Home » » Pagelaran Wayang Dan Teknologi

Pagelaran Wayang Dan Teknologi

Pesatnya perkembangan teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Cara mudah untuk mendapatkan produk misalnya saja, kita bisa membelinya melalui media internet dan membayar biaya pengiriman serta harganya. Tanpa kita harus repot-repot mencari dengan berjalan keluar rumah, tinggal pilih aplikasi.
Masuknya teknologi ini menjadi momok sebagian kalangan masyarakat, apa lagi di bidang seni. Artikel ini akan membahas antara teknologi dan bidang seni, berfokus dalam seni pertunjukan yakni pagelaran wayang kulit.
Pagelaran wayang kulit, dilihat dari segi piranti gamelan (dalam anggapan secara nasional gamelan adalah alat musik), memang sangat banyak jumlahnya sekitar ada 17 perangkat musik gamelan. Setiap perangkat musik dipegang oleh masing masing-masing satu orang seniman. Lalu apa hubungan pagelaran wayang kulit dengan tekhnologi.
Nah, dewasa ini ada beberapa dalang di daerah Jawa Tengah, yang saat pentas pagelaran wayang tidak menggunakan banyak piranti plus seniman. Kok bisa?, Ya karena sekarang ada beberapa dalang menggunakan alat musik elektronik yakni keyboard untuk mengiringi pagelaran wayang kulit.


Pandangan Negatif Seniman dan Masyarakat

Pembahasan pandangan Negatif dari beberapa seniman, bila ini menjamur kepada seniman lain dan parahnya terhadap masyarakat, maka jangka panjang hanya akan membatasi kemampuan seniman itu sendiri. Dengan hanya mengikuti alat elektronik keyboard, sifat dan ekspresi seniman otomatis akan terbatas. Lalu bagi seniman pagelaran seni wayang yang mencakup seniman karawitan, terutama calon personil seniman karawitan yang menimba ilmu di sekolah atau di universitas, jangka panjang kedepannya apakah akan hanya sia-sia. Ini seperti mimpi buruk dan menimbulkan beberapa opini maayarakat menuju ke arah yang berlawanan. Masyarakat sebagian besar,  apa lagi orang yang condong penikmat dan pengamat, beropini tentang punahnya salah satu icon seni pertunjukan ini apa bila ini menjamur.

Pandangan Positif Seniman dan Masyarakat

Pendapat yang positif dalam masyarakat sebagian besar juga timbul. Secara materi, pengrucutan alat gamelan dan personil, akan bertambah irit serta hemat. Baik uang, tenaga dan konsumsi. Betul saja karena personil sedikit otomatis biaya pengeluaran tidak banyak apa lagi membengkak. Beberapa seniman menganggap masuknya teknologi ini sebagai trobosan, variasi atau bisa dibilang modifikasi.  Dan hal ini bisa dianggap sebagai karya seni yang mencampurkan sari musik dari alat elektronik dan sari musik dari tangan sang seniman.

Sekian dulu terimakasih.