Home » , » Seni Abad Pertengahan Lengkap Sejarah Dan Contoh Gambar

Seni Abad Pertengahan Lengkap Sejarah Dan Contoh Gambar

Karya seni rupa pada zaman ini mempunyai ciri khas, ciri khas tersebut adalah keterikatan atas otoritas gereja yang mendominasi terhadap pemerintahan serta struktur sosial masyarakat. Ketaatan kepada gereja adalah mutlak, bahkan tidak jarang gereja kerap ikut campur tangan dalam menentukan isi karya seni yang akan dibuat.

Secara visual, karya seni rupa Abad Pertengahan terlihat datar, dengan pengolahan warna-warna primer dan pose yang terlihat agak kaku. Konsep perspektif ketika masa ini sangat jarang ditemukan, atau kalau pun ada, hanya berupa pengolahan secara sederhana dengan banyak distorsi. Selain itu, tidaklah sulit menemukan material seperti cat emas, emas, batuan berharga, dan gading sebagai bahan utama karya.


Ukuran yang dimiliki oleh karya seni rupa pada masa ini kebanyakan besar. namun, tidak seperti pada masa klasik Romawi, ukuran besar tidak bermaksud untuk hal monumental, akan tetapi lebih sebagai pengisi ruang arsitektur yang pada masa itu cenderung tinggi serta luas dan sebagai wujud atau bentuk kebesaran Tuhan.

Sejarah arsitektur gereja abad pertengahan dimulai pada tahun 313, dimana tahun tersebut ketika  agama Kristen dinyatakan sebagai agama yang legal. Setelah terlepas dari penyiksaan, umat Kristen mulai membangun/mendirikan basilika. Basilika yang terbagus dan berukuran besar adalah Gereja St. Sophia di Konstantinopel, yang mempunyai gaya khas Byzantium. Gaya Byzantium tersebut dalam perkembangan selanjutnya memberikan pengaruh ke daerah-daerah dunia Muslim. 

Arsitektur Masjid sangat condong dan dipengaruhi oleh gaya Byzantium. Salah satunya adalah bangunan masjid Umar yang bertempat di Yarusalem. Para arsitektur di luar Konstantinopel juga mencoba membuat modifikasi gaya Byzantium. Salah satu contoh bagunan yang dimodifikasi adalah Gereja San Vitale, di Ravena, negara Italia Utara. Kapel ini pada awalnya dimaksudkan untuk mausoleum Karel Agung


Periode Abad Gelap

Selama periode abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang mengalami perkembangan. Mundurnya peradaban Romawi berakibat kepada melemahnya usaha pengembangan gaya arsitektur orisinal. Kaum barbar, di negara Jerman, Slav, maupun Finno-Ugria, ketika itu maksimal hanya dapat membuat imitasi gaya arsitektur Romawi Barat yang sedang mengalami kemrosotan.

Selama periode abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang mengalami perkembangan. Mundurnya peradaban Romawi berakibat kepada melemahnya usaha pengembangan gaya arsitektur orisinal. Kaum barbar, di negara Jerman, Slav, maupun Finno-Ugria, ketika itu maksimal hanya dapat membuat imitasi gaya arsitektur Romawi Barat yang sedang mengalami kemrosotan.


Periode Romanesque

Istilah ini mengacu pada seni yang sedang mengalami perkembangan di Eropa barat dari sekitar tahun 1000 sampai 1200. Banyak gereja yang dibangun dengan gaya baru di segala penjuru Eropa barat, mengingatkan kembali pada bangunan basilika-basilika yang dibuat di Roma pada abad IV, V, dan VI. Jadi itu sebabnya, gaya baru ini disebut dengan istilah Romansque.  

Istilah ini mengacu pada seni yang sedang mengalami perkembangan di Eropa barat dari sekitar tahun 1000 sampai 1200. Banyak gereja yang dibangun dengan gaya baru di segala penjuru Eropa barat, mengingatkan kembali pada bangunan basilika-basilika yang dibuat di Roma pada abad IV, V, dan VI. Jadi itu sebabnya, gaya baru ini disebut dengan istilah Romansque.

