Home » , » Tari Dalam Kebudayaan Pra Kristen

Tari Dalam Kebudayaan Pra Kristen

Manusia prasejarah mempunyai tari, dengan bukti adanya bentuk yang menyerupai tari perang dan tari saman yang terdapat pada lukisan-lukisan gua yang dibuat puluhan ribu tahun yang lalu di Perancis. Berdasarkan fakta yang ada mengenai kebudayaan manusia prasejarah pada tingkatan yang berbeda-beda dalam arti perkakas, peralatan dan senjata mereka, dapatlah ditarik persamaannya dengan suku-suku terasing yang ada, walaupun hal-hal tersebut masih berupa spekulasi belaka. 

Pengetahuan pertama kita yang sesungguhnya mengenai tari diperoleh dari peradaban Medieterania sebelum masa Kristen. Masyarakat Chaldia kuno mempergunakan tari sebagai sarana pendidikan, dan diakui sebagai permulaan ilmu astronomi, yang mereka ajarkan melalui simbol-simbol tari balet. 

Shawn menyatakan bahwa di dataran berbentuk cawan di luar salah satu kota-kota mereka yang megah, penduduknya berkumpul pada suatu hari tertentu. Orang dewasa berkumpul disebuah kuil yang dibangun untuk menghormati planet-planet menaungi kelahiran mereka. Kemudian mengatur diri dalam pola yang kompleks, diiringi terompet perunggu dan gong, mereka mulai menggambarkan gerakan bintang-bintang sementara anak-anak menyaksikannya di lereng yang mengelilingi tempat tersebut. 

Baca Juga:
Beberapa hal dari elemen tersebut menyerupai struktur tarian India Kuno di Amerika Utara dan Tengah meskipun tidak ada bukti yang dapat menghubungkan dua peradaban yang sangat jauh dipisahkan oleh ruang dan waktu.

Di Sumeria, sebuah tarian sakral diajarkan dalam berbagai bentuk. Dalam tarian tersebut, suatu arak-arakan penyanyi diceritakan bergerak dengan tenang, disekeliling altar, untuk peribadatan yang diiringi flute. Sementara dalam tarian yang lain, para penari bertiarap di depan altar atau benda-benda yang disucikan lainnya, sebagai bagian dari pemujaan religius.

MANUSIA PRASEJARAH MEMPUNYAI SENI, dengan bukti adanya bentuk yang menyerupai tari perang dan tari saman yang terdapat pada lukisan-lukisan gua yang dibuat puluhan ribu tahun yang lalu di Perancis
Ilustrasi
Pada masa Asiria kuno, beberapa gambar penari pria dan wanita telah dibuat, yang memperlihatkan bahwa tarian digubah baik sebagai praktek religius maupun sebagai bagian dari kehidupan sosial pada waktu itu. Festival api yang megah bagi Ashtoreth, dewi kesuburan, yang dirayakan setiap musim semi, yang diikuti oleh penari-penari yang mabuk anggur membacok dan mengiris tubuh mereka sendiri dengan pisau, dengan iringan drum, simbol.

Baca Juga: