Home » , » Pendapat 7 Ahli Tentang Tari Dalam Kebudayaan Primitif

Pendapat 7 Ahli Tentang Tari Dalam Kebudayaan Primitif

Dalam kebudayaan primitif, tari memang memegang peran penting dalam kehidupan mereka. Dalam masyarakat seperti ini, tari telah menjadi bentuk utama ekspresi sosial dan ritual keagamaan, sebuah seni yang mengandung manfaat. 

Manfaat tari bagi masyarakat primitif, sebagai media persembahan, pelepasan perasaan dan memperkuat ikatan kemasyarakatan, komunikasi, dan sebagai terapi. Tari sebagai ekspresi estetis jarang ditemukan, karena mereka tidak suka menari untuk ditonton, mereka lebih suka menari untuk dirinya sendiri.

Berikut pendapat beberapa ahli tentang Tari Dalam Kebudyaan Primitif

1. Douglas Kennedy
Masyarakat primirif pertama kali mengenal tari, menurut Douglas Kennedy menyebutkan bahwa aspek religius tari secara umum bertujuan menjadikan tari sebagai media komunikasi dengan kekuatan gaib yang mengatur makanan, kesuburan, cuaca, dan memberikan kemenangan dalam perang, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kennedy juga mengatakan bahwa:
Ketika kepercayaan masyarakat primitif melemah, tarian yang mengekspresikan kepercayaan itu tidak segera hilang, tetapi berangsur-angsur merubah karakternya. Bentuk ritual mungkin tetap, tetapi beberapa isi magisnya hilang. Penari tidak lagi peramu obat, tetapi lama kelamaan mereka menjadi seniman pertunjukan.

PENDAPAT AHLI TENTANG TARI DALAM KEBUDAYAAN PRIMITF

2. Suzanne Lannger 
Barangkali, salah satu fungsi utama tari adalah sebagai media komunikasi. Suzanne Lannger mencatat perkembangan bahasa dan gerak simbolis, yang menunjukkan bagaimana manusia mengembangkan cara mengekspresikan dirinya Masyarakat primitif, burung merupakan sumber inspirasi utama dalam tari. Misalnya gerak burung, serangga, dan bahkan ikan dapat melakukan gerak ritual yang sangat mirip dengan konsep tari manusia.

3. George Wald
George Wald, seorang guru besar biologi di Harvard, mengemukakan bahwa banyak pola perilaku manusia berasal dari perilaku binatang. la juga menyebutkan rasa takut dan berani muncul karena kebutuhan atas tindakan spontan, baik untuk melawan maupun melarikan diri.

4. Karl von Frisch
Seorang peneliti Austria, Karl von Frisch, menyimpulkan bahwa dengan gerak seperti layaknya sebuah tarian, seekor lebah dapat bercerita kepada lebah lain dimana ia mendapatkan makanan.

5. Joost Meerlo
Joost Meerlo menjelaskan gerak ikan, terutama gerak bagaimana mereka kawin dan gerak percumbuan Cichlids, yang geraknya seperti "dansa dengan gerakan lambat" Sach menjelaskan gerak burung di Cape York, Australia bagian timur laut. Burung ini adalah satu-satunya burung yang terbang dengan gerak yang ritmis dan lemah gemulai seperti sebuah tarian. Barangkali gerak binatang yang paling mirip dengan tarian adalah gerak simpanse. Menirukan gerak binatang sebagai bagian cara bercerita, atau sebagai hiburan. Karena binatang dipersonifikasikan dalam mitos kedaerahan, dan sering muncul dalam pahatan-pahatan manusia primitif.

6. Sach
Menurut Sach, tarian kesuburan manusia dapat ditarik dari dua tahap hubungan s3ks, yaitu tahap pertemuan sepasang manusia itu, dan tahap terjadinya hubungan s3ks itu sendiri. Dalam beberapa kasus, momen-momen bersenggama memang dijadikan bagian gerak tari, dengan mengacu pada pendapat Koch-Grunberg, ia menggambarkan sebuah tari kesuburan dari suku Indian Cobena di Brail. 

Para penarinya membawa gambar tiruan organ wanita yang dibawa dengan kedua tangannya Sach mengelompokkan tarian primitif menjadi dua: tarian yang tidak memiliki harmoni dengan tubuh, dan tarian yang memiliki harmoni. Pada umumnya tidak harmoni adalah tari dimana penarinya berusaha mengejar kepuasan sendiri.

7. Agnes De Mille
Kualitas gerak digambarkan secara jelas oleh Agnes De Mille. Semua masyarakat primitif, yang berjalan tanpa alas kaki dan berburu tanpa baju pelindung, mempunyai karakter yang sama. Mereka melangkah tak berirama. Mereka berlarian sambil membungkuk seperti binatang atau menirukan geraknya ketika mengintai mangsa. Karena masyarakat primitif itu telanjang, biasanya mereka tiarap untuk melindungi kemaluan mereka.

Tarian primitif biasanya lebih menekankan pada irama dan gerak kaki yang kompleks, daripada gerak tubuh. Tema tarian primitif diantaranya: 
  1. Bertemakan binatang. 
  2. Bertemakan perang. 
  3. Bertemakan mitos kuno. 
  4. Bertemakan tata surya.
Bagi suku Indian Amerika, tempat menari biasariya berada diluar sehingga mereka mempunyai empat tempat sakral, untuk menghorimati penguasa keempat mata angin. Bagi suku Cherokee, penguasa arah mata angin itu adalah: Sun land (timur), Frigid Land (utara), Darkening Land (barat), dan Wahala (selatan), Sedangkan warna merah dan putih melambangkan perdamaian dan kesehatan.Warna merah, melambangkan keberhasilan, biru melambangkan kemenangan menghadapi musuh, hitam sebagai lambang penyebab penyakit.

Suku Indian di Amerika di Southwest mempunyai tari yang amat beragam, dari yang sangat religius sampai tari yang penuh humor. Pada tahun 1930-an, tari tertentu difungsikan untuk mengobati orang sakit, terutama "lagu obat". Ritual ini berlangsung 9 hari, yang terdiri dari mantra, mandi keringat, meditasi untuk pasien, dan terakhir tarian yang dilakukan separijang malam. Ritual itu dipandu oleh beberapa dukun yang menguasai setiap lagu, mantra, dan gerak tarinya.

Baca Juga: