Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Contoh Tembang Pocung Lengkap Dengan Artinya

Konten [Tampil]
Tembang Pucung - Artikel ini akan membeberkan contoh tembang Pucung dan artinya. Bila dalam bahasa Jawa Conto lan Batangane. Selain memiliki makna yang berisi, pocung juga bisa digunakan untuk tembang dolanan teka-teki, tebak-tebakan dan untuk memberikan nasihat. Amanat tembang pocung dalam Bahasa Jawa adalah " biasane isine kanggo pengeling-eling kabecikan, kanggo temabang bethekan dan tembang sinandi (teka-teki)". 

Penjelasan

Tembang pocung adalah salah satu jenis 11 Tembang Macapat (sastra jawa) yang sangat simpel sekali. Pocung umumnya juga disebut dengan 'Pucung'. Tembang Pocung mempunyai banyak tema dan artinya pun juga berbeda-beda, contohnya saja tembang pocung dengan tema pendidikan. Selain tema ada lagi dengan watak tembang pocung yang menjadikan tembang pocung mengandung makna yang sangat luhur.

Pengertian

Tembang Macapat secara etimologi bisa diartikan dengan Maca Papat-Papat (Jawa) atau terjemahan dalam Bahasa Indonesia adalah membaca empat-empat. Ada pendapat lain yaitu cara menembangkan atau melagukan satu bait dengan empat ketukan nafas. Tembang macapat ditampilkan dalam beberapa jenis tembang, yang mana pada masing-masing tembang itu dibedakan dengan aturan-aturan dan terbentuk oleh balungan guru lagu dan guru wilangan.

Contoh Pocung Dan Artinya

Berikut adalah contoh dalam bahasa Jawa dan artinya dalam bahasa Indonesia, berikut makna isi tembang pocung.

Ngelmu iku
Kalakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budaya pangekese dur angkara

Artinya

Ilmu (hakikat) itu
diraih dengan cara menghayati dalam setiap perbuatan,
dimulai dengan kemauan
Artinya, kemauan membangun kesejahteraan terhadap sesama,
Teguh membudi daya Menaklukkan semua angkara



Angkara gung
Neng angga anggung gumulung
Gegolonganira
Triloka lekeri kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.

Artinya

Nafsu angkara yang besar
ada di dalam diri,
kuat menggumpal,
menjangkau hingga tiga zaman,
jika dibiarkan berkembang akan berubah menjadi gangguan.



Beda lamun kang wus sengsem
Reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martatama

Artinya

Berbeda dengan yang sudah menyukai dan menjiwai,
Watak dan perilaku memaafkan
pada sesama
selalu sabar berusaha
menyejukkan suasana,



Taman limut
Durgameng tyas kang weh limput
Karem ing karamat
Karana karoban ing sih
Sihing sukma ngrebda saardi pengira

Artinya

Dalam kegelapan.
Angkara dalam hati yang menghalangi,
Larut dalam kesakralan hidup,
Karena temggelam dalam samodra kasih sayang,
Cinta Sukma Sebesar Gunung



Yeku patut tinulat tulat tinurut
Sapituduhira,
Aja kaya jaman mangkin
Keh pra mudha mundhi diri
Rapal makna

Artinya

Itulah yang pantas dicontoh dan dijadikan panutan
seperti semua nasehatku.
Jangan seperti zaman nanti
Banyak anak muda yang menyombongkan diri
dengan hafalan ayat


Durung becus kesusu selak besus
Amaknani rapal
Kaya sayid weton mesir
Pendhak-pendhak angendhak
Gunaning jalma

Artinya

Belum mumpuni sudah berlagak pintar.
Menerangkan ayat
seperti sayid lulusan Mesir
Setiap saat meremehkan
kemampuan orang lain.



