Tembang Adalah Ekspresi Batin

Orang belajar tembang, selalu berupaya menyesuaikan (adaptasi) batin, antara tembang dengan isi hatinya. Kecuali, jika tembang itu dilombakan, mungkin naskah telah ditentukan. Khususnya naskah wajib, pelantun tembang jelas menerima jadi. Hal inipun, ketika hendak melagukan, tetap melaraskan dengan batin pencipta dengan dirinya. Tanpa kesesuaian batin itu, seseorang kurang tepat dalam menghayati tembang.

Tembang adalah ekspresi batin seseorang. Gelitik hati itu diungkapan melalui alunan titilaras (nada) dan cakepan (lirik/syair). Titilaras akan membangun daya lagu, sedangkan cakepan menuntun makna. Baik titilaras maupun cakepan sulit dipisahkan dalam pengertian totalitas tembang.

Tembang Adalah Ekspresi Batin

Dengan kata lain, titilaras dan cakepan seperti mata uang atau seperti suruh mlumah lan kurebe. Tampaknya, titilaras dan cakepan itu berbeda, tetapi nuansanya sama. Tembang adalah karya sastra dan sekaligus seni dan di dalamnya terdapat muatan batin. 

Pencipta tembang mengekspresikan batin apa saja, tergantung cara pandang yang digunakan. Ketika hendak memberikan wejangan, marah pada jaman, mungkin akan melahirkan tembang yang berbeda. 

Setiap pencipta telah paham terhadap aturan-aturan tembang. Jadi, tembang memang kaya aturan khusus. Bahkan cara membaca, pengucapan, dan lagunya pun harus sesuai dengan notasi (titilaras) yang ada pada tembang itu.

Penyajian tembang tidak sekedar hafal syair dan lagunya saja, melainkan si penyaji harus mengetahui isi syair yang di sajikan, sehingga dapat menjiwai, dan kemudian dapat menyajikannya secara ekspresif. 

Penyaji perlu memahami ekspresi batin apa yang hendak disampaikan pencipta. Renungan hidup apa saja yang muncul dalam tembang itu, perlu diselami dan dihayati. Tentu saja, belum tentu tepat sekali antara keinginan batin pencipta dengan pelantun, tetapi setidaknya dapat mendekati harapan.

Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa tembang merupakan timbunan batin pencipta. Apabila kita mendengar kata tembang dengan sendirinya seseorang akan berpikir tentang permainan batin. 

Deretan kata yang dirangkai ke dalam titilaras, membentuk ekspresi kental dan padat. Yang lebih unik lagi kita akan dihadapkan pada untaian kata-kata dan deretan notasi atau lambang nada yang amat khas. 

Dikatakan khas, karena pencipta tembang selalu menggunakan kebebasan batin. Untaian kata-kata dalam tembang tersebut adalah syair (cakepan/lirik), yang merupakan isi tembang, akan dipoles sesuka hati atau batin pencipta. Olahan lirik yang penuh dengan simpul estetis, adakalanya membingungkan pelantun-pelantun tembang


Baca Juga Ya:
Tembang Membangkitkan Nalar Jernih
Tembang Dolanan Jaranan Arti Dan Maknanya Lengkap 
Tembang Dolanan Jamuran Arti Dan Maknanya Lengkap
Tembang Dolanan Padhang Bulan, Arti Dan Maknanya Lengkap

Macam, Watak, dan Kegunaan Macapat

Semoga Bermanfaat, Jangan Lupa Share Dan Like Terimakasih.

0 Response to "Tembang Adalah Ekspresi Batin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel