Home » , , , » Kendang Instrumen Gamelan Jawa (Fungsi, Jenis Dan Bentuk)

Kendang Instrumen Gamelan Jawa (Fungsi, Jenis Dan Bentuk)

Kendang merupakan alat musik gamelan penting dalam sebuah pertunjukan seni karawitan maupun seni pedalangan. Dalam dunia seni Jawa, Kendang dikenal sebagai pamurba irama. Apakah Pamurba irama?, Arti kata Jawa ini adalah sebagai penuntun/pengendali irama (supir/driver) pada salah satu sajian gendhing. Tanggung jawab besar tersebut menjadikan sang penagendang harus banyak latihan dan harus mumpuni sehingga jalan dan irama sebuah pertunjukan bisa berjalan dengan lancar.


Irama dalam karawitan dibagi menjadi beberapa bagian, tergantung bentuk sajian yang akan dilakukan. Contoh dalam bentuk gendhing Lancaran, disana ada 3 irama yang bisa di garab. Tiga irma tersebut adalah irama lancar, irama tanggung dan irama dadi. Irama dalam lancaran dan perpindahan irama satu dengan yang lain, semua itu tergantung oleh kendali sang pengendang. Dengan garab yang baik dari pengendang, dan kemampuan disertai ilmu, akan menjadikan gendhing enak didengarkan.

Kendang adalah alat gamalen dari kayu yang berbentuk lonjong, hampir mirip bentuk oval, dan ditengah kayu tersebut ada lubang yang bertemu antara sisi kanan dan sisi kiri. Dan kemudian kendang dilengkapi dengan kulit sapi atau kulit kerbau sedimikian rupa hingga bisa berbunyi.

Kendang bermacam-macam jenisnya. Di Jawa Tengah ada Kendang Ciblon, Kendang Sabet, Kendang Ketipung, Kendang Penunthung dan Kendang Gedhe (Ageng). Bila di Jawa Barat ada Kendang Jaipong ( Sunda, Bandung), di Jawa Timur hampir sama dengan Jawa Tengah.

Kendang Ciblon

Kendang ciblon mempunyai nama lain yakni kendang batangan, memiliki karakteristik suara yang lebih tinggi jika dibanding dengan kendang lainnya. Karakter suara yang khas ini paling cocok jika diggunakan untuk mengiringi musik klenengan dan iringan tari.

Kendang Gedhe (Ageng)

Kendang Ageng merupakan kendang yang paling besar jika dibandingkan dengan kendang lainnya. Kendang ini bisa dimainkan secara tunggal maupun dikolaborasikan dengan kendang lainnya dalam musik karawitan.

Kendang Sabet

Kendang Sabet menjadi salah satu kendang yang wajib ada dalam sebuah pertunjukan wayang kulit, sesuai dengan namanya, suara-suara yang dihasilkan dari kendang sabet yang kuat dan dinamis sangat pas digunakan untuk mengiringi gending-gending sabet (gerakan perang) dalam wayang.

Kendang Ketipung

Kendang Ketipung adalah kendang yang memiliki bentuk paling kecil jika dibandingkan dengan bentuk kendang lainnya, kendang ini biasanya digunakan untuk mengiringi musik karawitan yang bernada riang seperti musik dangdut, jaipongan atau yang lainnya.

Kendang Penunthung

Kendang Penunthung memiliki bentuk kecil, namun lebih besar daripada kendang ketipung. Kendang ini secara khusus sering digunakan untuk gending bonangan dan bedayan, penggunaannya sering dipadukan dan saling berjainan dengan kendang ageng.


Baca Juga:
Notasi dalam kendang karawitan secara umum tidak menggunakan kode angka, namun simbol huruf yang dirancang secara khusus unruk memainkan kendang. Untuk mempermudah penyebutan terdapat bahasa yang diucapkan yaitu : “Thung”, “tak”, “tong”, “dhah”, “ket”, dan nada kosong.

Meski memiliki perbedaan fungsi disetiap kendang, namun secara umum kendang dalam karawitan berfungsi untuk pengatur irama dan menentukan suasana gending. Peran penting kendang dalam mengatur tempo menuntut pengendang bisa memiliki kepekaan yang tinggi dalam bermusik.

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Tembang Macapat Terlengkap Di Dunia Asal Usul, Jenis, Filosofi, Contoh, Makna Dan Arti

Tembang macapat adalah salah satu tembang atau lagu daerah yang sering digunakan, bisa dibilang terpopuler di Jawa. Tembang macapat adalah...