggap benar. Tetapi menurut pembagian sekar/tetembangan macapat berarti tembang waosan yang keempat, sering disebut tembanig cilik, atau macapat.

Tembang macapat adalah lagu yang terikat oleh aturan-aturan tertentu, antara lain:
  1. Terikat banyaknya gatra, yaitu banyaknya baris tiap baitnya.
  2. Guru wilangan, banyaknya suku kata dalam baris tembang.
  3. Guru lagu, jatuhnya suara akhir, atau dhong-dhingnya (a, i, u, e) pada tiap gatra (baris tembang).
  4. Tidak terdapat lampah dan pedhotan.
  5. Jumlah gatra, jumlah suku kata pada sekar macapat tidak tentu banyaknya. (Tiap-tiap macapat berbeda).
  6. Jumlah suku kata pada setiap gatra, sedikitnya empat dan paling banyak duabelas, dan lain-lain.
Sampai hari ini masih ada beberapa anggapan yang berbeda tentang arti macapat. Di antara pemerhati macapat belum ada kesamaan penapat yang padu dan tegas. Jika dicermati adanya perbedaan makna macapat sebenarnya tergantung oleh penalaran (grahita) masing-masing orang. Dalam hubungan ini makna macapat dapat dibedakan menjadi lima macam yang dinamakan Panca Grahita. Panca adalah lima, Grahita memiliki arti pengertian. Lima hal yang menjadi alasan mengapa disebut macapat.

Tembang Macapat Macapat sementara orang, mengatakan dari kata "maca-papat-papat", yang berarti membaca empat-empat, pengertian seperti. ini sudah "salah kaprah", keliru tetapi dianggap benar. Tetapi menurut pembagian sekar/tetembangan macapat berarti tembang waosan yang keempat, sering disebut tembanig cilik, atau macapat.

Baca Juga:
Panca Grahita Macapat

Pertama, Padmopuspito (1985:13) mencoba menguraikan dari sisi etimologi rakyat, bahwa macapat itu berasal dari kata maca papat-papat. Pengertian tersebut juga dapat dinalar, karena saat membaca macapat hampir selalu silabik, empat suku kata, lalu bernafas. Ada lagi yang berpendapat bahwa macapat dari kata maca dan empat, yaitu membaca empat-empat. 

Kedua, saya berpendapat bahwa macapat itu berkaitan dengan cara melagukan dengan grgegel. Gregel merupakan luk pemanjangan suara dengan penuh estetis, aik turunya. Nggregel yang bagus adalah tidak melebihi empat gregel (perpanjangan) suara. Jika naik turunnya suara tiap titilaras digregel lebih dari empat suku kata (ambegan) kurang begitu indah. 

Ketiga, macapat juga berasal dari bahasa Sansekerta, yang berasal dari kata waca. Kata waca, berarti klesik-klesik. Waca dalam bahasa Jawa Kuna menjadi kata maca, pat dari kata patha berarti bacaan. Macapat berarti wacan dengan cara klesik-klesik, tetapi di era sekarang sudah tidak cocok lagi. 

Sekarang macapat sudah dibaca secara keras. Saya menyetujui bahwa macapat berasal dari kata ma (tumuju) dan capat yang sering berubah menjadi capet (maya utawi gaib) (Endraswara. 1997:19). Macapat berarti wujud puji-pujian yang ditujukan kepada Tuhan. Saai itu macapat diperkirakan muncul di jaman Islam masuk di Nusantara. Oleh sebab itu macapat dipakai untuk penyebaran kepercayaan dalam bentuk kidung. 

Empat, macapat juga sering dikaitkan dengan kata macapet (maca cepet). Maksudnya macapat itu tembang yang cara melagukannya lebih cepat. Bila ada macapat dilagukan atau dilantunkan lebih lambat, berarti telah diubah atau digarab ke dalam bentuk pertunjukan lain.

Lima, macapat juga dapat berasal dari kata maca sipat. Maksudnya kata macapat berasal dari jarwodhosok macatsipat, yaitu membaca sifat-sifat manusia. Sifat-sifat manusia itu terdiri dari empat macam, yaitu amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah. Ketika manusia dapat membaca empat sifat manusia itu hidup akan selamat. Membaca sifat itu sering terungkap dalam tembang macapat. Ajaran-ajaran sufisme Jawa sering menjadi tumpuan tembang macapat.

Dari lima hal tersebut seluruhnya dapat dinalar. Oleh sebab itu, kita tidak perlu bertengkar dengan istilah macapat. Yang penting bagi kita adalah menjalankan atau melagukan dan memetik isi tembang macapat itu. Memahami terhadap empat hal itu, menjadi bekal pemerhati macapat memasuki ranah didalamnya. Berbagai aspek sering termuat dalam macapat. Oleh sebab itu, mulai cara melagukan, menafsirkan, mencipta akan terlihat dari panca grahita tersebut.

Silahkan untuk membaca postingan dari bagian penting dari macapat klik link dibawah ini:
Sekian semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang Macapat terimakasih.


Featured Post

Tembang Macapat Terlengkap Di Dunia Asal Usul, Jenis, Filosofi, Contoh, Makna Dan Arti

Tembang macapat adalah salah satu tembang atau lagu daerah yang sering digunakan, bisa dibilang terpopuler di Jawa. Tembang macapat adalah...