Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Penjelasan Dan Contoh Peribahasa Jawa Lengkap Terjemahan

Konten [Tampil]
Peribahasa Jawa adalah peribahasa yang semu dan penuh makna, jika kita amati sangat berbeda dengan peribahasa berbahasa nasional atau Indonesia. Kenapa berbeda?, yakni karena peribahasa berbahasa Jawa lebih pendek, ringkas, simpel namun memiliki arti yang padat berisi.

Perbedaan menonjol juga terapat pada akhiran dari kebanyakan kalimat atau peribahasa Jawa yang menggunakan akhiran hampir sama dan mirip dengan pantun yang mana huruf sama di akhir kata.

Jawa terkenal memiliki budaya dan tradisi yang kuat dan juga memiliki banyak karakteristik yang banyak dan jenisnya macam-macam. Orang Jawa sangat memperhatikan bahasa yang mereka gunakan.

“Ajining dhiri gumantung ana ing lathi”,
Memiliki arti bahwa harga diri seseorang terukur dari cara bicara dan cara dia bertanggung jawab dengan pembicaraannya. Orang Jawa sangat hati hati dalam berbicara atau dalam bahasa Jawa "rembugan, jagongan, imbal wacana". Tidak berbicara kotor, sopan dan menepati janji adalah salah satu cara mereka saling menghargai satu sama lain. Ketika seseorang berkata jelek atau buruk akan mendapat kesan buruk juga.

Peribahasa di atas adalah salah satu di antara banyak peribahasa yang sangat kental di masyarakat Jawa dan di jaga baik oleh mereka. Kelebihan peribahasa Jawa yang utama adalah bahwa perbahasa Jawa mengandung nilai-nilai positif.
Untuk lebih lengkapnya, mari simak kumpulan peribahasa bahasa Jawa dan juga artinya berikut ini:

Adigang, Adidung, Adiguna, Adiwacara.
Bersifat sombong dengan apa saja yang dimilikinya,karena merasa dia hebat.

Adigang,adigung,adiguna.
Merasa besar terkuat, merasa teragung, dan merasa dirinya orang paling penting

Aja dumeh wong gedhe.
Janganlah sombong dan angkuh mentang-mentang jadi pembesar

Ajining diri dumunung ana ing lathi, ajining raga ana ing busana.
Nilai diri terletak pada ucapan yang keluar dari mulut, nilai dari fisik terletak pada pakaian yang dikenakan.

Ala lan becik iku gandhengane, kabeh kuwi saka karsaning Pangeran.
Buruk dan baik itu saling ada kaitannya, semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan.

Alon-alon waton kelakon.
Berhati-hati dan waspada dalam melakukan sesuatu akan berhasil

Ana catur mungkur.
Ada pembicaraan yang memanas atau sebuah debat pertentangan selalu dihindari

Anak polah bapa kepradah.
Anak yang memiliki keinginan dan orang tua akan membantu dan menuruti apa yang menjadi keinginannya. Kelakuan anak, orang tua akan ikut menanggung akibatnya

Asu gedhe menang kerahe.
Artinya orang dengan pangkat tinggi, tentu akan lebih kuat dan menang dalam suatu perkara

Asu rebutan balung.
Berdebat  dan ribut dalam hal sepele dan tidak ada yang mau mengalah

Becik ketitik ala ketara.
Berbuat baik akan selalu diingat dan dihargai, sebaliknya perbuatan buruk pada akhirnya akan terlihat atau terbongkar.

Beda-beda pandumaning dumadi.
Bermacam macam anugrah dan pemberian Tuhan itu kepada ciptaan-Nya, dengan jalan yang berbeda-beda.

Bener kang asale saka Pangeran iku lamun ora darbe sipat angkara murka lan seneng gawe sangsaraning liyan.
Kebenaran adalah dari Tuhan, dan kebenaran yang nyata tidak sedikitpun memiliki sifat yang angkara murka atau penuh amarah dan nafsu, serta tidak merugikan orang lain. Tidak benar jika melakukan sesuatu yang baik namun juga merugikan dan penuh dengan ambisi.

Bener saka kang lagi kuwasa iku uga ana rong warna, yaiku kang cocok karo benering Pangeran lan kang ora cocok karo benering Pangeran.
Kebenaran dari orang yang memiliki kekuasaan itu ada dua macam, yaitu yang benar dan sesuai dengan perintah Tuhan dan kebenaran yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Jadi di dunia ini yang benar belum tentu pas atau sesuai dengan hakekat kebenaran.

Bibit, bebet, bobot.
Keturunan, harta, kualitas. Peribahasa Jawa ini adalah prinsip atau peringatan untuk memilih pasangan yakni dari keturunan siapa dan asal usul atau keluarganya jelas atau tidak. Bebet adalah calon pasangan bisa menyimpan dan menggunakan harta hasil kerja dengan sebaik-baiknya. Bobot adalah calon pasangan dapat menjaga kehormatan dan harga diri keluarga.

Cakra manggilingan.
Cakra adalah roda, dan manggilingan adalah berputar. Arti cakra manggilingan adalah roda yang berputar. Kehidupan ini selalu berputar, dan keadaan kita ada saatnya diatas dan ada saatnya dibawah. Segala yang terjadi adalah cobaan dari Tuhan.

Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa
Bertikai membuat hancur persaudaraan, namun kerukunan akan membuat kehidupan menjadi kuat dan tentram.

Dhemit ora ndulit, setan ora doyan.
Aman dari mara bahaya dan masalah, karena tidak ada yang berani mengganggu.

Dhuwur wekasane, endhek wiwitane.
Mendapat anugrah atau derajat tinggi pada akhirnya, karena melampaui banyak proses dan kisah perjalanan.

Diobong ora kobong, disiram ora teles.
Tidak pantang menyerah dan bersabar walau dihina, dipermalukan dan diinjak-injak.

Diwenehi ati malah ngrogoh rempela.
Dikasihani dan diberikan kebaikan merasa masih kurang dan masih meminta lebih dari kemampuan.

Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira.
Kamu ada karena lantaran adanya ayah ibumu yang mana mereka juga adalah mahluk ciptaan Tuhan.

Gupak pulut ora mangan nangkane.
Capek dengan pekerjaan yang sia sia dan tidak menikmati hasilnya

Ora mangan nangkane kena pulute.
Tidak melakukan perbuatan buruk namun terkena dampaknya.

Guru Sejati bisa nuduhake endi lelembut sing mitulungi lan endi sing nyilakani.
Guru sebenarnya dapat membedakan mana mahluk halus yang menolong dan mana yang dapat membuat celaka.

Gusti Allah ora sare.
Tuhan tidak pernah tidur, penjelasannya adalah Tuhan selalu mengetahui perbuatan manusia, dan jika kita dihina dan dicelakai maka Tuhan akan membalasnya.

Gusti iku dumunung ana atining manungsa kang becik, mula iku diarani Gusti iku bagusing ati.
Tuhan berada didalam hati orang yang baik, karena itu kata Gusti memiliki arti bagusing ati bermakna baiknya hati yang mana lembut dan kasih sayang adalah salah satu sifat dari Tuhan.

Gusti iku sambaten naliko sira lagi nandhang kasangsaran. Pujinen yen sira lagi nampa kanugrahaning Gusti.
Tuhan adalah tempat untuk bersandar dan memohon, maka berdoa dan memohonlah kepada Tuhan untuk mendapat hidayah dan petunjuk. Jangan lupa untuk selalu bersyukur pada Tuhan jikalau engkau diberi anugerah-Nya.

Ing donya iki ana rong warna sing diarani bener, yakuwi bener mungguhing Pangeran lan bener saka kang lagi kuwasa.
Di dunia ini ada dua macam kebenaran, yaitu benar yang dibenarkan oleh Tuhan dan benar dari yang sedang memiliki kuasa.

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Didepan memberikan contoh, ditengah memberi motivasi cita-cita, dibelakang meberikan dukungan atau support. Peribahasa Jawa ini memberikan nasehat untuk selalu ingat dengan persatuan menyatukan cipta, rasa dan karsa.

Ira Yudha Wicaksana.
Satria yang berani dan tangguh dalam berperang untuk membela kebenaran dengan didasari kebijaksanaan dan tidak meninggalkan keadilan.

Jaman Iku Owah Gingsir.
Jaman itu selalu mengalami perubahan dan perkembangan.

Kadangira pribadi ora beda karo jeneng sira pribadi, gelem nyambut gawe.
Sahabat pribadi "kadang" pribadi itu tidak ada bedanya dengan dirimu sendiri, mau dan suka untuk bekerja.

Akan Conggado.com lanjutkan lagi untuk Peribahasa Jawa sekian dahulu.


0 Response to "Penjelasan Dan Contoh Peribahasa Jawa Lengkap Terjemahan"

Post a Comment

Jangan Lupa Subscribe Chanel Kami Ya. Mohon Dukungan Dan Motivasinya. Semoga Berkah. Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel