Home » , , » Pengertian Dan Ciri Ciri Tembang Dolanan Beserta Contohnya

Pengertian Dan Ciri Ciri Tembang Dolanan Beserta Contohnya

Tembang Dolanan-Dalam postingan tentang budaya kali ini kita akan membahas tentang pengertian Tembang Dolanan. Selain itu akan diuraikan ciri-ciri dan contoh tembang dolanan beserta arti dan maknanya.

Tembang Dolanan

Tembang dolanan adalah sejenis lelagon. Lelagon itu memiliki aturan yang bebas (manasuka). Manasuka berarti bebas, meskipun tidak bebas sama sekali. Bebas, berarti aturan yang mengikat tidak terlalu. Sifat manasuka ini yang membuka kemungkinan tembang dolanan menjadi wahana bermain yang bermacam-macam. Satu judul tembang dolanan dapat dimainkan dalam berbagai bentuk.

Tidak seperti tembang yasan, tembang dolanan diciptakan untuk kegembiraan, sehingga membuka kreativitas bermacam-macam. Identitas lelagon setiap irama tembang dolanan telah menyedot bentuk lagu. Bentuk lagu itu membuka kebebasan penyair mencipta titilaras dan cakepan berwarna-warni.

Jenis tembang dolanan relatif mudah dipelajari, sebab tidak banyak gregel, dan perpindahan irama. Apalagi tembang dhagel (dolanan) ini penuh keriangan dan diselingi permainan, sehingga memudahkan si pembelajar menyelaminya. Sasaran utama tembang dolanan adalah konsumsi kegembiraan, penanaman nilai moral, disertai estetika yang bagus.

Tembang dolanan adalah sejenis lelagon. Lelagon itu memiliki aturan yang bebas (manasuka). Manasuka berarti bebas, meskipun tidak bebas sama sekali. Bebas, berarti aturan yang mengikat tidak terlalu. Sifat manasuka ini yang membuka kemungkinan tembang dolanan menjadi wahana bermain yang bermacam-macam. Satu judul tembang dolanan dapat dimainkan dalam berbagai bentuk.

Ada di antara tembang dolanan yang dapat dimodifikasi dengan gendhing dan ada pula yang cukup dengan olah vokal. Keduanya tetap dapat dimainkan bersama-sama. Semula, ide tembang dolanan hanya banyak diperuntukkan bagi anak-anak di pedesaan. Di bawah terang bulan, umumnya mereka bermain dengan tembang dolanan anak, seperti lir-ilir, Lepetan, Soyang, Cublak-cublak Suweng, Gula Ganthi, Jaranan dan Menthog-Menthog. 

Sebut saja permainan Gula Ganthi. Kata gula ganthi untuk masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta hanyalah selalu dihubungkan dengan nama suatu permainan. 

Permainan gua ganthi merupakan satu permainan tradisional yang umum sekali atau populer dalam masyarakat. Permainan ini dilaksanakan tidak ada hubungannya dengan suatu peristiwa tertentu, baik yang bersifat adat maupun suatu upacara. 

Biasanya dilakukan pada waktu sore hari atau malam ketika bulan terang, dengan dilatarbelakangi oleh suara kothekan atau lesung. 

Permainan ini merupakan alat atau sarana bergaul, berkomunikasi, serta menghibur antara sesama anak sekampung yang sedikit mengandung humor untuk menambah keakraban di antara mereka. Oleh karena itu, permainan ini bersifat meriah, menghibur, dan riang.

Contoh Lagu Dolanan Lainya Baca Juga:

Adapun syair lagu gula ganthi adalah sebagi berikut ini:
Gula ganthi pantesa sinjang loka
Kampuh gendhala-giri
Adas terawas jeruk gulung anom
Jeruk gulung mentiyung kabotan mendhung Ewa-ewa anom
Ewa-ewa katela isine mrica
Kocar-kacir anom,
Kocar-kacir si jaka kakehan piker,
Pari mandi anom,
Pari mandi mercici peri golekan,
Sapa ketiban dhenggung macaa angidunga,
Aninong-aninong putra,
Rokok dava tali sutra, Rokok cendhak tali blarak.
Masih banyak lagi tembang dolanan yang dapat digarap dalam permainan. Inti dari tembang dolanan yang berkreasi dengan permainan adalah untuk menggairahkan jiwa anak. Tembang dolanan apa saja dapat dikemas menjadi permainan baik oleh anak maupun orang dewasa.

Jika Tembang dolanan itu diupayakan dan diolah sedemikian rupa, akan menjadi wahana pembelajaran apa saja. Oleh karena sambil mempelajari sesuatu, misalkan unggah-ungguh, sambil belajar tembang. Belajar yang terintegrasi ini akan menciptakan suasana senang. 

Hal ini berarti belajar tembang dolanan sekaligus akan terhibur. Berbagai gerak dan ekspresi serta latihan menyerap nilai moral akan tergarap dengan sendirinya lewat tembang dolanan. Dari sedikit demi sedikit penguasaan banyak tembang dolanan, akan menguasai permainan, dan sekaligus menyerap ajaran yang termuat di dalamnya.

Baca Juga: