Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Macapat Kinanthi Serat Wulagreh Bahasa Jawa Lengkap Dengan Terjemahan

Konten [Tampil]
Kinanthi adalah bagian dari tembang macapat. Banyak sekali macam-macam tembang kinanthi. kai ini Conggado.com akan menulis Kinanthi dari Serat Wulangeh dengan jumlah pupuh sebanyak 13. Setiap pupuhnya berbahasa Jawa dan dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia serta makna atau kandungan dalam Macapat ini. 
Macapat Kinanthi Serat Wulagreh Bahasa Jawa Lengkap Dengan Terjemahan

Tembang ini memang populer dalam kalangan masyarakat, watak yang dimiliki adalah kegembiraan, sifat teladan, cinta kasih dan ajakan/nasehat. 

Adapun Kata Kinanthi dari kata dasar Jawa 'Kanthi' yang mana dalam bahasa Indonesia mempunyai arti Gandeng, Ajak atau Tuntun. Bila dijabarkan adalah tembang yang mengajak bersama ke dalam jalan yang benar menuju kebaikan.

Penting diketahui mempunyai guru gatra yang dimiliki tembang ini adalah berjumlah 6 dengan guru wilangan dan guru lagu sebagai berikut: 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i

a. (Guru gatra = 6) Kinanthi memiliki 6 larik atau baris kalimat.
b. (Guru wilangan = 8, 8, 8, 8, 8, 8) Kalimat pertama sampai kalimat ke enam masing-masing berjumlah 8 suku kata.
c. (Guru lagu = u, i, a, i, a, i) Akhir suku kata setiap kalimat bervokal u, i, a, i, a, i .
Syair Tembang Kinanthi dalam Serat Wulangreh adalah sebagai berikut.

Berikut ini adalah Macapat Kinanthi dari Serat Wulangreh Berjumlah 13 Pupuh:

Pupuh 1

Nadyan asor wijilipun
(walaupun dari kalangan orang kecil)

yen kalaku wae becik
(bila memiliki tingkah laku baik)

utawa sugih carita,
(atau memiliki banyak cerita/ilmu)

carita kang dadi misil,
(cerita yang menjadi bermanfaat)

iku pantes raketana,
(itu pantas kamu dekati)

darapon mundhak kang budi.
(karena akan menambah budi pekerti/pengetahuan)


Pupuh 2

Yen wong anom pan wus tamtu,
(Bila anak muda sudah tentu)

manut marang kang ngadepi,
(mengikuti/meniru pada orang tua/yang ada didepannya)

yen kang ngadhep akeh bangsat,
(bila yang ditiru adalah orang buruk)

nora wurung bisa juti,
(tidak dipungkiri nanti menjadi jahat)

yen kang ngadhep keh durjana,
(bila yang ditiru banyak berbohong)

nora wurung bisa maling.
(pasti akan menjadi pencuri)


Pupuh 3

Sanadyan ta nora melu,
(Walau tidak mengikuti)

pesti wruh solah ing maling,
(pasti akan mengetahui gerakan pencuri)

kaya mangkono sabarang,
(hal seperti itu *mencuri* dan sebagainya)

panggawe ala puniki,
(perbuatan buruk yang nyata)

sok weruh anuli bisa,
(hanya melihat saja bisa menjadi lihay)

iku panuntuning iblis.
(itu adalah ajaran setan/iblis)


Pupuh 4

Panggawe becik puniku,
(perbuatan baik adalah)

gampang yen wus den lakoni,
(mudah ketika dilaksanakan)

angel yen durung kalakyan,
(suliy ketika belum melaksanakan)

aras-arasen nglakoni,
(malas akan menjalankan)

tur iku den lakonana,
namun itu haruk kamu lakukan)

mupangati badaneki.
(bermanfaat untuk jiwa ragamu)


Pupuh 5

Yen wong anom-anom iku,
(bila para para pemuda-pemudi)

kang kanggo ing masa iki,
(yang berada di jaman sekarang)

andhap asor kang den simpar,
(sifat rendah hati mereka jauhi)

umbag gumunggung ing dhiri,
(banyak yang menyombongkan diri sendiri)

obral umuk kang den gulang,
(mengobral kesombongan yang mereka miliki)

kumenthus lawan kumaki.
(merasa bisa dan sombong)


Pupuh 6 

Sapa sira sapa ingsun,
(Siapa kamu, siapa aku)

angalunyat sarta edir,
(berani dan mengunggul-unggulkan)

iku wewateke uga,
(itu juga adalah sifat mereka)

nom-noman adoh wong becik,
(Pemuda yang jauh dari orang baik)

emoh angrungu carita,
(tak mau mendengar cerita/ilmu/pengalaman)

carita ala lan becik.
(sejarah/pengalaman baik dan buruk)

Baca Juga Ya:
~~~~~~~~~~~~~~~~~~!~~~~~~~^^~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pupuh 7)

Carita pan wus kalaku,
(Sejarah yang sudah-sudah)

panggawe ala lan becik,
(Pembuat keburukan dan kebaikan)

tindak bener lan kang ora,
(perbuatan benar dan yang tidak)

kalebu jro cari teki,
(termasuk pengalaman yang besar dan bermakna)

mulane aran carita,
(itulah sebabnya disebut sejarah)

kabeh-kabeh den kawruhi
(semuanya ada pengalaman yang harus diketahui)


Pupuh 8 

Mulane wong anom iku,
(maka dari itu jadi anak muda itu)

becik ingkang ataberi,
(baiknya berhati-hatilah)

jajagongan lan wong tuwo,
(berbicara dengan orang yang lebih tua)

ingkang sugih kojah ugi,
(yang banyak kojah)

kojah iku warna-warna,
(kojah itu sangat bermacam-macam)

ana ala ana becik
(ada baik dan anda yang buruk)


Pupuh 9 

Ingkang becik kojahipun,
(yang baik kojah-nya)

sira anggowo kang pasti,
(kamu bawalah yang pantas)

ingkang ala singgahana,
(yang buruk jangan kamu contoh)

aja sira anglakoni,
(jangan kamu tiru dan lakukan)

lan den awas wong akojah,
(dan berhati-hatilah dengan orang akojah)

iya ing masa punika.
(Iya itu orang-orang di masa sekarang)


Pupuh 10 

Akeh wong kang sugih wuwus,
(ada orang-orang yang banyak bicara)

nanging den sampun pakolih,
(namun sudah/telah mendapat keuntungan)

amung badane priyangga,
(hanya untuk dirinya pribadi)

kang den pakolehken ugi,
(dan membagi keuntungan dengan yang dia kehendaki)

panasteni kang den umbar,
(Ujaran kebencian yang disebarkannya)

nora nganggo sawatawis.
(namun itu tidak akan selamanya)


Pupuh 11

Aja na wong bisa tutur,
(jangan ada orang yang bicara/berusul)

amunga ingsun pribadi,
(hanya aku seorang saja)

aja na ingkang memadha,
(jangan ada yang menjelek-jelekan)

angrasa pinter pribadi,
(dan merasa dia pintar)

iku setan nunjang-nunjang,
(itu adalah setan yang menabrak-nabrak)

datan pantes den pareki.
(tidak pantas kamu dekati)

Pupuh 12

Sigakna dikaya asu,
(mirip dengan hewan anjing)

yen wong kang mangkono ugi,
(orang yang seperti itu)

dahwen open ora layak,
(egois dan mudah emosi, sangat tidak pantas)

yen sira sandhinga linggih,
(bila kamu duduk bersamanya)

nora wurung katularan,
(maka kamu akan tertular)

becik singkirana ugi.
(baiknya menyingkirlah darinya)


Pupuh 13 

Poma-poma wekasingsun,
(Semuanya saja dengarkanlah pesanku)

mring kang maca layang iki,
(yang membaca surat ini)

lahir batin den estokna,
(lahir dan batin ikutilah)

saunine layang iki,
(isi dan suara surat ini)

lan den bekti mring wong tuwa,
(berbaktilah kepada orang tuamu)

ing lahir praptaning batin.
(dalam lahir hingga batin)

Kinanthi dari Serat Wulangreh sangat indah dan bermakna dalam, apalagi untuk masa-masa sekarang. Tembang diatas memiliki kesimpulan makna tentang ajaran filosofis dalam menjalani kehidupan. 

Hendaknya berhati-hati kepada apa yang kita tiru, serap dan pelajari. Serta dapat membedakan perbuatan yang baik dan mana yang buruk. 

Kemudian kita diajarkan untuk selalu berbakti kepada orang tua, serta menjaganya dengan ikhlas lahir dan batin. Semoga bermanfaat, silahkan share bila berkenan. Terimakasih.

Video Tembang Kinanthi 



0 Response to "Macapat Kinanthi Serat Wulagreh Bahasa Jawa Lengkap Dengan Terjemahan"

Post a Comment

Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel