Home » , » Tembang Asmaradana Arti Beserta Contohnya

Tembang Asmaradana Arti Beserta Contohnya

Tembang Asmarandana adalah salah satu dari tembang Macapat, dan Asmaradana termasuk tembang yang populer di Jawa. Artikel ini akan membahas tentang arti, aturan dan beberpa contoh tembang Asmorodono. Admin juga menyediakan contoh tembang asmaradana buatan sendiri. Lirik tembang asmaradana tidak selalu sama dan memiliki arti yang berbeda-beda tentunya.

Juga akan kita jabarkan arti bahasa Jawa (lirik) kedalam bahasa Indonesia. asmaradana lirik jawa, tembang macapat, contoh tembang asmaradana tema katresnan, urutan tembang macapat
Tembang Asmarandana berasal dari kata ‘Asmoro’ yang berarti cinta . Filosofi tembang Asmarandana ialah mengenai perjalanan hidup manusia yang telah waktunya untuk memadu cinta dengan pasangan hidup. Dari segi pandang lain Asmaradana berasal dari kata asmoro dan dhana. Asmoro ialah nama dewa asmara. Dhana berasal dari kata dahana yang berarti api.

Tembang Asmarandana berasal dari kata ‘Asmoro’ yang berarti cinta . Filosofi tembang Asmarandana ialah mengenai perjalanan hidup manusia yang telah waktunya untuk memadu cinta dengan pasangan hidup. Dari segi pandang lain Asmaradana berasal dari kata asmoro dan dhana. Asmoro ialah nama dewa asmara. Dhana berasal dari kata dahana yang berarti api.

Asmaradana terkait dengan kajadian hangusnya dewa Percintaan yang disebabkan oleh sorot mata ketiga dewa Siwa seperti yang dituliskan dalam Kakawin Smaradhana karya Mpu Darmaja. Dalam Serat Purwaukara Smaradhana diberikan arti remen ing paweweh, berarti menyenangi memberi.


Baca Juga: 
Watak Asmarandana adalah menandakan cinta kasih, romansa dan juga rasa pilu atau rasa sedih.

Aturan Tembang Asmarandana (8i – 8a – 8e – 7a – 8a – 8u – 8a)

Lumrah tumrap wong ngaurip (sudah smestinya orang hidup)
Dumunung sadhengah papan ( Berada dimana-mana)
Tan ngrasa cukup butuhe (tidak merasa cukup)
Ngenteni rejeki tiba ( Menunggu rejeki datang)
Lamun tanpa makarya (kalau tidak bekerja)
Sengara dapat kepthuk (tidak mungkin akan dapat rejeki)
Kang mangkono bundhelana (maka dari itu ingatlah)

Berikut ini adalah contoh buatan admin sendiri
Nandang asmoro ing ati ( Merasakan cinta di hati)
Nadyan katon ana netra ( walau telihat di mataku)
Kaya edan bebasane  (seperti gila seumpama)
Kanggomu aku lila ( untukmu aku rela)
Rasa tresna kang satuhu ( Rasa Cinta yang sejati)
Aku tresna aku tresna (aku cinta, Aku Cinta)

Berikut penjelasan mengenai tata tertib guru gatra, guru lagu dan guru wilangan dari tembang Asmarandana .

1. Guru gatra = 7
Tembang Asmarandana mempunyai 7 larik atau baris kalimat.

2. Guru wilangan = 8, 8, 8, 7, 8, 8, 8
Kalimat pertama berjumlah 8 suku kata. Kalimat ke dua berjumlah 8 suku kata. Kalimat ke tiga berjumlah 8 suku kata. Kalimat ke empat berjumlah 7 suku kata. Kalimat ke lima berjumlaj 8 suku kata. Kalimat ke enam berjumlah 8 suku kata, Kalimat ke tujuh berjumlah 8 suku kata.

3. Guru lagu = i, a, e, a, a, u, a
Akhir suku kata dari tiap-tiap kalimatnya sepatutnya bervokal i, a, e, a, a, u, a.

Searches related to tembang asmorodono
contoh tembang asmaradana buatan sendiri
lirik tembang asmaradana dan artinya
asmaradana lirik jawa
tembang macapat
contoh tembang asmaradana tema katresnan
urutan tembang macapat