Salah satu gereja gaya Romanesque yang tersohor adalah katedral Pisa, yang proses pembangunan selesai pada Tahun 1093. Contoh lain dari bangunan bergaya Romanesque yang perlu diketahui adalah gereja biara Cluny. Gereja ini diresmikan pada tahun 1131. Gereja Cluny adalah gereja yang sangat besar serta megah.


Arsitektur Gothik

Istilah arsitektur gothik mengarah pada seni arsitektur, lukis, dan pahat di tiga abad terakhir zaman pertengahan. Istilah tersebut berasal dari para penulis akhir Abad Pertengahan yang mana lebih menaruh perhatian pada culture Yunani-Romawi daripada culture abad pertengahan sendiri. 

Arsitektur gothik merupakan kreasi dari para genius abad pertengahan. Dalam hal soal gaya seni, gaya Gothik ini adalah arsitektur yang lebih baik apabila dibandingkan dengan gaya-gaya lainnya. Pengaruh arsitektur gaya Gothik lebih luas daripada gaya arsitektur Romanesque. Perbedaan yang menonjol dan utama antara gaya ini adalah, gaya arsitektur Gothik serba lancip, sedang gaya  Romanesque serba bundar. 

Istilah arsitektur gothik mengarah pada seni arsitektur, lukis, dan pahat di tiga abad terakhir zaman pertengahan. Istilah tersebut berasal dari para penulis akhir Abad Pertengahan yang mana lebih menaruh perhatian pada culture Yunani-Romawi daripada culture abad pertengahan sendiri.

Arsitektur Gothik perkembangannya bermula di Prancis tengah, terutama di daerah sekitar Paris. Abad XIII adalah puncak berkembangnya arsitektur Gothik. Selama masa pemerintahan Raja Louis IX (1226-1270) mulai muncul karya-karya besar seperti katedral-katedral di Reims, Amiens, Paris, Beauvais, dan yang paling bagus adalah katedral Sainte Chapelle, yang berhadapan dengan Notre Dame di Paris. 

Walaupun arsitektur Gothik pada awalnya muncul di sekitar Paris, namun tidak berarti bahwa gaya ini semata-mata milik Prancis. Arsitektur gothik ini tetap dianggap, adalah sebagai hasil dari semangat Kristianitas, sebab kristen merupakan agama yang masuk dan menjamur di seluruh kawasan Eropa barat.


Dekorasi Gothik

Ide-ide Gothik tidak hanya terlihat pada gaya arsitektur, namun juga tampak pada dekorasi seni patung, lukis, hiasan, serta di setiap wujud seni kerajinan, termasuk kerajinan yang terbuat dari besi. Motif dan corak dekorasi mengandung nilai dan pesan ajaran kristen. Sejak lama gereja menampakkan imaji-imaji tentang hal religius, dengan maksud imaji-imaji itu mendorong atau memompa semangat keagamaan.

Ide Gothik tidak hanya terlihat pada gaya arsitektur, namun juga tampak pada dekorasi seni patung, lukis, hiasan, serta di setiap wujud seni kerajinan, termasuk kerajinan yang terbuat dari besi. Motif dan corak dekorasi mengandung nilai dan pesan ajaran kristen. Sejak lama gereja menampakkan imaji-imaji tentang hal religius, dengan maksud imaji-imaji itu mendorong atau memompa semangat keagamaan.



Seni Pahat Romanesque dan Gothik

Pahatan menggambarkan semua peritiwa dalam kehidupan yang berhubungan dengan religi. Selama masa Romanesque pelukisan atau gambar tentang peristiwa-peristiwa tersebut kurang tampak hidup. Hasilnya, seni pahat Romanesque tidak terlihat naturalistik. Berbeda dengan para pemahat gaya Gothik. Sebelum mulai memahatt, mereka pahat secara cermat dan naturalistik. Mereka melihat dan mengamati kedetailan lekuk-lekuk anatominya. Baru setelah itu mereka mulai memahat. Satu hal yang khas yang terdapat pada seni pahat Gothik adalah penampilannya yang kaku.

Pahatan menggambarkan semua peritiwa dalam kehidupan yang berhubungan dengan religi. Selama masa Romanesque pelukisan atau gambar tentang peristiwa-peristiwa tersebut kurang tampak hidup. Hasilnya, seni pahat Romanesque tidak terlihat naturalistik. Berbeda dengan para pemahat gaya Gothik. Sebelum mulai memahatt, mereka pahat secara cermat dan naturalistik. Mereka melihat dan mengamati kedetailan lekuk-lekuk anatominya. Baru setelah itu mereka mulai memahat. Satu hal yang khas yang terdapat pada seni pahat Gothik adalah penampilannya yang kaku.


Baca Juga:


Seni Lukis

Tembok yang rata biasanya dihias dengan fresco gambar yang dilukis dengan cat air kapur berwarna yang digunakan pada gips yang basah, sama serta sesuao dengan sketsa karbon yang telah dirancang.  Bentuk lukisan paling baik sebelum tahun 1300 adalah karya para miniaturis. 


Para miniaturis asal Irlandia terkenal sebagai ilustator yang piawai dan handal, yang membuat hiasan-hiasan yang tampak indah serta kompleks, pada buku-buku para biarawan. Karya-karya mereka mencapai puncak pada perkembangannya selama ketika periode gaya Gothik.


Seni Lukis Italia

Gaya Gothik adalah produk Eropa utara, karena itu pengaruhnya tidak begitu kuat di Italia. Para seniman Italia cenderung dan condong untuk tetap mempertahankan metode-metode serta konsepsi-konsepsi lama, yang disebut dengan istilah Greek (Yunani) atau Byzantine (Byzantium). 

Tak berbeda seperti para penganut naturalisme Gothik, para seniman Italia pada awalnya juga lebih senang menciptakan dan membuat karya lukisan-lukisan tentang alam, misalnya binatang, tumbuhan, bunga, dan lain sebagainya. Oleh karena itu saat mereka harus membuat lukisan tentang manusia, hasilnya terlihat kaku dan tidak real, dengan kata lain mereka bersikap tradisional. 


Para seniman Italia yang pertama atau mengawali dengan menunjukkan perubahan sikap terhadap komposisi warna, anatomo, pencahayaan, bayangan, serta animasi adalah Cimabue (1302) dan muridnya Giotto (1336). Mereka berdua adalah seniman Florence (Firenze). 

Karya seni terbesar Giotto dapat kita simak, tampak di Arena Chapel katedral Padua dan Bardi Chapel Gereja Santa Croce di Florence. Para seniman pelukis sesudah Giotto cenderung sebagai epigon-epigonnya. Mereka hanya mampu untuk mengikuti model-model yang telah dirintis Giotto, tetapi tak mampu menandinginya.


Seni Pahat Italia

Seni pahat tidak berbeda halnya dengan seni lukis, seni ini mengalami serangkaian perubahan yang sangat berarti pada abad XIV. Sebelum tahun 1300, pahatan-pahatan yang menggambarkan bentuk manusi tampak kaku. Karya-karya itu sebagian besar adalah dari hasil kerja tangan para seniman penganut gaya Yunani.  

Ayah dan anaknya yang bernama Niccola dan Giovanni Pisano menciptakan pahatan-pahatan pada mimbar besar di katedral-katedral di Pisa, Siena, dan Pistoia. Karya-karya tersebut sudah menunjukkan semangat gaya Gothik. 


Giotto, selain seorang pelukis, adalah juga pemahat. Pengaruhnya dalam dunia seni pahat tidak kalah besarnya dibanding pengaruhnya dalam dunia seni rupa. Terkenalnya Giotto antara lain karena karya-karya pahatan pada panel-panel rendah, yang dia rancang untuk menghiasi menara lonceng Gereja Santa Maria serta Katedral Florence. 

Panel-panel karya Giotto tersebut terlihat sederhana. Namun justru karena itu, karya-karya tersebut mencuri banyak perhatian, kemudian sejak saat itulah para pemahat meninggalkan metode penggambaran yang serba semarak.


