Home » , » Tari di Yunani Kuno Beserta Contohnya

Tari di Yunani Kuno Beserta Contohnya

Bangsa Yunani Kuno berspekulasi dalam keunikannya dan mengangapnya sebagai inspirasi yang suci. Tampaknya bagi mereka bintang-bintang dan planet-planet melakukan tarian kosmik, bahkan Urania, dewi astronomi, adalah juga Muse dan dewa tari.  Lawler mengatakan bahwa dewa-dewa dianggap sebagai bapak seni tari, dan hampir semua keistimewaan mereka terutama digambarkan dalam karya sastra dan seni sebagai tarian. 

Dalam Laws, Plato menyatakan bahwa tari timbul dari keinginan alami semua mahluk yang masih muda untuk menggerakan tubuh mereka sebagai ekspresi emosi terutama kegembiraan. Tetapi dia melanjutkan, cita rasa akan harmoni dan irama, yang sebenarnya menjadikan tarian bukanlah gerakan yang alamiah dan berdasarkan insting semata, merupakan anugrah khusus pada dewa dan Muses.

Kata Orcheisthai, yang diterjemahkan "menari", sebenarnya menunjukkan segala macam gerakan ritmis dari kaki, tangan, kepala, mata, atau seluruh tubuh. Kosa kata bahasa Yunani yang lain adalah mousike "seni Muse", segala macam musik, puisi, dan tari.

Salah satu tarian tertua adalah milik orang Curete, tarian orang pincang yang liar penuh dengan teriaken dan gemerincingnya senjata. Tarian bangsa Kreta kuno yang terkenal lainnya adalah "maze" atau "labirin" yang polanya seperti spiral dan  bergelombang, diperkirakan berdasar pada istana Minos, di Knossos.

Bangsa Yunani Kuno berspekulasi dalam keunikannya dan mengangapnya sebagai inspirasi yang suci. Tampaknya bagi mereka bintang-bintang dan planet-planet melakukan tarian kosmik, bahkan Urania, dewi astronomi, adalah juga Muse dan dewa tari.  Lawler mengatakan bahwa dewa-dewa dianggap sebagai bapak seni tari, dan hampir semua keistimewaan mereka terutama digambarkan dalam karya sastra dan seni sebagai tarian.

Tarian Kreta yang penuh warna dan spektakuler dikatakan telah menginspirasi tarian orang-orang Yahudi Micenaean, yang lahir pada Jaman Perunggu, di daratan Yahudi. Kegagahannya diabadikan oleh Homer dalam puisi epic Iliad dan Odyssey. 

Dalam Odyssey, Odysseus memerintahkan Telemachus untuk mengumpulkan para pelayan di istana setelah para pelamar dibunuh; tarian yang meriah digelar untuk memeriahkan situasi di istana. Gambaran yang jelas mengenai tarian ditulis dalam buku kedelapan belas Iliad, tempat Homer menjelaskan senjata Achilles. Tiga tarian dijelaskan sebagaimana terlukis di tamengnya.

Ketika bangsa Yahudi memasuki periode klasik, orang-orang Yahudi tidak lagi memuja hewan, seperti masa-masa awal mereka, tetapi mereka memuja dewa. Tata upacara kesuburan sering ditujukan untuk Dionysius, dewa kesuburan dan anggur yang dipersembahkan bagi kemuliaannya.

Kata tragedi berawal dari kosa kata "kambing" yang berarti tragos, pada saat kontes tari kambing yang diadakan selama abad ke-6 SM diketahui sebagai kompetisi dalam tragoedia, atau nyanyian kambing. Yang kemudian menjadi kata tragedi. Istilah orkestra pada awalnya berarti pergelaran tari berbentuk lingkaran dalam teater.

Salah satu penggunaan tarian yang paling umum di Yunani kuno adalah di bidang pendidikan. Plato menulis menyanyi dengan baik dan menari dengan baik adalah terdidik, dan menghargai pentingnya tarian dalam pendidikan.

Di Athena dan Sparta, tari diajarkan sebagai tambahan dalam pendidikan militer khususnya anak laki-laki. Di dalam palaestra (sekolag gulat) dan gymnasium, belajar tari PyTrhic dan tari yang lain bermaksud untuk melatih gerak perang. Contohnya tari tersebut diantaranya:
  1. Podism: gerak kaki yang bergantian dengan cepat, dan melatih ketrampilan tangan.
  2. Xiphim: perang-perangan, latihan cara bertempur dalam tari.
  3. Homos: loncatan-loncatan tinggi dan lompat galah, untuk mempersiapkan mereka melompati balok balok tinggi dan batu-batu besar atau untuk melewati tembok dan beteng.
  4. Tetracomos: formasi diam, para serdadu maju secara bersama-sama, melindungi diri dengan perisai yang paling merapat.
Satiris Yunani menyatakan bahwa bangsa Yunani menghargai tari sampai pada tingkatan dimana orang-orang yang paling terhormat dan terbesar di tiap kota adalah para penari. Misalnya Aeschylus dan Aristophanes menari pada berbagai macain pementasan, Epaminondas dari Thebes, seorang jendral dan aparatur Yunani yang terkenal, memainkan alat-alat musik, bernyanyi, dan menari.

Tarian kemasyarakatan bangsa Yunani yang asli, yang dipelajari dalam orchestra atau lantai dansa, pada akhimya menjadi choros yang merupakan elemen pokok pada drama Yunani. Sepanjang periode klasik, tari memiliki posisi penting dalam pementasan tragedi yang lebih mirip "suatu tontonan semi operasi yang impresif dari pada sebuah drama". 

Dalam drama Yunani terdapat jenis-jenis tari khusus:
  1. Emmeleia: jenis tari serius dan sedih, yang menggunakan suatu aturan dari gerakan- gerakan simbolis untuk menyampaikan seluruh cerita dari suatu drama tanpa sepatah kata.
  2. Kordax: adalah drama berkarakter komedi, dengan gerak menendang pantat, menepuk dada dan pinggul, dan gerak-gerak yang sejenis.
Baca Juga: