Home » , , , » Contoh Ragam Patung Modern

Contoh Ragam Patung Modern

Pada zaman sekarang telah banyak jenis patung yang dibuat dalam rangka sebagai seni pakai maupun seni murni. Pada masa modern sekarang patung tidak hanya digunakan sebagai barang pemujaan ataupun barang religius lain seperti masa dahulu namun seiring dengan perkembangan kehidupan sosial dapat digunakan sebagai sarana dalam berbagai hal. Contoh-contoh patung modern:

" Lingkaran Pesan dari Timur "
(karya : G.Sidharta)
Pada karya “Lingkaran Pesan dari Timur” ini cenderung mengolah unsur-unsur desain, konflik dan keselarasan. Karya dari bahan tembaga yang memiliki ukuran 120 x 120 x 120 cm, berupa seperti gelang besar yang tidak bertemu antar ujung dan pangkalnya. Pada badan gelang menempel berjumlah empat potongan gelang sama rupa dan saling silang. Rangkaian bentuk mengingatkan orang pada pengertian yin-yang, dimana tandanya muncul pada ujung-ujung potongan gelang tersebut.

Jack Plane

Ichwan Noor
29 x 22 x 23 cm
Wood, Planer, Blade
2006
Dalam karya ini secara unik memperagakan kapasitas model-model rekayasa dalam mempengaruhi dan menentukan persepsi tentang realitas. hiperealitas dunia kontemporer memungkinkan hadirnya masa silam, masa kini dan masa depan secara serempak. Karya ini merangkum yang primitif dan yang canggih, yang intens dan yang instan, spiritualisme dan materialisme, dalam satu kehadiran lahiriah yang kompak. Di zaman ini, manusia hidup dalam situasi hiperrealitas. Inilah era ketika apa yang disebut “realitas” telah goyah bahkan runtuh oleh invasi model-model rekayasa yang lebih meyakinkan, lebih “nyata”, daripada kenyataan itu sendiri. Citra, halusinasi dan simulasi kini sanggup menyaingi dan mengalahkan realitas.
Baca Juga:
Untitled

Iriantine Karnaya
85 x 85 x 20 cm
Bronze
Pada karya “Untitled”, Iriantine Karnaya mengejawantahkan visinya tentang dinamika dan mobilitas lewat analisa formal terhadap ekspresi murni, ritme permukaan dan logika visual. Hasilnya adalah sebentuk puisi konkret yang bertutur perihal gerak dari yang diam, ketakterbatasan dari yang terbatas. Dinamika dan mobilitas ritmis juga merebak dari karya “Marriage” Filippos: sebuah konstruksi harmonis yang dibangun dengan prinsip kesetimbangan relasi antar-bidang dan antar-garis, simetri antara kalkulasi matematis dan mimesis alam, keseimbangan antara rasionalitas dan naluri.


Karya Nuarta ini menunjukan gejala-gejala pembaharuan. Beliau berusaha meninggalkan persepsi seni rupa Bali pada umumnya, dan dengan sangat kritis merangkai olah bentuk patung-patung Bali dengan cara memperlihatkan distorsi menyerupai patung-patung primitif. Seniman Nuarta pada perkembangan seni rupa Bali ini membuat hubungan karya ciptaannya dengan perkembangan seni rupa yang terpengaruh oleh tradisi modern menjadi tidak mutlak.

" Parameswara "
(karya : Rita Widagdo)
Kekuatan garis merupakan ciri khas karya Rita Widagdo. Karya ini tidak terlepas dari garapan garis, lipatan dan gerak. Pada karya ini memunculkan kesan gerak dengan cara malakukan repetisi / pengulangan bentuk garis, lipatan, atau juga perbedaan cekung-cembung permukaan bidang karya dalam jumlah tertentu sehingga menghasilkan ‘sesuatu’ yang unik/sin sign. Terdapat penciptaan garis melalui bahan yang digunakan, seperti kawat atau batang tembaga, kuningan, dan juga stainles steel, yang ditempel dengan teknik solder, maupun garis yang terjadi akibat dari pertemuan antar bidang, contohnya pada relief “Pressing to the Surface” (1994), atau pada karya ciptaan berupa patung ; “JeanneD’arc” (1999), “Family IV” (2004), dan termasuk karya-karya patung publik yang dihasilkannya.