Seni Lukis Flanders

Di Eropa Utara, perintis yang memulai inovasi dalam dunia seni Lukis adalah para seniman Flanders.  Hubert dan Jan van Eyck bersaudara menunjukkan inovasi-inovasi pada karya miniatur mereka yang menjadi ilustrasi pada buku religius. Inovasi lainnya yang dipelopori Van Eyck bersaudara ini adalah penggunaan warna dengan  cat minyak dalam melukis. 


Kapan tepatnya permulaan inovasi ini masih belum diketahui. Setelah Van Eyck bersaudara, pelukis lainnya yang perlu diketahui adalah Rogier van der Weyden (1464). Ia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam menggambarkan insiden-insiden dramatis, dan dapat membangkitkan emosi yang pedih. Seniman lukis Flanders lainnya ialah Hans Memling (1494. Hans berasal dari Bruges. Ciri khas dari karya ciptannya adalah sentuhan yang halus dan sentimentil.


Seni Pahat Flanders

Seni pahat Flanders, sama halnya seni lukisnya, mencapai puncak dalam perkembangan yakni pada awal abad XV. Ciri khas yang terlihat menonjol adalah dalam karya-karya besar yang ada, merupakan mencuatnya gagasan-gagasan naturalisme, idealisme religius, dan corak penderitaan yang keras.


Seniman pahat Flanders yang terkenal adalah Claus Sluter, berkerja pada istana Duke Philipe di Burgundia. Sluter mendapat tugas untuk mendekorasi biara Carthuisan di Champmol, dekat Dijon, merupakan paersembahan sebagai mausoleum para pangeran Burgandia.


Seni Musik Abad Pertengahan

Tidak berbeda halnya dengan seni lukis, pahat, dan arsitektur, seni musik abad pertengahan diabdikan untuk gereja. Lagu serta tarian rakyat sudah barang tentu masih ada. Tetapi, karena sebagian besar bukti karya-karya seni populer itu sudah hilang, maka kita tidak bisa merekontruksikannya dengan baik. 


Bahkan musik Yunani dan Romawi telah dilupakan banyak orang. Kreasi seni seorang seniman musik kebanyakan dilupakan begitu sang seniman telah tiada. Terlebih seni musik kuno, entah Yahudi, dan Romawi, tidak tertulis, sehingga cepat hilang. Demikian juga seni musik populer atau seni musik rakyat pada abad pertengahan. 

Walaupun begitu kita tidak boleh berasumsi bahwa abad pertengahan tidak mengenal musik rakyat, hanya karena bukti-bukti historis yang kita dapatkan semata-mata berhubungan dengan musik gereja.  

Liturgi gereja banyak menggunakan musik. Pada awalnya para pemimpin gereja tidak menyukai menggunakan musik dalam kebangkitan keagamaan. Alasan utamanya adalah karena musik telah menjadi bagian dalam ritual kaum kafir, pertunjukan gladiator, ataupun hiburan-hiburan tak bermoral dalam masyarakat kafir.  

Namun, meskipun keras sikap para pemimpin gereja, secara perlahan-lahan musik mulai masuk ke dalam gereja. Inovasi dalam seni musik banyak bermunculan ketika puncak awal tibanya abad pertengahan. Guido d’Arezzo (1050) melengkapi sistem notasi ketika pada masa itu. Guido menggunakan lima garis paralel yang di atasnya terdapat not-not balok untuk menandai pola titinada. 

Organ merupakan alat musik terpenting dalam abad pertengahan. Alat musik organ ini telah diketemukan jauh sebelumnya. Selain instrumen alat musik tiup, alat musik yang memiliki senar juga digunakan. Orang Yunani kuno telah mengenal alat musik bersenar yang disebut dengan cithara. Alat ini dimainkan dengan menggunakan jari.


Baca Juga:


Aspek-aspek kehidupan akhir abad pertengahan banyak yang menjadi sumber inspirasi para seniman gaya Gothik. Sehingga karena eratnya kaitan antara kreasi-kreasi kesenimanan mereka dengan apa yang menjadi puncak-puncak peradaban Abad pertengahan, kemudian periode ini lazim disebut  Zaman Gothik. Sekian untuk artikel tentang sejarah Seni Abad Pertengahan Beserta Contoh Foto Dan Gambar, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment