Home » , , , » Variasi Tembang Jawa, Kelompok Dan Macam

Variasi Tembang Jawa, Kelompok Dan Macam

Tembang Jawa mempunyai bermacam-macam variasi. Variasi muncul sebagai perkembangan seni suara/vokal dengan instrumen. Muncul dan hadirnya iringan dengan kolaborasi bersama seni lain, memunculkan varian tembang. Hal ini menunjukan bahwa ada fleksibilitas dan pragmatika tembang Jawa.

Fleksibilitas artinya tembang mempunyai sifat lentur (dalam bahasa Jawa 'luwes'), mudah menyesuaikan diri, dan do-pat berada pada unsur apa saja. Pragmatiga berati tembang Jawa banyak manfaatnya bagi seni-seni yang lain. Pragmatika berkaitan dengan upaya memperindah nilai seni.


Secara garis besar, tembang Jawa dapat digolongkan menjadi dua kelompok:

Pertama, Tembang Miji
Tembang Miji artinya tembang dilagukan tanpa menggunakan iringan. Sifat tembang Miji adalah lugas, hanya menggandalkan kemampuan olah suara. Yang tergoong tembang miji adalah, tembang macapat, tembang tengahan, tembang gedhe dan lelagon( dolanan dan langgam).


Baca Juga:

Kedua, Tembang Muyeg
Tembang Muyeg adalah tembang gabungan antara vokal dengan instrumen. Tembang gabungan ini berguna untuk memperindah vokal dan iringan. Jika yang dominan dalam tembang muyeg unsur vokal dinamakan tembang gendhing (tembang instrumen).


Tembang Muyeg memiliki beberapa macam, yakni;

1. Bawa swara, artinya tembang yang digunakan untuk mengawali gendhing atau bunyi instrumen lagu. Tembang ini biasanya disuarakan oleh satu orang, baik laki-laki maupun perempuan. Irama bawa suwara bebas( mardika). Bawa Swara dapat berupa tembang macapat dan tembang gedhe.

2. Jineman, adalah tembang yang menyertai bawa, dilagukan orang banyak. Jineman dilagukan serempak,, kompak dan khidmat. biasanya jineman dibarengi dengan gendhing. Irama Jineman ajeg, dan penuh semangat.

3. Umpak-umpak, adalah tembang yang dilagukan bersama-sama, menjelang gerong. Umpak-umpakan juga dibarengi gendhing. Irama umpak-umpakan ajeg.

4. Senggakan, adalah tembang singkat yang dilagukan di tengah-tengah gerong. Senggakan hanya dilakukan oleh seseorang saja. Senggakan akan memperindah cakepan, sambil menanti suara sindhen ataupun gendhing.

5. Gerong, adalah cakepan yang diagukan setelah umpak-umpak.

6. Abon-abon, adalah tembang yang dilagukan oleh sindhen untuk menanti gatra tembang berikutnya.

7. Ada-ada, adalah tembang yang digunakan untuk mengawali gendhing maupun panyandra. Ada-ada hanya berupa petikan beberapa gatra tembang saja.

8. Sulukan, adalah tembang yang digunakan seorang dalang untuk menggambarkan suasana pedalangan.


Baca Juga:

0 komentar:

Post a Comment