Home » , , » Pengertian Dan Struktur Langgam Jawa

Pengertian Dan Struktur Langgam Jawa

Langgam Jawa-Penggabungan diatonis dan pentatonis ini mewujudkan pemaduan seni yang disebut langgam. Langgam tergolong lagu yang biasanya dilagukan amat halus. Sentuhan emosi lagu langgam jelas sekali. Dalam berbagai buku langgam dan keroncong, hampir tidak pernah ada teori yan menjelaskan apa langgam dan tatacara melagukannya. Orang yang belajar musik tradisional tentu mempunyai teori langgam. Dibanding dengan lagu yang lain, langgam tampak menggunakan irama yang pelan, penuh khidmat.

Langgam Jawa, biasanya tiap bait terdiri dari lebih lima baris. Bahkan ada langgam yang lebih dari 15 baris. Komposisi langgam juga tergolong manasuka. Penyair bebas berekspresi, tidak ada batasan tiap bait harus berapa, tiap baris berapa suku kata, semua tergantung kebutuhan. 

Yang jelas, semula langgam ini banyak diminanti oleh ibu-ibu dan golongan sepuh. Namun, sekarang anak-anak muda juga telah ada yang gemar langgam. 

Baca Juga: 
Salah satu ciri langgam Jawa adalah penggunaan alat sejenis gitar, yaitu biola. Oleh sebab itu, langgam Jawa sebenarnya jenis lagu yang menggabungkan antara musik Indonesia dengan lidah Jawa. Disadari atau tidak, langgam itu menggunakan nada diatonis, tetapi cakepan (syairnya) berbahasa Jawa. Jarang sekali langgam yang digarap dalam format musik pentatonis. 

Langgam Yen Ing Tawang dan Wuyung, misalnya dicipta dalam konteks diatonis, tetapi menggunakan rasa Jawa. Melodius Jawa yang ritmis masuk dalam langgam tersebut. Langgam biasanya menggunakan tembang (bawa) Jawa Langgam menggunakan nada diatonis (not solmisasi) dan bawa menggunakan nada pentatonis (titilaras). Misalkan langgam G+do 4/4 dengan Bawa Sinom pl Nyamat (perubahan) dari Slendro Manyura. 

Penggabungkan diatonis dan pentatonis ini mewujudkan pemaduan seni yang disebut langgam. Dalam nada diatonis, biasanya nada 4 (fa) tinggi masih dapat dijangkau, sedangkan dalam pentatonis rata-rata samai (lu) tinggi Ketukan-ketukan langgam bisanya ajeg dan pelan (nyamleng). Daya pikat langgam adalah pemakaian sentuhan erotik yang dikemas manis. 

Setiap lagu langgam hampir diawali dengan bawa, berbeda dengan keroncong. Jarang keroncong yang diawali dengan bawa. Keroncong biasanya menggunakan bahasa Indonesia. Biasanya keroncong menggunakan bas, yang kadang-kala juga bernuansa Jawa. Keroncong jauh lebih sigrak dibanding langgam Jawa. 

Featured Post

Rumah Sederhana Ala Jepang - Small House Design Interior Photos

Lahan sempit untuk membuat rumah bukan kendala untuk menciptakan tempat untuk dihuni. Banyak sekali model rumah minimalis yang bisa anda c...