Kang kadyeku Kalebu wong ngaku aku
akale alangka
Elok Jawane denmohi
Paksa langkah ngangkah met
Kawruh ing Mekah

Artinya

Yang seperti itu termasuk orang mengaku-aku
Kemampuan akalnya dangkal
Keindahan ilmu Jawa malah ditolak.
Sebaliknya, memaksa diri mengejar
pengetahuan di Mekah,



Nora weruh
rosing rasa kang rinuruh
lumeketing angga
anggere padha marsudi
kana kene kaanane nora beda

Artinya

tidak memahami
hakekat ilmu yang dicari,
sebenarnya ada di dalam diri.
Asal mau berusaha
sana sini (ilmunya) tidak berbeda,

Baca Juga:
Tembang Dolanan Jaranan Arti Dan Maknanya Lengkap 
Tembang Dolanan Jamuran Arti Dan Maknanya Lengkap
Tembang Dolanan Padhang Bulan, Arti Dan Maknanya Lengkap
Tembang Dolanan Ilir Ilir, Arti Dan Kandungan Maknanya LengkapPengertian Dan Ciri Ciri Tembang Dolanan Beserta Contohnya

Uger lugu
Den ta mrih pralebdeng kalbu
Yen kabul kabuka
Ing drajat kajating urip
Kaya kang wus winahya sekar srinata

Artinya

Asal tidak banyak tingkah,
agar supaya merasuk ke dalam sanubari.
Bila berhasil, terbuka
derajat kemuliaan hidup yang sebenarnya.
layaknya contoh sinom (di atas).


Basa ngelmu
Mupakate lan panemune
Pasahe lan tapa
Yen satriya tanah Jawi
Kuna-kuna kang ginilut tripakara

Artinya

Yang namanya ilmu,
dapat berjalan bila sesuai dengan cara pandang kita.
Dapat dicapai dengan usaha yang gigih.
Bagi satria tanah Jawa,
Dari turun temurun, 3 hal yang menjadi prinsip


Lila lamun
kelangan nora gegetun
Trima yen ketaman
Sakserik sameng dumadi
Tri legawa nalangsa srah ing Bathara

Artinya

Ikhlas bila
kehilangan tanpa menyesal,
Sabar jika hati disakiti sesama,
Ketiga ; lapang dada sambil
berserah diri pada Tuhan.


Bathara gung
Inguger graning jajantung
Jenek Hyang wisesa
Sana pasenedan suci
Nora kaya si mudha mudhar angkara

Artinya

Tuhan Maha Agung
Diletakkan dalam setiap hela nafas
Menyatu dengan Yang Mahakuasa
Teguh mensucikan diri
Tidak seperti yang muda,
mengumbar nafsu angkara.


Nora uwus
Kareme anguwus uwus
Uwose tan ana
Mung janjine muring-muring
Kaya buta buteng betah anganiaya

Artinya

Tidak henti hentinya
gemar mencaci maki.
Tanpa ada isinya
kerjaannya marah-marah
seperti raksasa; bodoh, mudah marah. dan menganiaya sesama.


Sakeh luput
Ing angga tansah linimput
Linimpet ing sabda
Narka tan ana udani
Lumuh ala ardane ginawa gada

Artinya

Semua kesalahan
dalam diri selalu ditutupi,
ditutup dengan kata-kata
mengira tak ada yang mengetahui,
Bedusta tak berbuat buruk namun tabiatnya senjata kehancuran.


Durung punjul
Ing kawruh kaselak jujul
Kaseselan hawa
Cupet kapepetan pamrih
tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa

Artinya

Belum cakap ilmu
Buru-buru ingin dianggap pandai.
Tercemar nafsu selalu merasa kurang,
dan tertutup oleh pamrih,
sulit untuk manunggal pada Yang Mahakuasa.


Tambahan Pengetahuan Tentang Tembang Pocung

Pocung / pucung adalah tembang macapat yang maknanya bermaksud untuk mengingat pada kematian, karena tidak jauh dengan kata “Pocong” yang berarti manusia mati akan dibungkus kain kafan atau dipocong sebelum masuk liang kubur/dikebumikan. Tembang pucung mempunyai arti lain yang berarti woh-wohan atau dalam bahasa Indonesia adalah buah-buahan yang memberi sensasi kesegaran.

