Tempat Industri Keris, Desa Aengtong-tong, Madura, Jawa Timur

Aengtong-tong adalah sebuah desa di Kecamatan Serunggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga pada tahun 1999 masih merupakan salah satu daerah yang memproduksi keris, tombak dan tosan aji lain. Ratusan tahun yang lampau para pandai keris di desa ini melayani kebutuhan keris dan tosan aji lainnya bagi Kerajaan Sumenep.

Pada zaman penjajahan Belanda, ketika kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Jawa dan Madura masih berfungsi sebagai pusat budaya di Aengtong-tong terdapat sekitar 14 besalen, bengkel kerja yang aktif. Semua besalen ini sejak tahun 1942 berhenti bekerja, yakni ketika tentara pendudukan Jepang datang. 

Pada Zaman Jepang seperti juga yang di Pulau Jawa, para empu dan pandai keris meninggalkan pekerjaan mereka sebagai pembuat keris dan beralih ke pekerjaan lain. Ada yang memilih hidup sebagai petani, pedagang, sebagian lagi merantau ke luar daerah.

Baca Juga:
Abandira Atau Mandau Perlengkapan Seni Dan Hiasan Dinding
Mengenal Abdul Karim Pembuat Keris Di Brunei Darussalam
Istilah Abinan Orang Madura
Abu Bakar Empu Keris Dari Malaysia
Achim Weichrauch Antropolog Jerman Pecinta Budaya Keris

Di Pulau Madura, sejak tahun 1980-an tinggal desa Aengtong-tong saja yang masih menunjukkan sisa-sisa bahwa tempat itu pernah menjadi tempat pembuatan keris. Daerah-daerah lain yang semula dikenal produsen keris seperti Pamekasan, Bluto, Bangkalan, telah lama tidak ada lagi bekasnya.

Tempat Industri Keris, Desa Aengtong-tong, Madura, Jawa TImur

Sekitar tahun 1955 sampai 1982-an, di antara pandai keris di Desa Aengtong-tong banyak yang bekerja hanya untuk melayani para tengkulak keris. Mereka disuruh membuat keris-keris dan tombak yang bentuknya aneh dan unik tidak mengikuti pakem keris yang ada.

Pemasaran keris buatan Aengtong-tong dan penyediaaan bahan bakunya ketika itu sudah benar-benar dikuasai oleh para tengkulak. Oleh karena tekanan ekonomi, para pandai keris di kampung itu tidak dapat lagi berbuat lain, selain mengikuti kemauan para tengkulak. Namun sejak akhir tahun 1983 beberapa orang di antara mereka mulai lagi mencoba membuat keris dengan cara yang benar dan mengikuti pola pakem yang seharusnya.

Tempat Industri Keris, Desa Aengtong-tong, Madura, Jawa TImur

Pada tahun 1991 ada belasan orang penduduk Aengtong-tong yang hidup dari pekerjaannya membuat keris, tombak, pedang dan pusaka lain. Diantara mereka adalah Jaknal, Jemhar, Zainal, Nasit, Morka, Mokadam,Huri, Jalal, Salam, dan Hoji. Pemasaran hasil karya mereka terutama Pasar Turi, Surabaya, an di Pasar Rawabening, Jatinegara, Jakarta.

Baca Juga:
Dietrich Drescher Nahkoda Kapal Jerman Pecinta Keris
Ada-Ada Pada Ricikan Keris
Empu Singkir Wanabaya Dari Majapahit
Pamor Motif Adeg (Pamor SIngkir)


Tempat Industri Keris, Desa Aengtong-tong, Madura, Jawa TImur

Bangkitnya kembali budaya perkerisan di Indonesia telah mengubah wajah Desa Aengtong-tong yang semula miskin, menjadi pusat industri keris yang sibuk. Pada pertengahan tahun-tahun 1996, setiap bulan ratusan bilah keris dihasilkan desa ini. Hasil karya di antara ratusan keris tersebut merupakan karya yang bisa dibanggakan. Selain itu para pengrajin keris di Aengtong-tong juga menjadi pemasok kodokan dan calonan keris bagi empu-empu yang lain, terutama empu keris muda di Surakarta. Kodokan yang diekspor dari Aengtong-tong ini terutama adalah untuk calon keris berpamor Blarak Ngirid, Ron Genduru dan yang serupa dengan itu.

Baca Juga:
Aerolit Batu Meteor Bahan Pamor Jaladara
Sejarah Keris Ageman Memiliki Harga Tinggi

0 Response to "Tempat Industri Keris, Desa Aengtong-tong, Madura, Jawa Timur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel