Home » , , » Seni Abstrak, Sejarah, Pengertian Dan Ciri Ciri Seni Abstrak

Seni Abstrak, Sejarah, Pengertian Dan Ciri Ciri Seni Abstrak

Seni abstrak atau dikenal dengan istilah seni tanwujud adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia asli, namun menggunakan warna serta bentuk dalam cara non-representasional. Pada awal abad ke-20, istilah ini lebih sering digunakan untuk mendeskripsikan seni seperti kubisme dan seni futuristik.

Seni yang beraliran abstrak, baik seni lukis ataupun seni rupa, dapat didefinisikan sebagai seni yang tidak menggambarkan sebuah benda, sesosok manusia, tempat dan lainnya dalam wujud yang alami, melainkan didisorientasi/dilebih-lebihkan dengan sedemikan rupa. Sebab itu subjek dari seni ini adalah berdasar dari apa yang terlihat, baik dari segi komposisi warna, wujud/bentuk, sapuan kuas, ukuran, skala, dan dalam beberapa kasus, proses penciptaan karya seni tersebut.

Contoh Lukisan Abstrak Burung Bayan (Betet)

Contoh Lukisan Abstrak Burung Bayan (Betet)
Lukisan di atas adalah contoh seni abstrak lukisan burung bayan atau betet

Sampai akhir abad ke-19, kebanyakan seni adalah seni representasional, yakni seni yang menggambarkan imajinasi serta lukisan yang sangat mudah untuk dilihat juga dipahami. Seni ini adalah satu-satunya jenis seni pada waktu itu, walau kemudian timbul dorongan untuk membuat kreasi sesuatu yang berbeda serta unik. 

Guna memuaskan keinginan para seniman, sebuah gerakan muncul di Negara Eropa pada tahun 1870, yang disebut dengan nama impresionisme. Impresionisme pertama sekali mengenalkan abstraksi ke dalam lukisan. Sehingga untuk pertama kalinya seni yang tidak mewakili gambar/lukisan secara utuh pun mulai dikenali.

Seni abstrak secara realitas serta benar-benar bermula di tahun 1911 dengan lukisan Picture with a Circle (2011) sebuah karya ciptaan seniman Rusia, bernama Wassily Kadinsky (1866-1944). 

Kandinsky percaya bila warna akan memprovokasi emosi. Merah adalah warna yang hidup serta penuh peracya diri. Hijau adalah tenang dengan kekuatan di dalamnya. Biru, dalam dan supernatural, kemudian kuning bisa jadi hangat, atau penuh semangat, atau malah menggelisahkan atau gila. Putih adalah terlihat senyap namun penuh dengan kemungkinan.

Kandinsky juga memberi atribut nada pada setiap warna. Warna merah terdengar seperti instrumen terompet, hijau terdengar seperti biola posisi tengah, biru muda terdengar seperti seruling, biru gelap terdengar seperti cello, kuning terdengar seperti tiupan terompet, dan putih terdengar seperti jeda dalam sebuah melodi harmonis.

Analogi suara tersebut muncul dari apresiasi Kandinsky yang suka kepada musik, terutama karya composer kontemporer asal Wina, Austria, Arnold Schoenberg (1874-1951). Setiap judul karya ciptaan Kandinsky pun sering mengacu pada warna dalam komposisi musik.

Sejarah dalam seni aliran abstrak dapat dilihat sebagai proses yang mengalami perkembangan dengan secara perlahan bamun pasti dan kemudian mencapai puncaknya dengan kebangkitan Ekspresionisme Abstrak / Seni Abstrak yang sejati. Kenyataannya benar bahwa perjalanannya aliran abstrak pun berkembang dengan pesat, dengan ditemukannya gaya atau pendekatan yang berevolusi sesuai dengan seniman yang bergelut di dalamnya.

Baca Juga:

Pengertian Seni Abstrak
Lukisan abstrak itu menunjuk kepada bentuk yang tidak realis (nyata) atau natural (alami) yang tidak menampilkan rupa yang kita kenali sebagai wujud benda atau objek yang kita lihat dalam kenyataan sehari-hari.

Lukisan abstrak merupakan bentuk imajinasi seni yang di olah dan dibuat oleh seniman dalam mencari esensi bentuk objeknya sehingga bentuk dari wujudnya menjadi unik, yang mana bentuk dari lukisan abstrak itu sendiri tidak dapat kita kenal sekalipun kita temui dalam alam nyata.


Sejarah Seni Abstrak
Secara historis, seni lukisan abstrak sangat berhubung erat dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah menunjukkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat atau mencipta gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka. 

Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis, karena lukisan abstrak atau gambar sangat mudah dibuat, sebuah lukisan atau gambar dapat dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana disekitar, misalnya seperti arang, kapur atau bahan yang lainnya. 

Salah satu teknik dan cara terkenal gambar prasejarah yang dilakukan oleh orang-orang yang bertempat tinggal di gua ialah dengan menempelkan tangan di dinding gua, kemudian mereka menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna.

Pada mulanya perkembangan seni lukis, sangat terkait dengan berkembangnya peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam serta kepercayaan ialah hal-hal yang berpengaruh terhadap perkembangan seni lukisan. Pengaruh tersebut dapat dilihat pada jenis objek, pencitraan dan narasi di dalamnya. 

Pada masa sekarang ini, seni lukis mempunyai kegunaan yang khusus, misalnya sebagai media pencatat. Ketika waktu senggang pada masa prasejarah, salah satunya diisi dengan membuat gambar dan melukis. Kemudian cara komunikasi dengan menggunakan gambar akhirnya merangsang pada pembentukan sistem tulisan, sebab huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian dibuat sederhana saert dibakukan.

Pada satu titik ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat gambar dari pada mencari makanan, seperti yang di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak. Mereka mulai mahir serta lihay mnciptakan karya gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila sedemikian rupa akan terlihat lebih menarik dari biasanya.

Mereka mulai menemukan semacam nilai cita rasa estetika keindahan dalam aktivitasnya, kemudian terus melakukan kegiatan itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak mulai condong menjadi kegiatan atau aktivitas seni.

Baca Juga:


Ciri-Ciri Seni Abstrak

Salah satu ciri seni abstrak itu ialah yang mana wujud dan bentuknya tidak pernah kita kenali. Semua itu karena bentuk abstrak tidak berhubungan dengan bentuk apa pun yang pernah terlihat di mata kita, tapi jika diamati akan terlihat seperti sesuatu(something). 

Warna (colour), bentuk dan bahan tambahan lain dalam melukis abstrak, ialah subjek lukisan abstrak untuk terlihat lebih unik/menarik. Dalam proses pembuatan, lukisan abstrak cukup peka dalam komposisi warna dan lebih banyak atau sering menggunakan cat air.

Seni abstrak yang lebih banyak menggunakan cairan juga umumnya diklasifikasikan dengan seni abstrak, adalah abstraksi figuratif dan lukisan yang merupakan hal-hal yang tidak visual, seperti emosi, suara atau pengalaman spiritual. Abstraksi figuratif adalah abstraksi atau penyederhanaan realitas dimana bagian terperinci dihilangkan dari objek dikenalinya memisahkan esensi atau beberapa derajat bentuk dikenali.

0 komentar:

Post a Comment