Home » , , » Tembang Gambuh Lengkap Dengan Contoh, Arti Dan Watak

Tembang Gambuh Lengkap Dengan Contoh, Arti Dan Watak

Conggado.com-Dalam artikel ini Akan dibahas arti tembang Gambuh secara lengkap, dan juga dalam bahasa Jawa (Tembang Gambuh lan tegese). Tidak dipungkiri, sebagian orang yang mengetahui, watak salah satu tembang ini mengandung pitutur luhur. Selain itu admin juga akan menyediakan contoh buatan sendiri. Semoga bermanfaat untuk anda yang mencari materi tentang Gambuh.


Arti Tembang Gambuh
Permulaan kata gambuh yaitu jumbuh(gathuk) atau bersatu yang artinya janji untuk menyatukan cinta dalam satu biduk rumah tangga. Dan inti dari kehidupan berumah tangga itu ialah: “Hunna Li Baasulakum, Wa Antum Libaasu Lahun", artinya “Istri-istrimu itu yakni baju bagimu, dan kau yaitu yakni baju baginya".

Lumrahnya fungsi baju yaitu untuk menutupi aurat, untuk melindungi dari panas dan dingin. Dalam berumah tangga wajib saling menjaga, melindungi dan mengayomi satu sama lain, supaya biduk rumah tangga menjadi harmonis dan sakinah dalam naungan Ridlo-Nya.

Tembang macapat Gambuh yakni salah satu tembang yang berisi perihal berjenis-jenis ajaran terhadap generasi muda, lebih-lebih mengenai bagaimana menjalin relasi antara manusia satu dengan yang lainnya.

Watak Tembang Gambuh

Watak atau karakter tembang gambuh yaitu perihal keramahtamahan dan pertemanan. Tembang gambuh juga lazim diaplikasikan untuk memperkenalkan cerita-cerita kehidupan.

Sebagian kalangan ada yang memaknai kata Gambuh sebagai sebuah kecocokan, sepaham dan sikap arif. Sikap arif berarti bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya, cocok porsinya, dan sanggup bersikap adil.

Bimbingan-nasehat mengenai pentingnya membangun rasa persaudaraan, toleransi dan kebersamaan sebagai makhluk sosial banyak tergambar dari tembang-tembang macapat Gambuh. Beberapa diantaranya tertulis dalam Serat Wulangreh pupuh III yang dibuat oleh Sri Susuhunan Pakubuwana IV, Raja Surakarta.

Ciri-Ciri Tembang Gambuh

Mempunyai Guru Gatra: 5 baris tiap-tiap bait (Artinya tembang Gambuh ini mempunyai 5 larik atau baris kalimat).

Mempunyai Guru wilangan: 7, 10, 12, 8, 8 (Artinya baris pertama terdiri dari 7 suku kata, baris kedua berisi 10 suku kata, dan seterusnya)

Mempunyai Guru L4gu: u, u, i, u, o (Artinya baris pertama usai dengan vokal u, baris kedua usai vokal u, dan seterusnya).

Berikut ini adalah Beberapa Contoh Tembang Gambuh Serta Arti Perkata

Tembang Gambuh mempunyai kaidah/ Wewaton: 7u – 10u – 12i – 8u – 8o

Contoh Tembang Gambuh 1

Sekar gambuh ping catur,

(Tembang gambuh keempat)

Kang cinatur polah kang kalantur,

(Yang didiskusikan perihal perilaku yang kebablasan)

Tanpa tutur katula-tula katali,

(Tanpa nasehat terjerat penderitaan)

Kadaluwarsa kapatuh,

(Terlanjur menjadi budaya)

Kapatuh pan dadi awon.

(Adat dapat berpengaruh buruk)


Contoh Tembang Gambuh 2

Aja nganti kabanjur,

(Jangan hingga terlanjur)

Barang polah ingkang nora jujur,

(Berbuat polah yang tak jujur)

Yen kebanjur sayekti kojur tan becik,

(Apabila telanjur tentu akan celaka dan tak bagus)

Becik ngupayaa iku,

(Lebih bagus berusahalah)

Pitutur ingkang sayektos.

([menngikuti] ajaran yang sejati)


Contoh Tembang Gambuh 3

Tutur bener puniku,

(Ucapan yang benar itu)

Sayektine apantes tiniru,

(Sejatnya layak untuk dicontoh)

Nadyan metu saking wong sudra papeki,

(Sedangkan keluar dari orang yang rendah derajatnya)

Lamun becik nggone muruk,

(Apabila bagus dalam mengajari)

Iku pantes sira anggo.

(Itu layak kamu gunakan)

Baca Juga:

Video dan Mp3 



Contoh Tembang Gambuh 4

Ana pocapanipun,

(Ada sebuah ungkapan)

Adiguna adigang adigung,

(Adiguna, adigang, adigung)

Pan adigang kidang adigung pan esthi,

(Seperti Adigang-nya kijang, adigung-nya gajah)

Adiguna ula iku,

(Adiguna-nya ular)

Telu pisan mati sampyoh.

(Ketiganya mati bersama dengan sia-sia)

Contoh Tembang Gambuh 5

Si kidang ambegipun,

(Si kijang mempunyai watak)

Angandelaken kebat lumpatipun,

(Menyombongkan kecepatannya melompat/berlari)

Pan si gajah angandelken gung ainggil

(Si gajah menyombongkan tubuhnya yang tinggi besar)

Ula ngandelaken iku,

(Ular menyombongkan)

Mandine kalamun nyakot.

(Keampuhannya dengan menggigit)


Contoh Tembang Gambuh 6

Iku upamanipun,

(Itu sebuah perumpamaan)

Aja ngandelaken sira iku,

(Jangan menyombongkan diri)

Suteng nata iya sapa kumawani,

(Seorang raja siapa yang berani)

Iku ambeke wong digang,

(Itu perilaku yang adigang)

Ing wasana dadi asor.

(Yang walhasil dapat merendahkan)


Contoh Tembang Gambuh 7

Adiguna puniku,

(Watak adiguna yaitu)

Ngandelaken kapinteranipun,

(Menyombongakan kejagoannya)

Samubarang kabisan dipundheweki,

(Seolah segala dapat dilaksanakan sendiri)

Sapa dapat kaya ingsun,

(Siapa yang dapat seperti saya)

Togging prana nora enjoh.

(ujung-ujungnya tidak dapat apa-apa)


Contoh Tembang Gambuh 9

Ambek adigung iku,

(Watak orang adigung yaitu)

Angungasaken ing kasuranipun,

(Menyombongkan keperkasaannya)

Para tantang candhala anyenyampahi,

(Seluruh ditantang bertengkar dan disepelekan)

Tinemenan nora pecus,

(Apabila benar dihadapi, dia tidak berdaya)

Satemah dadi geguyon.

(Kesudahannya cuma jadi bahan tertawaan)


Contoh Tembang Gambuh 9

Ing wong urip puniku

(Dalam kehidupan manusia)

Aja nganggo ambek kang tetelu,

(Jangan hingga mempunyai watak ketiga tadi)

Anganggowa rereh ririh ngati-ati,

(Milikilah sifat tabah, jitu, dan berhati-hati)

Den kawangwang barang laku,

(Senantiasa mawas diri pada tingkah laku)

Kang waskitha solahing wong.

(Pandailah membaca perilaku orang lain)


Baca Juga:

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Rumah Sederhana Ala Jepang - Small House Design Interior Photos

Lahan sempit untuk membuat rumah bukan kendala untuk menciptakan tempat untuk dihuni. Banyak sekali model rumah minimalis yang bisa anda c...