Home » , » Lihai Bermain Kendhang. ternyata Wihaji Hobi Tabuh Kendang Sejak Dia Kecil

Lihai Bermain Kendhang. ternyata Wihaji Hobi Tabuh Kendang Sejak Dia Kecil

Alat musik tradisional kendang tidak dapat lepas dari Bupati Batang Wihaji. Alat musik itu menjadi salah satu choices utama saat Bupati Wihaji serta Wakil Bupati Suyono melakukan kunjungan kerja blusukan dari desa ke desa di 15 kecamatan di Kabupaten Batang, belum lama ini 

”Kendang bagi aku menjadi alat koordinasi serta komunikasi dengan jajaran Pemkab Batang. Sederhana saja, dengan kendang bersama alat musik tardisional yang lain sekarang selaras dengan semangat guyub rukun membangun Batang. pasal kami main bersama-sama teman-teman OPD,” ucap Wihaji ketika dihubungi Suara Merdeka, kemarin Dia menuturkan, sebagai anak kampung memang tak asing lagi dengan kendang. pasal alat musik itu biasa ditinjau saat menonton wayang kulit atau campursari.

Pada awalnya ketika masih anakanak cuma secukupnya menabuh-nabuh saja. Namun seiring dengan trip pendidikannya, akhirnya dia mulai menggandrungi kendang. Bakat buat mengendang mulai dilaksanakan saat melanjutkan sekolah di MAN 1 Surakarta. Sampai saat kuliah di STAIN Salatiga diteruskan ketika menempuh S2 di perguruan tinggi Negeri Jakarta (UNJ) 

”Saat itu tidak hanya karawitan tapi juga teater saya geluti. Tapi kalau olahraga semua saya sukai,” tandas bapak dari Aqiel Arya Satya Maheswara dan Wini Naura Inarsih, buah cintanya dengan Uni Kuslantasi, warga Sambong, Batang. Kendang kembali digelutinya, saat menjabat Bupati Batang, dilantik 22 Mei 2017. Ketika itu melihat di aula ada seperangkat gamelan.


Membentuk Grup
Sehingga menarik minatnya buat kembali menggeluti kendang. Dia pun mengajak Wakil Bupati Suyono, bersama para Kabag serta Camat memainkan alat tradisional. Gayung bersambut, mereka pun nyatanya mempunyai bakat setara. Karena, beberapa telahbiasa menabuh gamelan, gong, serta lainnya. tak cuma itu, Bupati juga membentuk grup seni karawitan yang dikasi nama ”Ngaku Salah”.

”Ya sesuai namanya supaya kami seluruh ini jujur. disamping itu terhadap awal latihan adanya yang salah-salah, jadilah nama 'Ngaku. Salah',”tandasnya. Masyarakat pun terhibur penampilan Grup Ngaku Salah saat Peringatan Hari Olah Raga Nasional 2017. Bupati Wihaji menghentak dengan tabuhanmemanikan kendangnya, serta memimpin alat musik lainnya mengikutinya.

”Kendang itu simbol pemimpin. Saat akan mulai kebiasaannya yang ditabuh ialah kendang dahulu, baru diikuti yang lainnya. Disamping kendang aku sedikit- dikit juga dapat ngedram lho, walaupun tak lihai".

Lihai Bermain Kendhang. ternyata Wihaji Hobi Tabuh Kendang Sejak Dia Kecil

Yang serius dapat menghibur rakyat”. Sekarang tiap adanya kesempatan, acara Grup Ngaku Salah senantiasa tampil. Wihaji pun mengawali dengan hentakan tangannya memimin penabuh yang lain buat mulai membunyikan gamelan, gong, serta lainnya.

Tidak cuma Bupati, bahkan istrinya Uni Kuslantasi bersama istri Wakil Bupati Jeki Suyonojuga. menggeluti alat musik tradisional dengan membentuk grup ”Aja Gebrek” yang pemainnya ibu-ibu. ”Luar biasa sekali, Pak Bupati saat beraksi dengan kendang amat memukau 

Kami bangga memiliki pemimpin yang merakyat serta pandai memainakn alat-alat musik tradisonal,” ucap Kades Madugowongjati, Gringsing M Zein saat menatap Bupati-Wakil Bupati pentas bersama Seni Karawitan Ngaku Salah(Arif. Suryoto-16)

Featured Post

Rumah Sederhana Ala Jepang - Small House Design Interior Photos

Lahan sempit untuk membuat rumah bukan kendala untuk menciptakan tempat untuk dihuni. Banyak sekali model rumah minimalis yang bisa anda c...