Watak Tembang Pocung

Watak adalah gambaran sifat lirik-lirik yang menempel pada setiap tembang macapat, ada sifat seperti bisa sedih, bisa gembira, senang dan lain sebagainya.

Kata ucap cung dalam kata pocung lebih memiliki arah pada hal-hal yang bersifat lucu (fun), yang mampu menciptakan kesegaran, misalnya kucung dan kacung. Tembang pucung tersebut sering digunakan untuk sarana menceritakan lelucon dan berbagai macam nasehat.

Tidak heran tembang pucung ini mempunyai sifat dan watak jenaka, berisi tebak-tebakan, dan hal tentang sesuatu yang lucu lainnya dalam suasana yang santai.

Aturan Tembang Pocung

Dalam membuat tembang pocung atau pucung tidaklah hanya asal buat dan menembangkan, karena tembang pocung memiliki aturan-aturan.

1.Guru Gatra : Jumlah larik/baris (gatra) setiap satu bait (padha)
Guru gatra      = Jumlah 4 yakni adalah tembang pucung memiliki 4 larik kalimat.
Jumlah baris/larik pada setiap tembang macapat berbeda dan tidak sama.

2. Guru Lagu : Huruf vokal pada bagian terakhir “a,i,u,e, atau o” pada setiap akhir larik.
Guru Lagu       = u, a, i, a
Akhir suku kata dari setiap kalimat tembang atau larik harus dan wajib bervokal u, a, i, a.

3. Guru Wilangan: Jumlah suku kata pada setiap baris.
Guru Wilangan: 12, 6, 8, 12
Berarti tiap kalimat atau larik wajib memiliki jumlah suku kata persisi di atas.

Kesimpulan dasar wajib larik pertama berjumlah 12 suku kata, larik kedua 6 suku kata, larik ketiga 8 suku kata dan larik keempat berjumlah 12 suku kata.

Contoh Tembang Macapat Pocung

Ngelmu iku, kalakone kanthi laku,
Lekase lawan kas,
Tegese kas nyantosani,
Setya budya pangekese dur angkara,

Ilmu pengetahuan dicari dengan lambaran atau tindakan perbuatanbenar ,niat dan belajar sungguh-sungguh,
Diawali dengan niat kemauan, disiplin, ketekunan dan keuletan
Tidak pantang putus asa, enggan menyerah dan mampu mengatasi, menciptakan solusi tantangan hidup
Serta mampu membatasi atau menahan nafsu angkara murka


Dadi bocah kudu sregep lan sinau,
Ben ora rekasa,
Sinaune ditenani,
Yen wis sukses aja lali mring wong tuwa,

Menjadi anak harus yang rajin dan tekun belajar,
Agar supaya hidup tidak kesusahan dalam menghadapi masalah
Mencari ilmu pengetahuan dengan serius dan tebal akan kesungguhan
Apabila telah meraih kesuksesan jangan melupakan kedua orang tua.


Tema pendidikan (Pocung atau Pucung)

Sapa iku, ora seneng ngudi ilmu
Uripe rekasa
Senenge kepati-pati
Ora sugih ananging ora rumangsa

Siapa saja di dunia ini yang tidak suka dalam mencari ilmu pengetahuan.
Hidupnya akan mendapat kesusahan.
Kegembiraan hanya diraih sementara.
Jauh dari sukses serta tidak mendapat kebahagiaan.


Nora weruh rosing rasa kang rinuru,
Lumeketing angga,
Anggere padha marsudi,
Kana kene kahanane nora beda, 

Tidak mempelajari, mendalami, merasakan hakikat ilmu yang telah diraih.
Padahal ilmu sejati sudah melekat dekat dalam jati diri.
Bila selalu mau berusaha.
Di sana atau di sini ilmu tidak ada yang beda.


Uger lugu den ta mrih pralebdeng kalbu,
Yen Kabul kabuki,
Ing drajat kajating urip,
Kaya kang wus winahya sekar srinata.

