Home » , , » Sejarah Topeng Banjet Lengkap Dengan Arti, Fungsi Dan Definisi

Sejarah Topeng Banjet Lengkap Dengan Arti, Fungsi Dan Definisi

Topeng Banjet adalah kesenian tradisional khas dari Kabupaten Karawang. Ciri yang menonjol yakni dialognya menggunakan bahasa Sunda kasar dan waditra adalah pengiringnya. Title atau nama Topeng Banjet, beberapa tokoh pelaku, menurutnya hanya istilah semata. Istilah ini hanya untuk membedakan antara topeng tradisional dengan topeng berasal dari Indramayu, Cirebon serta dari Jawa yang biasanya mengamen hingga ke pesisir Karawang.

Kata bajet awalnya muncul di daerah Cilamaya, Pemanukan dan menyebar hingga daerah pesisir timur lainnya. Tambahan kata bajet menurut pandangan para tokoh-tokoh kesenian Topeng ini memang dirasa dan dipandang perlu, alasan ini berdasar karena masa silam dahulu tidak sedikit kelompok-kelompok Topeng Jawa, serta dari Indramayu dan Cirebon yang berkeliling (mengamen) ke berbagai pelosok daerah-daerah pedesaan. (source: Agus Sukmana S.sn dalam paparan diskusi terbatas "Mengungkap Topeng Banjet Karawang", Dago Tea House Bandung). 

Sepanjang sejarah mengenai perkembangan Topeng Banjet telah mengalami beberapa perubahan,  walau secara khalayak masih bersifat tradisional. Sandangan  (busana) yang dipakai oleh nayaga/personil umumnya memakai sandangan seadanya, terlebih ketika masa silam ada yang hanya memakai kaos oblong saja dan pakaian luar dibungkus dengan sarung yang ikat, terkait pada pinggang. Pagelaran pada masa ini perubahan kostum khususnya pada personil (yogo/niyogo) yang terlihat seragam. Busana pelawak juga terkesan bebas dan expresif, jaman dulu pelawak terkadang tidak mengenakan baju dan hanya memakai sarung saja.

Pada masa kini pada pagelaran seni, kesenian Topeng Banjet tidak ada personil yang memakai Topeng, akan tetapi berbeda dengan masa silam, ketika pementasan beberapa pemain memakai Topeng, yakni pada babak Ngajantuk dan babak Ngedok.

Pemakaian topeng saat pentas ini hanya sampai tahun 1949, karena pada masa itu dilarang oleh penguasa setempat (Batalion X). Dengan adanya larangan tersebut maka hilanglah babak Ngajantuk sampai saat ini. Namun demikian istilah Topeng tetap menempel untuk nama kesenian Topeng ini. 
.
Istilah Topeng Banjet muncul karena ketika musik topeng mengalun seperti suara bancet bersahutan. Bancet adalah sejenis katak. Musik tersebut sangat berbeda dengan musik topeng dari Jawa. Waditra Topeng Banjet sangat khas dengan instrumen alat gamelan seperti pada kendang, gong buyung (gong kecil), dan kecrek. Instrumen gamelan gong pada umumnya bentuknya besar namun dalam pertunjukan ini, gamelan gong memiliki ukuran kecil dan suaranya pun berbeda.

Sepanjang sejarah mengenai perkembangan Topeng Banjet telah mengalami beberapa perubahan,  walau secara khalayak masih bersifat tradisional. Sandangan  (busana) yang dipakai oleh nayaga/personil umumnya memakai sandangan seadanya, terlebih ketika masa silam ada yang hanya memakai kaos oblong saja dan pakaian luar dibungkus dengan sarung yang ikat, terkait pada pinggang.

Pagelaran pada masa ini perubahan kostum khususnya pada personil (yogo/niyogo) yang terlihat seragam. Busana pelawak juga terkesan bebas dan expresif, jaman dulu pelawak terkadang tidak mengenakan baju dan hanya memakai sarung saja.

Baca Juga:
Pemeran Si Jantuk umumnya memakai kopiah kemudian sandangan memakai jubah atau mantel dan membawa tiruan golok dari kayu. Busana ronggeng (Topeng) mengenakan pakaian biasa, dengan kebaya pada bagian tangan sampai di tengah pergelangan, mengenakan kain panjang hingga ujung kaki, dan tidak di wiru (tidak dilipat).

Pada masa lalu kesenian Topeng Banjet berfungsi sebagai pelengkap upacara-upacara tradisional seperti di dalam kegiatan panen padi. Pada perkembangan selanjutnya, fungsi kesenian Topeng Banjet yaitu digunakan dalam kegiatan lainnya seperti dalam acara hiburan hajatan perkawinan, khitanan, acara penyambutan tamu, pesta-pesta, juga pada acara hiburan peringatan hari-hari nasional, serta hiburan lain, seperti kegiatan­-kegiatan festival di berbagai tempat. 

Fungsi

Masa silam Kesenian Topeng ini berfungsi untuk pelengkap upacara-upacara tradisi, misalnya dalam kegiatan panen. Terkadang digunakan dalam acara pernikahan, untuk hiburan hajatan. Kesenian ini berkembang menuju prefesionalisme, sering diundang dalam kegiatan berimbalan, dalam acara hiburan dalam rangka hari nasional dan hari libur. Hakekatnya Kesenian ini sebenarnya berisi tentang pesan-pesan moral dan bertema heroik/pahlawan.

Kesenian Topeng banjet ini adalah bentuk kesenian tradisional (klasik), jenisnya masuk dalam kategori seni pertunjukan rakyat atau tergolong dalam bentuk teater tradisional. Lebih spesifikasi tentang kesenian Topeng Banjet terdefinisikan sebagai seni pertunjukan rakyat yang didalamnya terdapat lawakan atau pelawak (bodor) pada permulaan pagelaran, dengan Topeng Banjet kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni drama (teater) tradisional.

0 komentar:

Post a Comment