Home » , , » 7 Jenis Tembang Sludingan Dan Contohnya

7 Jenis Tembang Sludingan Dan Contohnya

Jenis Tembang Sludingan Dan Contohnya-Telah Di postingan ini kita akan membahas jenis tembang Sludhingan dan contohnya. Sebelumnya telah kita bahas pengertian tembang Slidhingan Serta. Jenis Dari tembang ini akan diuraikan dibawah ini dengan gamblang dan jelas.

Jika dicermati, ada beberapa jenis tembang slundhingan yaitu:

1. Celuk
Celuk yaitu tembang slundhingan yang berada di depan sebuah gendhing. Celuk biasanya diambilkan gatra akhir tembang. Celuk biasa terdapat pada tembang dolanan. Misalkan, ijo-ijo godhonge kroto, canthing jali,

2. Senggakan 
Senggakan adalah tembang yang menyela rangkaian sindhenan sebagai pemanis pertunjukan. Senggakan berupa vokal yang bebas dan ada pula yang teratur. Tugas senggakan adalah mengisi kekosongan gendhing, berupa sindiran. Senggakan biasanya selalu "mengkal-mengkal" agak aneh, tetapi tetap merdu dalam sebuah rangkaian seni misalnya: hake hake hake trala-lala, hogya-hogya, oe eooya, ja ngesuk-esuk, ja mepet-mepet, wi dawa wite nek tales amba godhonge, aeooya eoe aeooya, sawahe jembar-jembar parine lemu-lemu eo eo.

3. Umpak-umpak
Umpak-umpak slundhingan tembang yang berupa pantun Jawa ataupun wangsalan. Umpak umpak biasanya bertugas melanjutkan (nampani) bawa. Tembang ini akan mengawali ngelik dalam sebuah gendhing.

Baca Juga:
4. Gerong
Gerong, adalah tembang yang biasa digunakan pada saat ngelik dalam gendhing. Gerongan dilakukan secara bersama-sama, menghasilkan suara rampak. Jineman, adalah tembang yang menyeling sebuah bawa, dilagukan bersama sama. Jineman berfungsi untuk menegaskan nilai-nilai dalam bawa.

5. Suluk
Suluk adalah hiasan tembang yang digunakan ki dalang. Biasanya suluk disertai dengan iringan gender. Suluk adalah tembang yang halus, penuh rasa. Biasanya ada suluk yang hanya jugag (pendek), ada pula yang mengambil macapat dan temban gedhe. Fungsi suluk untuk selingan ritmis agar suasana pertunjukan semakin nges. Suluk menggunakan irama bebas, menyertai irama pathetan, iringan garap, pinatut, yaitu dengan gender, rebab, gambang, dan suling. Garap semacam ini tergantung garap alusan.

6. Abon-abon
Abon-abon adalah vokal yang mengiringi sindhenan. Irama pinatut, tidak mejadi keharusan. Biasanya dilakukan oleh penabuh dan wiraswara, agar sela-sela gendhing lebih renyep dan nges. Tidak ada rumusan baku dalam abon- abon, yang penting sajian gendhing lebih manis

7. Ada-ada
Ada-ada adalah vokal yang diiringi gender barung, melukiskan suasana tegang. Ada-ada biasa dilakukan seperti sulukan, agak cepat.Suasana kemarahan tokoh, akan terjadi peperangan, biasanya menggunakan ada-ada.