Home » , » Sasmita Dalam Tembang-Tembang Macapat Lengkap

Sasmita Dalam Tembang-Tembang Macapat Lengkap

Sasmita Macapat-Postingan lainya sudah kita bahas tentang watak tembang macapat, jenis dan kegunaanya. Selain itu macam- macam tembang pinathok seperti Tembang KakawinTembang Gedhe dan Tembang Tengahan juga sudah saya tulis.  Dalam artikel ini kita akan membahas sasmita (perlambang) untuk macapat pada pagelaran seni Jawa (Pertunjukan Karawitan, Pedalangan, Tari, dan sebagainya).

Sasmita adalah isyarat tembang berupa penggalan kata. Kata kata itu merujuk pada tembang tertentu, agar orang lain yang mendengar memenuhi keinginannya. Sasmita tembang itu digunakan dalam berbagai hal. 

Sasmita adalah bagian komunikasi sastra (tembang). Isyarat melalui kata itu jika dipahami dalam komunikaksi seni, akan memperindah suasana. Biasanya sasita berupa potongan kata, yang ditrangkai dengan gaya ucapan filosofi tertentu.

Sasmita adalah isyarat tembang berupa penggalan kata. Kata kata itu merujuk pada tembang tertentu, agar orang lain yang mendengar memenuhi keinginannya. Sasmita tembang itu digunakan dalam berbagai hal.

Di bawah ini digambarkan beberapa sasmita yang sering digunakan oleh pujangga dalam mencipta karyanya. Guna sasmita dalam cipta macapat yaitu untuk menengangarai pergantian pupuh. Oleh karena tembang macapat dalam tulisan Jawa seringkali tidak mengenal penyebutan pupuh apa.  

Penyebutan langsung dengan merujuk sasmita. Manakala pembaca tembang macapat beraksara Jawa tidak cerdas memahami sasmita tentu akan kesulitan.

Sasmita

1. Mijil
Sasmita: Ngangge tembung wijil,mijil, metu,miyos

2. Kinanthi
Sasmita: Ngangge tembung kanthi,kinanthi,kekanthen

3. Sinom
Sasmita: Si enom, mudha, pupus, tumaruna

4. Asmaradana
Sasmita: Asmara, kasmaran, kayungyun. Kasengsem, Kapiluyu

5. Dhandhanggula 
Sasmita: Sarkara langking, manis

6. Gambuh
Sasmita: Tembung jumbuh, gambuh

7. Maskumambang 
Sasmita: Kambang-kambang kenter keli

8 Durma
Sasmita: Mundur, udur, nglindur

9. Pangkur
Sasmita: Mungkur, kukur-kukur, akur, cukur

10. Megatruh
Sasmita: Pegat, uwal, kithal, pisah

11. Pocung
Sasmita: Kluwak.nom-nomane, ngacung, wungkus

12 Wirangrong
Sasmita: Mawi tembang wirang, rong

13. Balabak
Sasmita: Kabalabak, keblebek, babak bundhas

14 Girisa 
Sasmita: Tembung giris,wedi, ajrih, diiris-iris

15 Jurudemung 
Sasmita: Mawi tembung jurudemung

Baca Juga:
Melalui sasmita, rangkaian seni semakin indah. Sasmita adalah bingkisan simbol bahasa sastra. Bagi orang yang yang kurang paham, akan mengira sasmita itu kata-kata biasa. Padahal di dalamnya memuat permintaan atau ajakan tertentu, bahkan sindiran tertentu pula. 

Semakin banyak menggunakan sasmita sebenarnya nilai estetika tembang itu semakin tinggi pula. Sasmita dalam tembang macapat juga tidak jauh bebebeda dengan sasmita dalam gendhing. Biasanya sasmita macapat di samping untuk menciptakan pergantian pupuh, juga ada yang terkait dengan gendhing. 

Sasmita macapat yang merujuk pada gendhing berarti terkait dengan permintaan tembang tertentu. Dalam konteks ini, yang perlu menenrjemahkan awal sasmita adalah sindhen, penggender, dan pengendang. Dengan kecerdasan memahami sasmita, maka pertunjukan tembang terjadi komunikasi dan dialog estetis.

Baca Juga:

Featured Post

Tembang Macapat Terlengkap Di Dunia Asal Usul, Jenis, Filosofi, Contoh, Makna Dan Arti

Tembang macapat adalah salah satu tembang atau lagu daerah yang sering digunakan, bisa dibilang terpopuler di Jawa. Tembang macapat adalah...