Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Tembang Membangkitkan Nalar Jernih

Konten [Tampil]
Meskipun belum ada penelitian yang spektakuler, nuansa tembang Jawa dapat dikatakan dapat membangkitkan nalar (cipta). Pemikiran orang untuk selalu dekat dengan Sang Khalik, dapat muncul karena melagukan atau mendengarkan tembang. 

Lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan di gereja secara langsung akan menggugah pemikiran jemaat terhadap keagungan Tuhan. Terlebih lagi jika tembang itu dilagukan secara bersama-sama, jelas menggelitik untuk berupaya selalu dekat dengan Tuhan.

Tembang Membangkitkan Nalar Jernih

Pemikiran religusitas juga banyak diterapkan oleh para wali. Kehadiran Sunan Kalijaga dengan tembang-tembang religius, seperti Cublak-cublak Suweng, Sluku-sluku Bathok, dan sejumlah kidung rerepen, ternyata merupakan kosumsi nalar, agar orang Jawa tergugah selalu dekat dengan Tuhan. 


Terapi pikiran melalui tembang, jauh lebih efektjf, sebab nalar akan segera tergerak seiring alunan suara. Polesan-polesan lirik yang memukau, menjadi tempaan nalar untuk segera melangkah.

Banyak lagu-lagu Jawa dalam berbagai adegan wayang kulit dan ketoprak, ternyata juga memuat pembangkitan pikiran tokoh. Pada adegan Dewa Ruci dengan Werkudara misalnya, terungkap melalui tembang-tembang mistik, hingga keduanya hanyut dalam nalar jernih. 

Nalar jemih Werkudara untuk menyatu dengan guru sejati sulit dibendung ketika dia berhasil memasuki tubuh Dewa Ruci. Wejangan-wejangan Dewa Ruci yang berupa tembang macapat, terutama ats olahan sanggit ki dalang sering lebih mengena (nabet) pada nalar seseorang. 

Akibatnya tidak jarang dalam berbagai arena macapatan, ritual-ritual yang dilakukan oleh penghayat kepercayaan kejawen, juga memanfaatkan tembang sebagai pembangkit wawasan hidup.

Dalam setiap ritual penghayat, seperti Sapta Darma dan Das di Yogyakarta, selalu melantunkan tembang pembangkit.

Biasanya bermetrum dhandhanggula. Tembang tersebut sengaja  ditampilkan agar peserta ritual merasa dekat dengan Tuhan. Esensi cakepan tembang memang berisi kedalaman nalar manusia untuk selalu berbuat jemih. 

Terlebih 1agi jika mendengar ungkapan hembang ”tan samar pamoring suksma", nalar mereka untuk bergerak terns menuju titik (dunung) yang selalu maya.

Bagi saudara kita yang sudah benar-benar mendalami tembang, pikiran yang kotor dapat tercuci karena alunan tembang. 

Pikiran-pikiran yang ke arah duniawi, material, dapat berbalik arah ke aspek spiritual. Pikiran yang hanya sempit, sesaat, bisa bergerak ke arah hal yang langgeng, gara-gara mendengar atau melagukan tembang. Rasanya seperti ada semacam “cuci otak" ketika alunan tembang dikumandangkan.


Baca Juga Ya:
Arti Tembang Durma Dan Contohnya

Semoga bermanfaat untuk kita semua, jangan lupa like dan share ya. Terimakasih

0 Response to "Tembang Membangkitkan Nalar Jernih"

Post a Comment

Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel