Home » , » Definisi Tari Menurut Beberapa Ahli Beserta Bentuk Dan Ciri-Ciri

Definisi Tari Menurut Beberapa Ahli Beserta Bentuk Dan Ciri-Ciri

Pemahaman Tari-Dengan beraneka ragam bentuk tari dan motivasi pengembangannya, rasanya sulit menentukan difinisi atau deskripsi yang mencakup semua bentuk tari. Mengapa tari tetap mempunyai hubungan yang amat dekat dengan penonton maupun penari? Apa sebenamya makna dan tujuan tari dalam kehidupan manusia?

Pandangan etimologi, menurut Lincoln Kirstein, dance, danse, yang diyakini berasal dari bahasa Jerman kuno danson yang berarti "menarik" atau menyeret". Semua istilah tersebut termasuk variannya dalam bahasa Eropa (dands danca, danza, tanz) dasar kata tan, yang dapat ditemukan dalam bahasa Sansekerta yang berarti "tegangan" atau "rentangan".

DEFINISI TARI MENURUT BEBERAPA AHLI BESERTA BENTUK DAN CIRI

John Weaver (1721) mengatakan bahwa: Tari merupakan gerak harmonis bagian tubuh yang molek dan lemah gemulai. 

Jean Georges Noverre (1760) mendiskripsikan tari sebagai berikut:
Menari menurut difnisi katanya, merupakan seni memadukan langkah-langkah dengan kemolekan, ketelitian, dan kesatuan irama musik, karena musik itu sendiri adalah seni menggabungkan suara dan modulasi sehingga menghasilkan sesuatu yang indah di telinga.

Encyclopedia Diderot yang terbit kira-kira tahun 1772: Menari adalah urutan gerak tubuh, loncatan dan langkah-langkah teratur yang disesuaikan dengan irama musik atau suara.

Baca Juga:
Sheldon Cheney, seorang sejarawan drama, menunjukkan pentingnya tari sebagai bentuk awal ekspresi artistik masyarakat primitif Manusia menari, hal pertama yang dilakukan setelah aktivitas pemenuhan kebutuhan materialnya, pangan, maupun papan. Tari merupakan saluran emosi pertama dan merupakan awal mula kesenian. Tidak hanya drama yang muncul dari tarian primitif. Begitu juga dengan musik, yang sulit dipisahkan dari awal mula teater. Keduanya berawal dari suara yang dibuat untuk memberikan aksentuasi pada ritme tarian primitif, yaitu ketukan kaki dan tepukan tangan, bunyi giring-giring, dan pukulan drum. Jadi tari merupakan induk kesenian.

Feibleman membedakan tari dengan bentuk seni yang lain: Drama merupakan kesenian yang banyak berhubungan dengan sosial manusia tentang situasi kehidupannya. Lukis merupakan bentuk seni yang berhubungan erat dengan warna dan ruang dua demensi. Musik berkaitan erat dengan waktu, dan menggunakan vibrasi suara. 

Feibleman juga mendefinisikan sebagai berikut "seni yang terkait erat dengan gerak tubuh manusia tari itu bersifat sementara, artinya ia tidak memiliki prosuk yang tahan lama.

Setidaknya ada enam bentuk tari yang masing-masing mempunyai ciri tersendiri yaitu:

1. Ballet, yaitu bentuk seni tari yang amat disiplin, berdasarkan pada tradisi ketrampilan gerak tradisional selama berabad-abad.

2. Tari modern, bentuk ini kadang-kadang dikenal sebagai "tari kontemporer". Bentuk tari yang merupakan bentuk ekspresi individu berawal sebagai penolakan terhadap apa yang disebut formalisme dan sterilisasi balet tradisional. Dewasa ini, masih menekankan pada ekspresi artistik penari tunggal, tetapi tidak memperhatikan teknik.

3. Tari sosial, bentuk ini merupakan tarian massal, tari dansa yang populer dari beberapa dekade yang lalu sampai rock-and-roll atau tarian diskotik remaja.

4. Tari panggung musikal, bentuk tari ini biasanya menggabungkan unsur-unsur jazz modern, balet, maupun tarian etnis. Bentuk ini cenderung spektakuler, dan merupakan tarian hiburan.

5. Tari Rekreasional/hiburan, merupakan tari tradisional yang diwariskan oleh leluhurnya dan bentuk sederhana, namun banyak juga jenis tari ini yang rumit, perkembangan.

6. Tarian etnis, bentuk ini mengacu pada jenis tari yang dipertunjukan oleh kelompok Permasalahan yang penting adalah apa sebenarnya yang dimaksud dengan tari? sekarang diperkenalkan dengan bentuk-bentuk yang baru etnis tertentu, mempunyai sifat tradisional dan sering dihubungkan dengan religius.