Jangan banyak bertingkah hanya untuk mengumbar nafsu,
Agar ilmu dapat merasukmendarah daging ke dalam sanubari.
Jika berhasil, akan terbuka derajat kemuliaan pada hidup sejati.
Seperti yang telah tersirat didalam tembang sinom (srinata).


Tema menuntut ilmu

Basa ngelmu mupakate lan panemune,
Pasahe lan tapa,
Yen satriya tanah Jawi,
Kuna-kuna kang ginilut tripakara.

Ilmu pengetahuan, hakikatnya dapat berjalan dan dilakukan bila sesuai dengan cara pandang kita.
Tercapai dengan semangat usaha gigih dan tekun.
Bagaikan satria dari tanah Jawa.
Ini adalah prinsip para leluhur ada tiga perkara, yaitu ;


Lila lamun kelangan nora gegetun,
Trima yen ketaman,
Sakserik sameng dumadi,
Tri legawa nalangsa srah ing Bathara.

Yang pertama yaitu ikhlas jika kehilangan dan jauh dari rasa menyesal
Kedua, adalah mempunyai watak sabar jika tersakiti hatinya oleh sesama.
Ketiga,  berlapang dada sambil menyerahkan jiwa raga atau diri pada Tuhan.


Tembang Pucung Nasehat (Religi)

Shalat iku kewajiban ingkang laku,
Lekase kat fajar,
Ibadah kang pancen wajib,
Shalat iku cagakke saka agama,

Shalat adalah sebuah kewajiban yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Dimulai ketika waktu terbit sang matahari.
Ibadah adalah sebuah kewajiban.
Karena sholat merupakan tulang tiang agama.


Angkara gung neng angga anggung gumulung,
Gegolonganira,
Triloka lekeri kongsi,
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.

Nafsu angkara dalam tubuh sangat kuat dan menggelora.
Menyatu dan bergolong dalam sifat, tindakan diri
Menjangkau hingga tiga jagad 
Kalau dibiarkan terus berkembang menjadi ancaman berbahaya


Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun,
Semune ngaksama,
Sasamane bangsa sisip,
Sarwa sareh saking mardi martatama.

Jauh berbeda dengan orang yang sudah tanggap dengan keadaan (mengendalikan)
Besar akan rasa maaf
Kepada sesama manusia yang memiliki salah,,
Bersikap sabar dan berusaha menetramkan suasana.


Yeku patut tinulat tulat tinurut,
Sapituduhira,
Aja kaya jaman mangkin,
Keh pra mudha mundhi diri rapal makna.

Yaitulah orang yang pantas untuk dijadikan sauritauladan, dijadikan cermin
Seperti nasehatku pada kalian
Janganlah seperti orang jaman yang akan datang
Tidak sedikit anak muda bangga akan dirisendiri dengan hafalan surat.


Bathara gung inguger graning jajantung,
Jenek Hyang wisesa,
Sana pasenedan suci,
Nora kaya si mudha mudhar angkara.

Tuhan Yang Maha Agung ada dan dekat dengan jantung
Bersama Tuhan Maha Esa
Kita Teguh mensucikan diri…
Jangan seperti anak muda, selalu mengumbar nafsu angkara


Nora uwus kareme anguwus uwus,
Uwose tan ana,
Mung janjine muring muring,
Kaya buta buteng betah anganiaya.

Tidak berhenti suka dan hobi mencaci maki sesama.
Tidak ada intisari dan tujuan.
Pekerjaannya hanya suka marah-marah
Seperti layaknya monster (buto) bodoh, pemarah dan hobi menganiaya sesama.


Sakeh luput Ing angga tansah linimput,
Linimpet ing sabda,
Narka tan ana udani,
Lumuh ala ardane ginawa gada,

Banyak kesalahan yang terlihat namun ditutup-tutupi
Disumbat dengan dengan sebuah kata-kata yang mempesona
Namun dia sangka tak ada orang yang mengetahuinya
Berucap tidak bertindak kejahatan, namun sifatnya bertabiat membawa kehancuran


Durung punjul ing kawruh kaselak jujul,
Kaseselan hawa,
Cupet kapepetan pamrih,
Tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa.

