Maskumambang Serat Rangsang Tuban

Conggado.com kali ini akan menuliskan beberapa cakepan atau lirik dari Tembang Macapat, yaitu Maskumambang. Diambil dari  Serat Rangsang Tuban yang menceritakan kisah seorang tokoh dari dukuh Sumbereja bernama Ki Buyut Wulusan.

Tembang ini menceritakan Ki Buyut menemukan seorang bayi berada didalam kendaga, yang terbawa di sebuah bengawan ketika ia sedang mencari ikan. 

Berikut ini adalah lirik dengan jumlah 10 pupuh dari Tembang tersebut dalam bahasa Jawa lengkap dengan Terjemahan bahasa Indonesia.

Maskumambang Serat Rangsang Tuban

Pupuh 1
Munggah marga mudhun jurang ngiring-ngiring,
(Naik turun jalan dan jurang beriring-iringan)

nasak wana wasa,
(masuk ke dalam hutan belantara)

ngupaya marganing lalis,
(mencari jalan yang mulus)

sampun lepas lampahira
(sudah berhasil dia berjalan)


Pupuh 2

Kuneng gantya ingakang cinarita mangkin,
(Demikian berganti kisah cerita)

Ki Buyut Wulusan,
(Ki Buyut Wulusan)

dhukuh Sumbereja nguni,
(Dari Desa Sumbereja dahulu)

juru pamiyasa ulam
(juru nelayan Ikan)


Pupuh 3

Nuju nambutkarya neng tengah benawi,
(Ketika sedang bekerja di tengah bengawan)

kagyat wring kendhaga,
(terkejut dengan sebuah kendhaga)

winot ing giyota milir,
(terbawa arus air yang mengalir)

baita glis cinendhangan."
(perahu segera dihentikannya)


Pupuh 4

Wus binuka kendhaga isi babayi,
(telah terbuka kendhaga yang berisi seorang bayi)

katon tejanira,
(terlihat wajahnya yang berseri-seri)

Ki Buyut eram ningali,
(Ki Buyut terkesima melihatnya)

narka bayi naking jina
(dan mengira bayi dari hubungan gelap)


Pupuh 5

Kang ayoga merang kinelekken nuli,
(Si jabang bayi di hanyutkan di bengawan)

ki buyut Wulusan,
(ki Buyut Wulusan/berkata dalam hati)

yen keni ingurip-urip,
(dia akan mengurus bayi tersebut)

sukur bisa dadi mulya
(semoga bayi bisa menjadi orang yang mulia)


Pupuh 6

Kapinujon mbokne bayek wus kaping tri
( kebetulan istrinya melahirkan sudah tiga kali)

nggonira susuta,
(namun ketika dia memilikinya)

nora nana urip siji
(tidak ada yang hidup satupun)

iki kinarya lanjaran
(ini bisa menjadi lantaran/anak pancingan)


Pupuh7

Gya bonopong ni jabang binekta mulih,
(segera bayi tersebut dibawa pulang)

winehken ing semah,
(diberkan kepada istrinya)

nyi buyut kagyat ningali,
(Nyi Buyut terkejut melihatnya)

kang jaler mbekta bayi bang
(sang suami membawa seorang bayi masih merah)


Pupuh 8

Mulung tangan nyi buyut tatanya aris,
(segera dia menggendongnya dan bertanya)

ing endi nggonira,
(dimana ki Buyut mendapatkannya)

oleh jabang bayi iki,
(menemukan jabang bayi ini)

Ki Buyut mangsuli sigra
(Ki Buyut segera menjawab)


Pupuh 9

Bocah nggonku candhang ing benawi nyai,
(bayi ini aku temukan di bengawan nyai)

nyi buyut Wulusan,
(Nyi Buyut Wulusan)

narka anaking pawestri,
(menduga seorang gadis)

kenya kang alaku Jina
(Wanita yang melakukan hubungan gelap)


Pupuh 10

Ki Wulusan anduga ywan jabang bayi,
(Ki Wulusan menduga juga seperti itu)

dede sok rareya,

wadhah kang mangka panitik,
(tempat yang menjadi tanda)

dene winoting kendhaga
(yang merupakan kendaga)

Isi cerita dari Maskumambang sudah disinggung diatas, bahwa Ki Buyut menemukan seorang bayi didalam sebuah kendaga, yang ketika itu hanyut dibawa oleh arus air yang mengalir di bengawan. Ketika dilihatnya isi dalam wadah, ada sebuah bayi yang kemudian dibawa pulang. 

Istrinya, Nyi Buyut terkejut karena sang suami membawa seorang bayi, kebetulan Nyi Buyut sudah tiga kali mengandung dan melahirkan, namun tidak ada yang hidup lama. 

Mereka berdua mengira bahwa bayi tersebut dibuang karena hubungan yang tidak resmi. Akhirnya mereka merawatnya.

Makna yang terkandung di dalam tembang tersebut adalah agar kita jauhi perbuatan yang dilarang, salah satunya hubungan yang tidak resmi. Selain itu janganlah sia-sia kepada anak, karena diluar sana banyak orang yang mengharapkan seorang anak hadir dalam kehidupan keluarga mereka. 

Baca Juga Ya:


Semoga tembang kali ini bermanfaat bagi kita semua, silahkan share dan like FanPage Facebook kami. Terimakasih


0 Response to "Maskumambang Serat Rangsang Tuban"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel