Home » , , » Dhandanggula Pamedhare Wasitaning Ati Beserta Makna Dan Terjemahannya

Dhandanggula Pamedhare Wasitaning Ati Beserta Makna Dan Terjemahannya

Tembang Macapat bisa dibilang tembang yang fleksibel dan mengikuti jaman. Adapun tembang tembang yang dimiliki memang memiliki isi dan makna yang dalam.

Mengikuti jaman? Ya benar saja, karena karya-karya para sastrawan jaman dahulu memang dibuat untuk menuntun, dan membawa keturunannya ke jalan baik dan tidak tersesat.

Dhandanggula Pamedhare Warsitaning Ati Beserta Makna Dan Terjemahannya

Conggado.com kali ini akan menulis lirik atau cakepan Dhandanggula, lengkap dengan terjemahan.

Penting diketahui guru gatra Dhandanggula adalah 10, guru wilangan dan guru lagu sebagai berikut 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a.

Cakepan Dandhanggula Bahasa Jawa serta terjemahan Bahasa Indonesia

Pamedare wasitaning ati
(Wedar/pembabaran/uraian nasehat dari dalam hati)

Cumanthaka aniru Pujangga
(Berani meniru Pujangga/Sastrawan)

Dhahat mudha ing batine
(Namun, tahu diri karena pengetahuan belum cukup)

Nanging kedah ginunggung
(Akan tetapi harus dijunjung)

Datan wruh yen keh ngesemi
(Tidak tahu banyak yang akan mencibir/nyiyir)

Hameksa angrumpaka
(Tetap memaksa untuk menyusun kata)

Basa kang kalantur
(Bahasa yang tidak teratur)

Tutur kang katula-tula
(Nasehat yang tersia-siakan)

Tinalaten rinuruh kalawan ririh
(Namun sangat teliti dengan kebenaran dan kesabaran)

Mrih padhanging sasmita
(Untuk mendapatkan pencerahan yang baik dan jelas)

Makna atau isi yang terkandung pada cakepan di atas adalah tentang seseorang yang berusaha mencari ilmu dan pengetahuan tentang kebenaran, dari Sastrawan atau ulama.

Kemudian membabarkan semua yang sedang ia ketahui dengan hati-hati, teliti dan penuh kesabaran. 

Memiliki tujuan untuk bisa membantu mereka yang sedang dirundung kemalangan atau kegelapan, sehingga keluar dari permasalahan serta mendapat jalan keluar.

Semoga artikel ini bermanfaat. Silahkan Share ya, terimakasih.

Baca Juga ya:

0 komentar:

Post a Comment