Belum memiliki banyak ilmu pengetahuan tinggi, sudah tergesa ingin dianggap pintar.
Terselip dalamsela jiwa hawa nafsu yang keinginannya selalu merasa kurang.
Yang tertutup oleh rasa pamrih.
Tidak akan sanggup manunggal dan sejalan kebenaran pada Yang Maha Kuasa.


Filosofi Tembang Pucung

Pocung memiliki asal dari kata “pocong”, dalam bahasa jawa pocong adalah berarti sudah dibungkus. Menggambarkan ketiadaan manusia, yakni dari dimandikan, dibungkus dengan kain kafan lalu kemudian dishalati dan siap untuk segera dimasukan dalam liang kubur.

Tidak hanya mengingat akan kematian seseorang, namun banyak sekali nasehat dan makna yang tersirat serta tersurat pada tembang pocung,begitu juga pada sisi kehidupan yang lain. Tembang macapat pucung ini sangat sering digunakan untuk menjabarkan nasehat yang bermakna dan memiliki isi berbagai ajaran bagi manusia untuk selalu dapat membawa diri sehingga dapat hidup secara harmonis secara lahir dan batin.


Berikut 14+ Contoh Tembang Pocung dalam Serat Kancil.

Mandheg mangu si kancil ing lampahipun,
sakedhap angungak,
sigra denira andhelik,
ngulap-ulap si kancil sadangunira.

Mangu mangu si kancil kendel adangu,
ngudi keng wardaya,
yen nyata manusa yekti,
pesthi obah lunga saking panggonan.

Iku dudu sutingali nora maju,
eca malangkadhak,
mulya ana angin midid,
mayug-mayug wewedi lir jumangkaha.

Kancil gugup andhelik maras kalangkung,
dangu ingantosan,
mayug-mayug tan lumaris,
duh kiteng tyas sumyar gandaning kusuma.

Pan sumawur mekaring pudhak gandarum,
rumabaseng kisma,
maletuk kaken tang tasik,
sumarambah karya barubahing driya.

Lunging gadhung tumiyung pinggir margagung,
lir ngawe-aweya,
atur sekare umiring,
isthanipun lumaku yen pinethika.

Sekar andul kalak kenanga keneng kung,
kedah ingagema,
maring kang amurweng tulis,
semuning kang puspa karaseng wardaya.

Dayanipun kusuma mrih marum-arum,
maresep ri kang tyas,
sekar sumarsana wilis,
tulus arum rarase menuhi grana.

Cipteng kalbu lir sengseming wanodyayu,
yuwaneng bawana,
mangkana kancil andhelik,
nir ing kingkin wekasan suka ing driya.

Pan kapanduk gandaning sekar rum-arum,
kadi manggih retna,
sawukir kancana rukmi,
manggut-manggut si kancil sigra maperak.

Mring nggenipun wewedi pasangan pulut,
kang mindha manusa,
parek den iling-ilingi,
estu lamun wewedi dudu manusa.

Kancil muwus kaya manusa rupamu,
memedeni bocah,
teka memarasi kancil,
dene ingsun pareki nora ngapa.
                           (Serat Kancil)

Ngelmu iku kalakone kanthi laku,
Lekase lawan kas,
Tegese kas nyantosani,
Setya budya pangekese dur angkara.


Angkara gung neng angga anggung gumulung,
Gegolonganira,
Triloka lekeri kongsi,
Yen den umbar ambabar dadi rubeda.

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun,
Semune ngaksama,
Sasamane bangsa sisip,
Sarwa sareh saking mardi martatama.

Video Pocung 38 Wanda

Berikut adalah Video Tembang Macapat Pocung Laras Slendro Pathet Manyura 38 Wanda


Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel