Home » , » Sifat, Makna Dan Fungsi Tari Menurut Beberapa Ahli

Sifat, Makna Dan Fungsi Tari Menurut Beberapa Ahli

Tari merupakan seni yang diciptakan menusia secara individu maupun kelompok eksis dalam ruang dan waktu, dimana tubuh manusia merupakan instrumen dan gerak sebagai medianya. Gerak itu memiliki gaya tertentu dan seluruh tari ditandai dengan bentuk dan struktumya. Tari biasanya dipentaskan dengan irama musik atau irama lainnya, dan mempunyai tujuan utama untuk mengekspresikan perasaan dan emosi, meskipun sering dipentaskan untuk tujuan sosial, ritual,  hiburan maupun tujuan lain.


Sifat Tari
Sifat tari menurut Munro, merupakan konsep yang sangat kompleks, banyak sekalli tingkatan seni, dari yang sekedar ketrampilan atau sekedar produk manipulasi oleh manusia, sampai seni liberal, seni mumi, dan seni pertunjukan. Masing-masing jenis kesenian mempunyai karakteristik yang berbeda. Perbedaan itu berkisar pada cara pandang, intinya dan fungsinya. 

Dan menurutnya, tari merupakan kombinasi seni teater, seni pertunjukan, dan seni religius. Terakhir mengatakan bahwa: tari merupakan seni gerak ritmis tubuh yang menunjukkan urutan gerak garis, benda padat, maupun wana.

John Martin seorang kritikus tari, mengatakan balhwa apapun sifat tari itu, semua tari itu sama, walaupun banyak variasi bentuk luamya. Konsepnya tentang "tari dasar" berdasarkan pada pandangan bahwa kekuatan emosional cenderung diekspresikan melalui gerak fisik.

Mengapa manusia menari? menurut Suzanne Langer bahwa: ".penari mengelpresikan apa yang ia rassian sobagai isi emosina lina musik, dalam bentuk gerak tubuh"

Martha Graham mengatakan bahwa: Saya seorang penari, saya memandang tari sebagai sebuah seni. Instrumen tari adalah tubuh manusia, dan gerak sebagai medianya. Tujuan saya menari bukan menciptakan metode pelatihan tari baru, tetapi saya lebih berkeinginan menari dengan penuh makna. Artinya melalui media disiplin dan menggunakan instrumen untuk menciptakan gerak, manusia.

SIFAT MAKNA DAN FUNGSI TARI MENURUT AHLI

Doris Humphrey mengatakan bahwa: Tarian saya adalah suatu seni yang memperhatikan nilai manusia. la menjunjung tinggi nilai-nilai harmoni, dan bertentangan dengan apapun yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Dalam hal tertentu, gerak tari dapat digunakan sebagai dekorasi, hiburan, atau pelepasan emosi, tetapi pada intinya tari diciptakan sebagai ekspresi kehidupan. Saya yakin, bahwa seorang penari dipengaruhi oleh waktu dan tempat tinggalnya, dan ia hanya dapat mengekspresikan apa yang ia alami.

Baca Juga:
Makna Tari
Cara pandang dari sosiolog yang menyatakan bahwa tari dipandang sebagai pengalaman sosial yang amat penting, sebagai sesuatu yang dirasakan oleh semua anggota masyarakat. Margaret Mead bercerita tentang studi antropologinya di Samoa bahwa menari merupakan satu-satunya aktivitas dimana orang-orang dari segala usia, pria wanita ikut terlibat. 

Seorang sejarawan, Curt Sachs mengatakan bahwa dalam kehidupan manusia primitif dan peradaban kuno, hanya sedikit pengalaman atau fungsi komunal yang melihat arti penting tari, tari dipandang sebagai aktivitas pemenuhan kebutuhan.

Seorang antropolog Ruth Benedicct, dalam tulisannya tentang suku Zuni di Amerika Tenggara. Tari sebagaimana puisi, merupakan tuntutan alam. Gerak kaki mengumpulkan kabut dan membentuknya menjadi awan yang akhirnya dipaksa turun sebagai hujan. Suku Zuni sangat ahli dalam hal identifikasi dirinya dengan alam, sehingga alampun akan bersahabat dengan mereka. Hal inilah yang menjadi bentuk dan jiwa tari Pueblo. Tak ada yang liar sama sekali pada suku Zuni. Kumpulan daya ritmislah yang membuat mereka efektif.

Bagi masyarakat primitif, salah satu tujuan utama menari adalah untuk menciptakan kesatuan sosial dan menciptakan kekuatan kolektif.

Joost Meerio mengatakan, bahwa tari merupakan suatu bentuk ekspresi manusia dan pelepasan emosi. Orang yang tidak bisa menari berarti "terpenjara dalam egonya sendiri" dan telah kehilangan "kenikmatan hidupnya". Dia memandang, tari dipandang sebagai media meningkatkan makna hidup, media mengekspresikan perasaan manusia yang paling dalam.

Fungsi Tari
Fungsi tari, ada teori yang mengatakan bahwa tari muncul secara psikologis di antara masyarakat primitif sebagai hasil sublimasi nafsu s3x. Tari merupakan ekspresi nafsu s3x, sebuah media menunjukan kegagahan maupun kecantikan seseorang, dan sebagai bagian dari sebuah ritual memasuki masa puber. Beberapa tarian remaja dewasa ini memang merupakan tarian s3ksual dan tarian itu berawal dari gerak tari primitif yang berhubungan dengan perlambang kesuburan. Selain itu fungsi tari bermacam-macam diantaranya:
  1. Tari merupakan bentuk pernyataan sosial. 
  2. Tari sebagai media persembahan
  3. Tari sebagai mentuk seni, suatu saluran ekspresi diri dan kreatifitas personal. 
  4. Tari sebagai hiburan. 
  5. Tari sebagai media mengekspresikan kegembiraan, kegesitan, dan kekuatan. 
  6. Tari sebagai saluran rekreasional maupun sosial yang amat penting. 
  7. Tari sebagai media cumbu rayu dan media saling keterkaitan antar lawan jenis. 
  8. Tari sebagai pendidikan. 
  9. Tari sebagai pekerjaan. 
  10. Tari sebagai terapi.
Dengan menggabungkan semua unsur-unsur ini, kita mendapatkan faktor-faktor yang sangat berguna untuk mengembangkan definisi tari. Faktor-faktor tersebut adalah
  1. Penggunaan tubuh manusia. 
  2. Berkembang sepanjang waktu. 
  3. Eksis dalam ruang. 
  4. Diiringi irama. 
  5. Berfungsi komumikasi. 
  6. Mempunyai gaya dan bentuk.
Baca Juga: